Surga Dunia yang Masih Tersembunyi di Daerah Minyak

ZonaInfo.Id, Bula – Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) tak hanya terkenal sebagai daerah penghasil minyak bumi. Tapi alamnya juga luar biasa indahnya.

Sebut saja destinasi wisata Pualu Koon yang terletak di Kecamatan Pulau Gorom. Ada juga keindahan pulau yang tersembunyi di Negeri Banggoi, Kecamatan Bula Barat.

Kawasan yang panjang kurang lebih seribuan meter dari perkampungan Negeri Banggoi itu, kabarnya telah dilirik oleh investor asing untuk membangun destinasi wisata. Alam yang indah bak surga dunia.

Negeri yang dipimpin oleh seorang Raja ini memiliki kawasan lingkungan yang dipenuhi hutan mangrove. Namun seiring berjalannya waktu, hutan mangrove itu mulai punah. Sehingga upaya pelestarian akan dilakukan dalam waktu dekat.

Kepala Pemerintah Negeri Banggoi, Budi Yamin Baliman kepada ZonaInfo.Id, Sabtu (25/9/2021) di kediamannya mengaku, akan dilakukan penanaman mangrove dan budidaya kepiting bakau pada kawasan yang nantinya akan dibangun destinasi wisata.

Terkait dengan hal itu, kata Baliman, pihaknya telah melakukan rapat untuk membahas hal tersebut bersama dengan masyarakat Negeri Banggoi. Dan dari hasil rapat tersebut, hampir 98 persen masyarakat telah menyetujui.

“Kami akan berupaya untuk membangun destinasi wisata, kami bersama masyarakat Banggoi sudah melakukan rapat untuk membahas hal tersebut beberapa pekan lalu dan 98 persen warga masyarakat setuju. Sehingga untuk menjaga kelestarian lingkungan ini pula, kami akan melakukan penghijauan mangrove di kawasan yang akan dibangun destinasi wisata tersebut” ungkapnya.

Dikatakan, investor yang telah melirik kawasan itu, juga akan memberikan dukungan dana untuk penghijauan hutan mangrove dan budidaya kepiting bakau. Bahkan dana awal yang sudah disiapkan untuk pembangunan mesjid sebesar Rp.100 Juta.

“Jadi kami akan mendapat dukungan dana untuk penanaman mangrove dan budidaya kepiting bakau pada kawasan ini, disamping itu juga mereka sudah memberikan dana awal untuk pembangunan mesjid, karena targetnya adalah membangun destinasi wisata sekaligus penanaman mangrove dan budidaya kepiting bakau” jelas Baliman.

Lanjutnya, dengan adanya spot wisata tentu akan menjadi sumber pemasukan asli desa, serta meningkatkan ekonomi masyarakat Banggoi.

“Kita harus jemput program ini, karena dengan begitu adanya aktifitas masyarakat dan tentu ini bagian dari peningkatan ekonomi masyarakat” ujar Baliman.

Sementara mengenai informasi yang berkembang bahwa ada penolakan dan kawasan tersebut akan dijual,  Baliman menegaskan informasi tersebut tidak benar.

“Jika informasi yang berkembang seperti itu maka tidak benar. Buktinya investor juga sudah memberikan dana awal untuk pembangunan mesjid di Negeri Banggoi dan aktifitas pembangun mesjid akan segera dilakukan” tandasnya.

Mengenai penanaman hutan mangrove dan pembangunan destinasi wisata, Sekretaris Negeri Banggoi Buce Atlewam dan Imam Mesjid Negeri Banggoi, Ilham Ehleklam juga membenarkan hal tersebut.

“Iya kami sudah rapat dan bicarakan memgenai spot wisata, penghijauan mangrove dan budidaya kepiting di Negeri Banggoi” kata Atlewam.

Rencana penghijauan mangrove dan budidaya kepiting ini, kata dia, telah dibicarakan dalam rapat bersama warga yang digelar beberapa hari lalu.

“Dalam rapat hampir seluruh masyarakat Banggoi menyetujui dan kami juga sudah disiapkan dana awal untuk pembangunan mesjid sebesar Rp.100 Juta” ungkapnya.

Atlewam juga menegaskan, informasi yang berkembang bahwa adanya penggusuran kuburan dan tempat keramat di Negeri Banggoi, itu tidak benar.

“Kalau ada informasi mengenai penggusaran kuburan dan keramat di Negeri Banggoi itu tidak benar” tandasnya.

Ditempat yang berbeda, warga Negeri Banggoi Abdul Kadir Wadjo mengatakan dirinya mendukung pembangunan spot wisata dan penghijauan mangrove serta budidaya kepiting di Banggoi.

Pasalnya menurut Wadjo, jika penghijauan mangrove dilakukan maka lingkungan dan ekosistem sekitar akan terjaga dengan baik. Dan budidaya kepiting bakau, akan membuka lapangan kerja.

“Selain akan terjadinya peningkatan pendapatan asli desa dan juga terjadinya peningkatan ekonomi masyarakat karena adanya aktifitas di Banggoi, disamping itu kawasan sekitar akan terlindungi” ungkapnya. (ZI-16)

%d blogger menyukai ini: