
Wakil Ketua MPR RI Orasi Ilmiah di Dies Natalis ke-63 dan Wisuda Unpatti, Soroti Disrupsi Global
ZonaInfo.id Ambon – Wakil Ketua MPR RI, Dr. Eddy Soeparno, S.H., M.H., menyampaikan orasi ilmiah pada Rapat Terbuka Luar Biasa Senat Universitas Pattimura (Unpatti) dalam rangka Dies Natalis ke-63 dan Wisuda Periode April 2026, Kamis (23/4/2026), di Auditorium Universitas.
Eddy Soeparno menyampaikan orasi berjudul, Indonesia di Pusaran Disrupsi Global: Tantangan dan Peluang bagi Kaum Muda.
Mengawali orasinya, ia menyoroti tantangan disrupsi global yang dihadapi Indonesia dan urgensi membangun ketahanan nasional bagi kaum muda.
“Jika dulu disrupsi terjadi setiap 50-100 tahun, kini kita menyaksikan tiga kali disrupsi global hanya dalam waktu 10 tahun saja,” ujarnya.
Ia mengidentifikasi disrupsi tersebut meliputi kemajuan teknologi dan digitalisasi, pandemi COVID-19, serta ketegangan geopolitik akibat perang di Timur Tengah.
“Perang di Timur Tengah saat ini berdampak serius pada sisi pasokan (supply), yang memicu kenaikan harga energi, bahan baku industri, dan kebutuhan pokok,” tandasnya.
“Dunia akan mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi yang melahirkan ekses politik, sosial, dan keamanan. Namun, pemerintah berkomitmen menjaga daya beli masyarakat melalui subsidi listrik, pertalite, dan LPG 3 kg yang tetap stabil,” tandasnya lagi.
Selain geopolitik, Soeparno menekankan dunia kini memasuki era “Krisis Iklim”. Ia menyoroti fenomena mencairnya salju abadi di Pegunungan Cartenz yang kini tersisa hanya 5% dan diperkirakan habis dalam 12-18 bulan ke depan.
“Ini bukan lagi soal perubahan iklim, ini krisis iklim. Kita harus menjaga ini sebagai permasalahan bersama agar degradasi ekologi tidak memakan korban jiwa,” tegasnya.
Terkait ketahanan energi, ia memaparkan kerentanan Indonesia yang masih mengimpor 80% kebutuhan LPG nasional (sekitar 8,5 juta kiloliter per tahun). Oleh karena itu, ia mendorong tiga langkah besar.
“Peningkatan produksi minyak mentah dan gas bumi nasional, percepatan transisi energi terbarukan (Surya, Hidro, Panas Bumi) sesuai visi Presiden Prabowo, percepatan elektrifikasi sektor transportasi dan rumah tangga (kompor induksi) serta pengembangan BBM nabati (etanol),” ungkapnya
Menyinggung soal tenaga kerja, Soeparno mencatat angkatan kerja Indonesia mencapai 154 juta jiwa, dengan 60% masih berada di sektor informal. Ia mendorong hilirisasi dan industrialisasi untuk memperluas lapangan kerja sektor formal yang lebih stabil.
“Wisudawan saat ini memiliki opsi pekerjaan yang lebih beragam dibanding generasi saya, mulai dari vlogger, influencer, hingga pengusaha online. Negara dan kampus perlu melakukan alignment agar mata kuliah selaras dengan kebutuhan sektor tenaga kerja formal, seperti yang berhasil dilakukan Korea Selatan, Jepang, Thailand, dan Vietnam,” jelasnya.
Ia mengatakan pemerintah bersama lembaga tinggi negara akan memastikan prinsip no one left behind (tidak ada yang ditinggalkan).
Ia berpesan agar target Indonesia Emas 2045 diperjuangkan dengan semangat keadilan bagi seluruh rakyat.
“Saya dan teman-teman di MPR serta lembaga legislatif akan memastikan asas keadilan dan kesejahteraan masyarakat menjadi prioritas. Target Indonesia Emas 2045 bukan ilusi, melainkan target yang semakin erat dalam genggaman kita semua. Selamat untuk para wisudawan!,” pungkasnya.
Usai menyampaikan orasi, Rektor didampingi Wakil Gubernur, Wakil Ketua MPR-RI, Ketua Senat Unpatti, serta stakeholder lainnya, meniup lilin perayaan Dies Natalis ke-63 Unpatti. (ZI-21)
