Pelni Cabang Ambon Gelar Program Padat Karya

ZonaInfo.id, Ambon – Kantor Pelni Cabang Kota Ambon berkerja sama dengan instansi terkait menggelar program padat karya di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon.

Kegiatan yang digelar Selasa (9/11/2021), merupakan langkah pemerintah untuk terus berupaya meningkatkan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat di tengah kebijakan tanggap darurat pandemi Covid-19.

“Hal ini merupakan bukti nyata insan pelabuhan dalam memberdayakan masyarakat sekitar Pelabuhan Yos Sudarso,” kata Kepala Bagian Operasi PT. Pelni Cabang Ambon, Muhammad Assagaf di Ambon, Rabu (10/11/2021)

Lebih lanjut, Muhammad Assagaf mengungkapkan, Kementerian Perhubungan menjadi salah satu dari beberapa Kementerian yang memiliki program padat karya. Program padat karya di Lingkungan Kementerian Perhubungan merujuk pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM.70 Tahun 2021 Tentang Tata Cara Penyelenggaraan Program Padat Karya di Lingkungan Kementerian Perhubungan.

“Tujuan dari program padat karya yakni untuk mengurangi pengangguran, dan masyarakat miskin. Kami berharap kepada seluruh insan pelabuhan, baik instansi pemerintah maupun stakeholder untuk terus mendukung program pemerintah ini,”ucapnya.

Program padat karya di Pelabuhan Yos Sudarso melibatkan 9 orang, yaitu di lingkungan pelabuhan 2 orang, Kudamati 2 orang, Batumerah 3 orang.

“Jadi kami tidak memilih-milih, ada sekitar 9 orang, malahan ada tambahan 2 orang sehingga jumlahnya sekitar 11 orang,” ujar Assagaf.

Karena tambahan dua orang tersebut, lanjut Assagaf, dirinya ingin menambah lagi dan dibagi menjadi 2 grup, sehingga bisa ditempatkan di kapal-kapal lain.

“Jadi jangan semua orang kerja dalam 1 kapal, tapi dibagi-bagi. Kegiatannya sudah dimulai dari Selasa  tanggal 9 November, kapal pertama yaitu Sabuk Nusantara 106, jadi ini bertahap tidak sekaligus,” jelasnya.

Dijelaskan lagi, 5 kapal perintis yang home base di Ambon yaitu Sabuk Nusantara 71, Sabuk Nusantara 87, Sabuk Nusantara 106, Sabuk Nusantara 103, dan Sabuk 107. Setiap kapal dilakukan dua kali pekerjaan dalam satu bulan dan selama tiga bulan, Oktober-Desember.

“Jadi kita diminta  menyiapkan 9 orang per kegiatan. Jadi 1 kapal itu dalam 1 bulan 2 kali dan dilangsung dibayar 300 ribu per orang,& ungkapnya

Yang mau mendaftar, syarat-syaratnya antara lain, memiliki KTP dan surat keterangan tidak mampu dari RT/RW.

“Jadi kita harus tepat sasaran untuk mereka yang kurang mampu atau belum memiliki pekerjaan. Ini sangat bagus karena membantu masyarakat dan terbuka untuk umum, cuman untuk pertama ini kita utamakan yang di lingkungan pelabuhan,” kata Assagaf. (ZI-17)

%d blogger menyukai ini: