Bella Sofie Hibur Masyarakat di Kampung Halaman Suaminya MDR

ZonaInfo.id, Namlea – Artis Bella Sofie melantunkan lagu goyang dumang dan Terajana saat tampil bersama rekan-rekannya menghibur masyarakat di kampung halaman suaminya MDR di Desa Jikumerasa, Kecamaan Liliyali, Kabupaten Buru, Minggu (27/2/2022).

Saat tampil di atas panggung membawakan dua lagu yang pernah hits dan masih digandrungi di tanah air ini, Bella Sofie mengaku sudah enam tahun tidak berkutat lagi di dunia tarik suara setelah ia menikah dengan Muhammad Daniel Rigan (MDR).

Terlebih dahulu memohon maaf, Bella Sofie dengan jujur mengakui merasa kurang pede tampil di atas panggung  kali ini yang diisi artis Ibukota, Fitri Karlina dan artis top berdarah Maluku, Jean Christy.

Bella Sofie tidak tampil sendiri, melainkan berempat bersama penyanyi Jean Christy, MC Ija Wamnebo dan istri Kasat Intelkam Polres Pulau Buru, Angrid Sirait.

Ia tampil quarted dengan group dadakan yang diberi label “Group Amburadul” guna memenuhi keinginan ibu-ibu pengunjung yang ingin istri MDR ini ikut menyumbangkan suara merdu.

Walau terkesan dadakan, Bella Sofie bersama “Group Amburadul” -nya mampu menghibur dan mendapat sambutan meriah dari pengunjung.

Usai Bella dan groupnya tampil menghibur, penonton juga mendaulat suaminya MDR tampil membawakan satu buah lagu Ambon Tanah Pusaka bersama Wabub Buru Amuatofa Besan.

Acara puncak hari itu dalam rangka Lomba Goyang MDR,  Lomba Cakalele dan Lomba Tarian Sawat yang memperebutkan hadiah ratusan juta rupiah.

Pengunjung membludak pada kegiatan yang disponsori oleh Bella Sofie dan suaminya MDR itu. Dan pihak panitia selalu mengingatkan pengunjung untuk tetap memakai masker.

Polres Pulau Buru juga menyiapkan tim Vaksinasi Covid-19 di lokasi acara dan menganjurkan warga yang belum vaksin Tahap I atau Tahap II dapat divaksin di lokasi acara.

Pentas Seni dan  Budaya  yang digagas pasangan suami istri ini berlangsung sejak tanggal 23 April lalu dan berakhir minggu.

Sebanyak 46 group mengikuti lomba senam goyang MDR, Tarian Sawat diikuti 22 Group dan Tarian Cakalele diikuti 14 group.

Group yang tidak lolos ke final juga tetap diberi imbalan ongkos angkutan Rp.500 ribu per group.

Hadiah tertinggi diberikan kepada group senam goyang MDR juara pertama sebesar Rp.25 juta dan hadiah paling terendah Rp.2,5 juta pada setiap mata lomba.

MDR di hadapan pengunjung yang hadir menegaskan, kalau ia dan istrinya juga akan mensponsori Festival Ramadhan pada Bulan Ramadhan nanti.

Berbagai mata lomba akan dipertandingkan pada festival ini dan salah satunya lomba adzan. MDR juga meminta masukan dan ide dari masyarakat, tentang apa saja yang dilombakan di Festival Ramadhan ini.

“Satu lagi mau saya sampaikan, saya dan istri berencana habis puasa dan lebaran nanti, saya akan memilih para imam dan mulai dari kampung-kampung mualaf, saya akan sekolahkan 10 orang per bulan ke Jawa,” beber MDR.

Dalam dua tahun ke depan ditargetkan 200  imam beserta warga dari kampung mualaf yang diikutkan belajar di salah satu Universitas  di Bekasi.

Di sana, mereka akan belajar ilmu Al-Qur’an selama sebulan. Supaya mereka pulang ada perubahan dan akhlak juga lebih bagus lagi sehingga menjadi berkah bagi saudara yang lain.

Kata MDR, suatu pprogram itu akan berjalan, juga ekonomi boleh bagus, tapi kalau akhlak jelek itu sama saja bohong.

Karena itu dalam dua tahun ke depan akan ada imam-imam terbaik di Kabupaten Buru setelah mereka dikirim belajar di Bekasi.

MDR akan berjalan seimbang, kalau ada yang omong MDR suka joget-joget bikin seperti ini, bukan seperti itu.

“Semua saya kerja by progres. Habis selesai ini kita cukup bergembira, kita akan masuk ke hal-hal yang agamais yang mendidik orang menjadi baik,” pungkas MDR. (ZI-18)

%d blogger menyukai ini: