
Unpatti Wisudakan 1.298 Lulusan, Rektor Paparkan Lima Poin Penting Menuju PTN-BH
ZonaInfo.id, Ambon – Universitas Pattimura mewisudakan 1.298 Lulusan Sarjana, Profesi, Magister dan Doktor periode April 2026, Kamis (23/4/2026), di Auditorium Universitas setempat.
Wisuda berlangsung dalam Rapat Terbuka Luar Biasa Senat Universitas Pattimura (Unpatti) dalam rangka Dies Natalis ke-63 Unpatti dan Wisuda Periode April 2026.
Hadir, Wakil Ketua MPR-RI, Dr. Eddy Soeparno S.H.,M.H., Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, Ketua DPRD Maluku, Benhur Watubun, Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, Forkopimda, Rohaniawan serta undangan lainnya.
Lulusan Unpatti yang diwisudakan pada periode April 2026, terdiri dari: 845 sarjana (S1), 373 lulusan profesi, 75 magister, dan 5 doktor, 36 lulusan dari PSDKU Maluku Barat Daya (MBD), 29 lulusan PSDKU Kepulauan Aru, serta 32 lulusan penerima KIP kuliah. Rata-rata IPK lulusan, 3,35.
Rektor Unpatti, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy M.Pd, dalam pidatonya memaparkan lima poin penting agar Unpatti bisa bertransformasi ke Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH).
Kelima poin terebut yaitu Penguatan SDM: Target 50% dosen bergelar doktor pada tahun 2030, Ekosistem Riset: Peningkatan jumlah mahasiswa pascasarjana dan publikasi ilmiah global, Kemandirian Finansial: Proyeksi pendapatan BLU yang meningkat hingga 30% pada periode 2026-2030.L, Tata Kelola Akuntabel: Keberhasilan meraih peringkat ke-3 nasional dalam pengelolaan anggaran BLU dan predikat ‘A’ pada Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) 2025, serta Digitalisasi: Integrasi lebih dari 30 platform digital layanan akademik dan birokrasi, termasuk sistem pengadaan barang/jasa elektronik (LPSE).
Rektor mengatakan, arah strategis universitas untuk bertransformasi menjadi PTN-BH pada tahun 2027 dengan semangat “Unpatti Bersinar Menuju Universitas Berkelas Dunia”.
Rektor mengungkapkan capaian progresif dalam dua tahun terakhir, termasuk peningkatan jumlah program studi berakreditasi ‘Unggul’ sebesar 200%.
Mengusung tema Dies Natalis ke-63,”Potensi Unggul Untuk Indonesia Emas 2045: Inovasi, Kolaborasi, Keberlanjutan, dan Bersampak”, Rektor menekankan komitmen Unpatti melahirkan lulusan yang adaptif, inovatif, dan berkarakter.
Rektor menegaskan pola ilmiah pokok Unpatti, “Bina Mulia Kelautan”, bukanlah slogan kosong, melainkan ideologi yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan kesejahteraan masyarakat kepulauan. Sebagai langkah konkret, konsep PIP ini telah resmi mengantongi Hak Cipta dari Kementerian Hukum RI per 22 April 2026, yang menjadi kado istimewa ulang tahun ke-63 universitas.
“Unpatti harus menjadi pusat pengembangan peradaban masyarakat kepulauan. Kita bukan hanya membina manusia terdidik, tetapi membina kemuliaan ilmu yang berorientasi pada laut dan kesejahteraan masyarakat. Unpatti adalah laboratorium kebijakan maritim nasional,” tandasnya.
Di hadapan Wakil Ketua MPR RI, Dr. Eddy Soeparno S.H.,M.H., Rektor menitipkan mandat aspiratif agar Unpatti dilibatkan sebagai mitra strategis dalam penyusunan regulasi nasional berbasis karakteristik kepulauan.
“Dengan 92% wilayah laut, Maluku adalah halaman depan Indonesia yang memerlukan dukungan kebijakan fiskal dan otonomi pendidikan yang kuat dari pemerintah pusat,” ujarnya.
Rektor menyampaikan apresiasi kepada orang tua wisudawan atas kepercayaan yang diberikan kepada Unpatti. Kepada para lulusan, ia berpesan untuk selalu memegang teguh semangat Hotumese (terus menanjak) dan nilai “Katong Samua Orang Basudara”.
“Jadilah pemimpin yang kritis, inovatif, dan berintegritas. Pendidikan di Unpatti bukan sekadar meraih gelar, tetapi membentuk pribadi yang bersih hatinya, tangguh mencintai identitas kepulauan, namun siap bersaing di panggung dunia,” tandasnya.
Tantangan bagi Pemerintah
Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath dalam sambutannya mengatakan perguruan tinggi terus menghasilkan lulusan berkualitas setiap tahun. Kondisi ini menjadi tantangan bagi pemerintah dalam menyiapkan lapangan kerja yang memadai.
“Penyerapan tenaga kerja sangat bergantung pada pertumbuhan investasi di daerah. Oleh karena itu, diperlukan iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan,” ujarnya.
Vanath mengungkapkan keamanan dan kedamaian menjadi faktor utama yang mempengaruhi minat investor. Jika situasi daerah kondusif, maka investor akan lebih percaya untuk menanamkan modalnya di Maluku dan berdampak langsung pada pembukaan lapangan kerja, serta mampu menyerap lulusan perguruan tinggi, termasuk dari Unpatti.
“Maluku harus terus aman dan damai agar orang berani menginvestasikan uangnya di Maluku yang pada gilirannya bisa membuka lapangan kerja,” tandasnya.
Vanath mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga stabilitas daerah. Upaya tersebut penting demi mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Maluku.
Sebelumnya Ketua Senat Unpatti, Prof. Dr. Tonny Donald Pariela, M.A, dalam pidatonya saat membuka rapat terbuka luar biasa senat Unpatti menyoroti arah pengembangan karakter dan ideologi institusi.
Pariela memperkenalkan konsep “Monokomplementarisme” sebagai fondasi bagi seluruh civitas akademika. Konsep ini merupakan penyatuan antara basis spiritualitas yang terkandung dalam motto Unpatti, yaitu Hotumese (terus menanjak/berkembang), dengan orientasi intelektual melalui pola ilmiah pokok Bina Mulia Kelautan.
“Benang merah antara Hotumese dan Bina Mulia Kelautan perlu dibangun agar menunjukkan karakter kepribadian jiwa dan kepribadian intelektual Unpatti. Keduanya adalah dua sisi yang menyatu dan saling melengkapi sebagai ideologi pembentuk karakter civitas akademika,” ujarnya.
Ia menegaskan Senat Unpatti berkomitmen penuh untuk mendukung kepemimpinan Rektor. Pihaknya bertekad untuk terus mengawal kebijakan akademik demi mewujudkan Unpatti sebagai pusat pengembangan peradaban masyarakat kepulauan yang berdaya saing global.
“Senat Unpatti mengajak seluruh komponen untuk memantapkan soliditas dan kolaborasi agar karya Unpatti semakin bermutu dan berdampak nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” tandasnya.
Pariela juga memberikan apresiasi tinggi terhadap transformasi progresif yang terjadi di Unpatti. Ia mencatat berbagai pencapaian signifikan, mulai dari peningkatan jumlah guru besar dan tenaga pendidik bergelar doktor, peningkatan publikasi ilmiah, hingga bertambahnya program studi yang terakreditasi unggul.
Pariela menitipkan pesan agar profil kepribadian dan kapasitas keilmuan yang didapat selama di kampus dapat menjadi bekal strategis dalam berkarya di tengah masyarakat. (ZI-21)
