Dituding Naikkan Harga Bansos KPM, Ini Tanggapan Bos Supermarket Wingkel

ZonaInfo.id, Bula – Pimpinan Supermarket Wingkel Kota Bula, Harley Pietersz sebagai salah satu penyalur bantuan sosial non tunai kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), mengatakan dalam dunia usaha perbedaan satuan harga barang adalah hal yang wajar.

“Dalam dunia usaha, sering terjadi perbedaan satuan harga barang termasuk harga sembako, dan itu wajar-wajar karena setiap pengusaha sembako maupun pengusaha apa saja memiliki agen belanja barang jualan yang berbeda,” kata Harley, Rabu (19/1/2022) di Bula.

Sebagai Pemilik Supermarket Wingkel Bula, ia merasa kesal dengan postingan salah satu oknum pegiat Medsos di Facebook mengenai satuan harga sembako yang diberikan kepada KPM atau penerima bantuan non tunai di Kecamatan Bula, Teluk Waru, Tutuktolu, Kian darat dan Siritaun Widatimur yang naik drastis.

“Saya sedikit kesal lantaran tidak sesuai dengan yang terjadi. Pasalnya, dalam postingan tersebut menganai kenaikan harga sembako yang naik drastis kepada keluarga penerima manfaat. Padahal tidak sesuai dengan kenyataan. Justru masih normal,” tandasnya.

Menurutnya, dalam dunia usaha sering terjadi perbedaan harga barang, dan itu wajar-wajar karena setiap pengusaha sembako maupun pengusaha apa saja memiliki agen belanja barang jualan yang berbeda.

Ia mencontohkan, harga gula pasir, beras dan minyak goreng Bimoli itu tidak sama harga di setiap toko. Pasti terjadi perbedaan harga.

“Karena setiap barang yang dimbil dari Ambon maupun Surabaya di agen yang berbeda. Sehingga, setiap supermarket maupun toko memiliki sebagian harga yang berbeda. Perbedaan harga tersebut tidak lebih dari tiga ribu rupiah, dan harga itu masih normal,” ungkapnya.

Lanjutnya, Supermarket Wingkel Bula hanya memiliki jatah melayani penyaluran bantuan non tunai bagi KPM hanya 5 kecamatan. Tetapi saat itu akhir tahun 2021 dan beberapa penyalur atau E-Warung di kecamatan tertentu libur Natal dan Tahun Baru, sehingga dirinya harus melayani sebagian besar KPM di 15 kecamatan yang ada.

“Dengan begitu tentu menghabiskan struk bukti pengambilan yang tadinya hanya sedikit kini bertambah banyak, yang tadinya karyawan tidak lembur malam, justru harus lembur malam guna KPM bisa mengambil sembako mereka karena selain mereka, sudah ada dari kecamatan yang jauh,” jelas Harley.

Sebagai E-Warung yang melakukan penyaluran sembako dari bantuan sosial KPM, Harley meminta semua pihak bekerja sama dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat yang menerima bantuan itu.

“Kerja sama yang dimaksud agar tidak terjadi kegaduhan atau pun penumpukan seperti yang terjadi di akhir Desember tahun lalu itu, sehingga masyarakat terpaksa harus mengantre dengan waktu yang relatif cukup lama,” ujarnya.

Pihak-pihak yang harus bekerja sama adalah Dinas Sosial, Bank BRI dan E-Warung penyalur.

Sebagai bank yang bekerja sama dengan Dinas Sosial, Harley berharap BRI dapat mencetak kartu Program Keluarga Harapan (PKH) tepat waktu.

“Pendamping PKH dari Dinas Sosial juga mesti serius melakukan pendampingan dengan segera memastikan kartu PKH telah berada di tangan masing-masing KPM, serta memberikannya kepada KPM dan E-Warung untuk siap sedia menyiapkan stok sembako guna melayani KPM,” tandas Harley. (ZI-16)

One thought on “Dituding Naikkan Harga Bansos KPM, Ini Tanggapan Bos Supermarket Wingkel

  • 21 Januari 2022 pada 1:19 am
    Permalink

    Pendamping pkh sdh sangat serius melakukakan pendampingan kartu kks sdh ada ditangan masing” kpm dari dulu dan ini pendamping pkh selalu edukasikan terkait kks kpm, nah yg menjadi permasalahan kenapa pengambilan sembako harus di pusatkan di satu titik, harusnya di buka dong e-warung” yg lain ini standar kabupaten lo bkn desa

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: