Soukotta Buka Pagelaran Seni dan Budaya SMTPI Jemaat GPM Kairatu

ZonaInfo.id, Piru – Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Johanes Soukotta membuka pagelaran seni dan budaya Sekolah Minggu Tunas Pekabaran Injil (SMTPI) Jemaat GPM Kairatu, Senin (15/11/2021).

Pagelaran yang dipusatkan di Gedung BPKB Provinsi Maluku di Desa Kairatu, dengan tema, “Bersaksilah Melalui Talentamu Supaya Tuhan Dipermuliakan”.

Soukotta mewakili Bupati Timotius Akerina yang tidak bisa hadir, karena sementara tugas dinas di Kota Ambon.

“Ketidakhadiran Bupati bukan sesuatu yang disengajakan, karena Bapak Bupati masih melaksanakan tugas kedinasan di Kota Ambon,” katanya.

Soukotta mengatakan, ini adalah momentum gereja, dan selaku gereja harus tetap semangat untuk memuliakan Tuhan dengan talenta yang dimiliki dari Tuhan.

“Seni adalah sesuatu yang lahir dari kreasi seseorang yang memiliki nilai seni. Sedangkan budaya adalah identitas yang menunjukkan tradisi yang hidup dan berkembang dalam masyarakat. Jadi itu dua sisi yang tetap kita jaga dan lestarikan,” tandasnya.

Lanjutnya, panitia telah menggagas, menginisiasi dan mempelopori kegiatan pagelaran seni dan budaya. Ini bukan hal yang mengadopsi karya-karya orang atau kelompok lain.

“Saya lihat di sini ada misi besar, walaupun ini baru pertama, ini gebrakan untuk pengembangan potensi bakat, minat, hobi dan talenta yang Tuhan sudah berikan par (untuk) kita punya anak-anak,” ungkap Soukotta.

Selaku orang yang pernah dibesarkan di SMTPI, Soukotta bangga dengan pengasuh SMTPI Jemaat GPM Kairatu yang menjadi pelopor kegiatan pagelaran seni dan budaya ini.

“Saya berharap ini dijadikan momentum untuk dimasukan dalam agenda tahunan, sehingga kedepan kita koloborasi bisa membantu mengurangi beban anggaran dari panitia. Kongkritnya dari Pariwisata kita bisa bantu dengan anggaran. Sedangkan dari aspek budaya Dinas Pendidikan bisa membantu karena memiliki

korelasi keterpangilan,” ujarnya.  

Jadi Kekuatan

Ketua Majelis Pekerja Klasis GPM Kairatu, Pendeta Z.J Sahertian menyambut dengan sukacita pagelaran seni dan budaya ini.

“Bapak dan ibu tujuan dari pagelaran seni dan budaya ini untuk memberikan hiburan kepada masyarakat, sebab sudah hampir dua tahun ini kita tidak bisa kumpul bersama dalam jumlah yang banyak, akibat dari pandemi Covid-19,” kata Sahertian dalam sambutannya.

Dikatakan, tujuan dari kegiatan ini juga adalah untuk melestarikan dan menampilkan budaya-budaya yang ada di Kabupaten SBB, dan budaya masyarakat Maluku pada umumnya.

“Saya menyimak dari laporan panitia, sesungguhnya Maluku kaya akan budaya, dan oleh karena itu kita punya tradisi, punya budaya itu harus dilestarikan,” ujarnya.

Lanjutnya, budaya menjadi kekuatan untuk membangun kehidupan bersama di tengah-tengah kehidupan masyarakat di Kabupaten SBB dan di Negeri Kairatu tercinta.

“Fakta hari ini, kita sementara diperhadapan dengan tangan-tangan teknologi transportasi digital yang begitu cepat di tengah masyarakat, dan pengaruh-pengaruh transportasi digital itu juga sangat berdampak bagi iman, bagi spiritualitas anak dan remaja dan Gereja Protestan Maluku secara khusus,” ungkap Sahertian.

Karena itu, pagelaran seni dan budaya ini, akan menjadi sesuatu yang penting. Sebab meskipun diperhadapkan dengan perubahan-perubahan cepat di tengah-tengah masyarakat, namun tradisi dan budaya tidak dilupakan.

“Kami percaya bahwa GPM dengan lembaga pendidikan formalnya, baik Sekolah Minggu maupun Katekisasi adalah salah satu lembaga penting dalam rangka persiapan anak dan remaja GPM untuk menghadapi tantangan dan persoalan-persoalan yang terjadi dalam masyarakat,” tandas Sahertian. (ZI-14)

%d blogger menyukai ini: