
Usut Proyek Revitalisasi SMP Negeri 12 SBT Rp2 Miliar
ZonaInfo.id, SBT – Aktivis Seram Bagian Timur (SBT) meminta aparat penegak hukum mengusut Proyek Revitalisasi Sarana Pendidikan SMP Negeri 12, Kecamatan Wakate.
Hingga kini pekerjaan belum rampung. Padahal anggaran proyek senilai Rp2 miliar yang bersumber dari APBN ini, telah dikucurkan sejak tahun 2025.
“Penegah hukum baik jaksa maupun Polres, harus segera melakukan pemeriksaan terhadap Kepala SMP 12,” tandas Aktivis SBT, Ayub Rumbaru, Minggu (8/3/2025).
Rumbaru mengatakan sesuai kalender pekerjaan, Proyek Revitalisasi Sarana Pendidikan SMP 12 harus rampung tahun 2025. Ia menduga ada indikasi penyalahgunaan.
“Saya menduga ada indikasi penyalahgunaan anggaran, aparat penegak hukum harus usut,” ujarnya.
Ia menilai penjelasan Kepala SMP 12 janggal. Jika alasan bahwa pekerjaan terkendala material non lokal, lalu mengapa tiga ruangan bisa tuntas, sementara satu ruangan belum rampung. Padahal seluruh pekerjaan menggunakan material yang sama.
“Kan material pembangunan sama, kenapa mestinya menunggu material non lokal, mestinya dijelaskan dengan rinci,” tandas Rumbaru.
Belum Rampung
Seperti diberitakan, pekerjaan Proyek Revitalisasi Sarana Pendidikan SMP 12, Kecamatan Wakate, Kabupaten SBT, hingga kini belum rampung.
Proyek yang bersumber dari APBN ini telah dikerjakan sejak tahun 2025 dengan nilai kurang lebih Rp2 miliar.
Kepala SMP 12 SBT, Gujali Takmuly kepada ZonaInfo.id, kemarin melalu telepon genggamnya mengaku tiga ruangan sudah selesai. Satu ruangan untuk administrasi pekerjaan terkendala distribusi material non lokal.
Saat ditanya jenis material non lokal, Takmuly tidak menjelaskan lebih rinci. “Iya satu ruangan administrasi belum rampung, sementara tiga ruangan sudah,” ungkapnya.
Sebagai penanggung jawab, kata Takmuly, ia sudah konfirmasi ke pihak Kementerian dan pekerjaan tetap berjalan.
“Saya sudah konfirmasi ke Kementerian dan penjelasan dari Kementerian bahwa jika memang material sudah ada, maka pekerjaan tetap dilanjutkan sampai selesai,” ujarnya.
Sementara itu, mengenai perabot sekolah tersebut, ia mengatakan sudah dipesan untuk didistribusikan ke lokasi pekerjaan.
“Kami sudah pesan, dan saat ini saya dan bendahara sekolah masih ada di Bula untuk kemudian mendistribusikan perabot sekolah,” ungkapnya.
Untuk diketahui, hampir sebagian besar SMP di SBT penerima bantuan dana revitalisasi belum menerima perabotan. Seperti sofa, lemari, tangga besi untuk siswa disabilitas. Salah satunya di SMP 19 Kecamatan Teor. (ZI-11)
