Unpatti Wisudakan 1.753 Lulusan, Ini Pesan Wagub

ZonaInfo.id, Ambon – Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon mewisudakan sebanyak 1.753 lulusan.

Wisuda berlangsung dalam Rapat Terbuka Luar Biasa Senat Unpatti Ambon, dalam rangka wisuda periode Desember 2021 bagi lulusan sarjana, profesi dokter, magister dan doktor yang dipusatkan di Auditorium Kampus Unpatti, Selasa (14/12/2021).

Ribuan lulusan ini terdiri dari 1.544 lulusan sarjana, 72 lulusan profesi dokter, 134 lulusan magister dan 3 lulusan doktor di periode Desember 2021.

Wakil Gubernur Maluku Barnabas Nathaniel Orno yang hadir di acara ini mengatakan, para wisudawan harus memahami bila ilmu yang telah diperoleh hanyalah sebagian dari apa yang diperlukan dalam hidup. Banyak hal lain di luar yang dapat membuat seseorang sukses dalam kehidupannya. Mengingat, kehidupan pekerjaan di luar penuh dengan kompetisi.

“Karena itu, tunjukkan nilai-nilai kehidupan di masyarakat seperti integritas, kejujuran, komitmen, disiplin dan rendah hati. Jagalah integritas diri agar tidak mudah di eksploitasi pihak lain,” katanya.

Wagub menjelaskan, seluruh ilmu pengetahuan pada bidang masing-masing telah diperoleh wisudawan selama masa studi. Namun demikian, hari-hari esok masih memerlukan penulisan intelektual melalui ilmu pengetahuan untuk mengkaji dan memecahkan masalah pembangunan ekonomi sosial dan kemasyarakatan.

“Mengingat Unpatti sebagai perguruan tinggi terkemuka di Maluku, tetap menjadi pioner dan barometer bagi penyelenggaraan perguruan tinggi lainnya. Karena itu, Unpatti hendaknya terus memiliki kematangan dan wawasan luas serta mampu terus berkarya untuk menghasilkan lulusan yang penuh dedikasi bagi pasar kerja di masyarakat,” jelasnya.

Atas dasar itu, Wagub mengaku akan terus memberi dorongan agar Unpatti terus maju dalam pengelolaan perguruan tinggi bermutu, sebagaimana diamanatkan UU Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi dan Mengutamakan Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi sesuai Permen Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor 62 Tahun 2016 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi.

“Unpatti harus melaksanakan Standar Nasional Pendidikan Tinggi sesuai Permendikbud RI Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, apalagi dalam Permendikbud telah ditambahkan 8 Standar Nasional Merdeka Belajar – Kampus Merdeka,” ujarnya.

Olehnya itu, kata Wagub, bagi Unpatti tidak ada pilihan bila semua program studi (kecuali prodi kedokteran) wajib melaksanakan dan mengimplementasikan kurikulum. Tujuannya, untuk memberikan kebebasan bagi mahasiswa menentukan pilihan kuliah di dalam program studi dan diluar program studi, dalam perguruan tinggi dan atau antar perguruan tinggi serta di masyarakat.

“Sementara bagi dosen dapat meningkatkan reputasi profesionalisme dosen, untuk membimbing para mahasiswanya menghasilkan karya ilmiah yang memiliki manfaat akademik,” tandas Wagub.

Sementara Rektor Unpatti, M.J Saptenno dalam sambutannya mengatakan, lulusan yang diwisudakan saat ini dapat berkompetisi dimasyarakat nanti akan menjadi masalah.

Saptenno meminta para lulusam bukan hanya belajar bidang ilmu yang dimiliki namun juga bidang ilmu yang lain. Contohnya bahasa Inggris karena beranggapan terasa sulit.

“Banyak tes CPNS yang gugur karena tidak lulus karena bahasa inggris,” ujarnya.

Saptenno berharap para wisudawan dapat berkompetisi dengan baik, karena masa depan sesungguhnya milik orang-orang yang mau berusaha.

“Jangan pernah lupa pada almamater, karena almamater adalah Ibu Asuh yang memberikan Ilmu. Ketika Anda sudah besar, ingatlah! Semuanya itu bersumber dari Ibu Asuh sehingga Anda menjadi orang-orang yang terpandang didalam masyarakat,” katanya. (ZI-15)

%d blogger menyukai ini: