25 ABK Korban KM Hentri Belum Ditemukan

ZONAINFO.ID, Ambon – Sebanyak 25 ABK korban terkabarnya KM Hentri di Kepulauan Tanimbar belum ditemukan.

Pencarian hari keempat dilakukan hari ini, Sabtu (11/9/2021) sekitar pukul 07.30 WIT oleh Tim Basarnas.

Kepala Kantor Basarnas Ambon, Mustari dalam rilisnya yang diterima ZonaInfo.id, Sabtu (11/9/2021) menjelaskan, sesuai rencana Tim Rescue Pos SAR Tual beserta unsur potensi SAR menggunakan kapal milik PSDKP Tual melakukan penyisiran dan pencarian sekaligus mengevakuasi 5 korban yang selamat. Mereka saat ini berada di Desa Mun, Pulau Tanimbar Kabupaten Maluku Tenggara.

Mustari mengungkapkan, operasi pencarian hari ketiga pada Jumat (10/9/2021) dihentikan sementara karena kondisi cuaca memburuk.

“Operasi pencarian Tim SAR pada hari ketiga terhadap 25 ABK KM Hentri yang dinyatakan hilang di peraiaran Kepulauan Tanimbar, dihentikan sementara oleh Tim SAR gabungan Jumat,” jelasnya.

Lanjut Mustari, sejak pukul 08.00 WIT Basarnas Ambon mengerahkan satu Tim Rescue unit siaga SAR Dobo beserta unsur potensi SAR dengan menggunakan kapal KP 3002 Teluk Ambon Polairud Polda Maluku, menuju LKK guna melaksanakan operasi pencarian terhadap 25 ABK korban terbakarnya KM Hentri itu.

Namun, operasi SAR pencarian hingga pukul 13.00 WIT belum menemukan tanda-tanda keberadaan para korban.

“Tim SAR gabungan memutuskan untuk menghentikan sementara pencarian dan kembali ke Kepulauan Aru dikarenakan kondisi cuaca yang memburuk,” ujarnya.

Dengan jarak -+ 121,38 NM dari LKK, tim SAR gabungan mampu menembus jarak -+ 53 NM untuk bisa melaksanakan penyisiran dan pencarian terhadap para korban sesuai rencana operasi SAR hari ketiga.

Sementara itu, Tim Rescue Pos SAR Tual terus berupaya melakukan koordinasi dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas Pulau Tanimbar Kabupaten Maluku Tenggara  untuk pengerahan unsur masyarakat guna melakukan penyisiran di sekitar perairan Pulau Tanimbar bila memungkinkan cuaca membaik.

Selama operasi SAR cuaca diselimuti hujan ringan, angin Timur-Tenggara berkecepatan 25 knots, dan Ratas Tinggi gelombang mencapai 5 Meter.

Unsur SAR yang terlibat diantaranya, unit siaga SAR Dobo, Pos SAR Tual, Polairud Polda Maluku, Polairud Polres Dobo, Lanal Tual, PSDKP Tual.

Untuk diketahui, KM Hentri  dilaporkan terbakar di tengah laut antara Pulau Molu, Kepulauan Tanimbar dan Pulau Tanimbar, Kabupaten Maluku Tenggara.

Sebanyak 32  ABK berusaha menyelamatkan diri dengan cara melompat ke laut. Dua orang ABK tewas terjebak di dalam kapal, 5 orang ABK berhasil selamat, dan 25 orang lainnya dinyatakan hilang.

Kapal penangkap cumi ini berangkat dari Pelabuhan Muara Angke Jakarta hendak menuju Merauke, Provinsi Papua pada 15 Agustus 2021

Selama berlayar sesampainya di perairan Kepulauan Tanimbar sekitar 50 Mil antara Perairan Kepulauan Tanimbar dan Pulau Tanimbar, Kabupaten Maluku Tenggara  kapal diterjang gelombang setinggi 3 meter sehingga mengalami guncangan hebat dan muncul asap hitam tebal dan kobaran api dari dalam kapal. (ZI-15)

%d blogger menyukai ini: