Dampak Gejolak Harga Bahan Makanan, Inflasi IHK Maluku Meningkat

ZonaInfo.id, Ambon – Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Maluku tahun 2021 tercatat 4,01% (yoy). Meningkatnya inflasi akibat tingginya gejolak harga bahan makanan.

“Meningkatnya inflasi tahun 2021 ini merupakan dampak dari tingginya gejolak harga bahan makanan, khususnya pada periode perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), baik Idul Fitri maupun Natal,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Maluku, Noviarsano Manullang kepada media di Ambon melalui rilis yang diterima, Rabu (5/1/2022).

Menurut Manullang, peningkatan permintaan masyarakat secara umum terutama menjelang akhir tahun seiring dengan kemajuan dalam penanganan pandemi Covid-19 belum dapat diimbangi dengan kelancaran pasokan yang terdampak oleh kelangkaan peti kemas.

“Perkembangan tersebut membawa inflasi IHK Maluku 2021 tercatat meningkat dibandingkan dengan inflasi IHK pada 2020 yang sebesar 0,21% (yoy), sekaligus sedikit berada di atas kisaran sasaran inflasi 2021 sebesar 3,0±1% (yoy),” jelas Manullang.

Karena itu, inflasi IHK Desember 2021 secara bulanan yang relatif tinggi turut mendorong pencapaian tersebut. Meskipun menurun dibandingkan dengan November 2021 yang mencatat inflasi 1,06% (mtm), inflasi IHK Desember 2021 sebesar 0,82% (mtm) ini lebih tinggi dibandingkan dengan rerata historis inflasi IHK Desember pada tiga tahun terakhir yang sebesar 0,54% (mtm).

“Perkembangan ini utamanya didorong oleh inflasi pada kelompok makanan, minuman dan tembakau yang mencapai 2,09% (mtm), atau jauh di atas rerata historisnya tiga tahun terakhir sebesar 0,21% (mtm). Selanjutnya, inflasi pada Desember 2021 juga disebabkan oleh kenaikan harga pada kelompok pakaian dan alas kaki yang mencapai 1,26% (mtm), lebih tinggi dari rerata historisnya pada tiga tahun terakhir sebesar 0,35% (mtm),” papar Manullang.

Oleh sebab itu, kata Manulang, TPID Provinsi Maluku berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi upaya pengendalian inflasi di tahun 2022. Upaya pengendalian inflasi di Maluku ke depan akan tetap didasarkan pada strategi 4K (Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi dan Komunikasi Efektif).

“Sebagai bagian dari strategi ini, upaya untuk meningkatkan ketercukupan produksi bahan makanan pokok dari dalam wilayah Maluku akan menjadi salah satu target utama,” ungkap Manullang.

Selain itu, Perluasan Kerjasama Antar Daerah (KAD) dengan provinsi lain di Indonesia juga akan terus diperluas guna memperkuat ketahanan pasokan di Maluku.

“Selanjutnya, rencana pengendalian inflasi di Maluku ke depan akan dituangkan dalam Roadmap (Peta Jalan) Pengendalian Inflasi 2022-2024,” tandasnya. (ZI-17)

%d blogger menyukai ini: