Pelayan dan Warga Jemaat GPM Kairatu Diingatkan Terus Berbenah

ZonaInfo.id, Piru – Para pelayan dan warga jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Kairatu, Klasis Kairatu diingatkan untuk terus berbenah diri menghadapi perkembangan dunia yang terus berubah.

Hal ini disampaikan Ketua Majelis Jemaat GPM Kairatu, Okter Tapilouw dalam sambutannya pada pembukaan persidangan Jemaat GPM Kairatu, Kamis (10/2/2022).

“Pergumulan gereja saat ini dan kedepan tidaklah ringan. Para pelayan dan warga gereja harus terus membenahi diri menghadapi perkembangan dunia yang terus berubah,” tandasnya.

Dikatakan, untuk menjawab tugas-tugas dan panggilan pelayanan gereja pada persidangan jemaat ke-41 ini, masalah kehidupan yang kompleks seperti ekonomi, sosial, pendidikan, persekutuan, pembangunan sarana infrastruktur, mau tidak mau menyadarkan kita untuk memperhatikan gedung Gereja Pniel, tempat awal pergerakan dan pertumbuhan jemaat ini yang telah mengalami kerusakan.

Kemudian, gedung Gereja Mahanaim yang dipikirkan untuk dilakukan renovasi, penyelesaian gedung Betfage, yang mesti menjadi bangunan gedung gereja representatif untuk menjawab rentang kendali pelayanan dari segi peribadahan umat, kebutuhan pelayanan gereja lainnya, khususnya pembinaan anak dan remaja, serta penyelesaian pembangunan pastori 2, dan juga dipikirkan kedepan untuk mempersiapkan pastori 3.

Karena itu warga gereja dan para pelayan tidak hanya menunggu atau sekedar berbicara, tetapi lebih penting adalah mengerjakan hal-hal yang baik untuk menjawab tantangan pelayanan yang semakin kompleks, termasuk sumber daya alam tanah milik gereja yang telah dimanfaatkan untuk pembuatan kebun jemaat.

“Maka sesungguhnya jemaat GPM Kairatu membutuhkan kualitas sumber daya warga gereja yang memiliki kematangan dan kecerdasan seorang hamba secara paripurna dalam hal pemberitaan menggerakkan demi menopang pelayanan,” tandas Tapilouw.

Dikatakan, meskipun dunia dilanda Covid-19, terjadi bencana alam dan non alam lainnya di mana-mana, tetapi oleh kasih sayang Yesus Kristus  Kepala Gereja, maka amanat persidangan ke-40 tahun 2021 telah digumuli bersama, baik penetapan program dan kegiatan tahun 2021 serta realisasinya. Juga penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja jemaat berimbang sebesar Rp 1.125.797.015.

Lanjut Tapilouw, persidangan jemaat GPM Kairatu ke-41 ini berlangsung di bawah sorotan tema 5 tahun,” Beritakanlah Tahun Rahmat Tuhan Telah Datang dan Kerjakanlah Keselamatan”. Sub temanya, Membangun Gereja Yang Memiliki Ketahanan dan Daya Juang Demi Kualitas Kehidupan Bersama di Tengah Pandemi Covid-19 Dengan Transformasi Digital.

Tema dan Sub Tema ini,  kata Tapilouw, mengharuskan pelayan dan umat bersungguh-sungguh menghamba dalam mengerjakan keselamatan demi kebaikan banyak orang mulai dari pribadi, keluarga-keluarga, hidup bermasyarakat, sumberdaya manusia maupun alam (laut darat) sebagai tempat dimana kita bertanggung jawab memperjuangkan dan menghadirkan tanda-tanda Syalom Allah di bumi.

“Sebab hanya dengan begitu kita menunjukkan sikap sebagai gereja yang bertanggung jawab untuk melakukan hal yang lebih baik dan benar, melalui peningkatan kualitas SDM dan SDA dalam menghadapi tantangan dan perkembangan zaman di segala bidang kehidupan, secara khusus transformasi digital yang semakin mendunia,” ujarnya. (ZI-14)

%d blogger menyukai ini: