Kota

BPPRD Kota Ambon Lampaui Target Pendapatan, Proyeksi Akhir Tahun 2026 Meningkat

ZonaInfo.id, Ambon – Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Ambon mencatat kinerja positif dalam realisasi pendapatan daerah tahun 2025 dengan capaian melampaui target yang telah ditetapkan.

Kepala BPPRD Kota Ambon, Rolex S. de Fretes, menyampaikan target awal pendapatan yang dikelola BPPRD pada APBD murni tahun 2025 sebesar Rp168,3 miliar, kemudian mengalami kenaikan pada anggaran perubahan menjadi Rp176,5 miliar.

“Hingga akhir Desember, realisasi pendapatan mencapai Rp180,1 miliar atau sebesar 102,04%. Artinya, target yang ditetapkan berhasil kami lampaui,” ujar Rolex kepada wartawan, Senin (2/2/2026), di ruang kerjanya.

Lanjutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran BPPRD dalam mengoptimalkan potensi pendapatan daerah.

Untuk tahun anggaran 2026, BPPRD kembali mendapat target pendapatan sebesar Rp180,02 miliar. Hingga 31 Januari 2026, realisasi harus mencapai 7,82%.

“Target triwulan pertama adalah 15%. Saat ini kami sudah di angka 7,82%, dan beberapa sektor menunjukkan tren yang baik,” jelasnya.

Sejumlah sektor yang mencatat capaian signifikan di awal tahun 2026 antara lain jasa kesenian dan hiburan yang telah mencapai 12%, sektor perhotelan 11%, sektor barang dan jasa tertentu sekitar 13%, serta pajak air tanah sebesar 10,47%. “Ini menjadi tanda-tanda yang baik untuk pencapaian target tahun 2026,” ujar de Fretes.

Rolex mengatakan, keberhasilan BPPRD dalam melampaui target pendapatan setiap tahun tidak terlepas dari komitmen kerja keras dan konsistensi seluruh jajaran.

“Kalau target dinaikkan, kita harus kerja lebih keras untuk mencapainya. Itu kuncinya. Dan hampir tiap tahun terbukti,” tandasnya.

Ia mengungkapkan, pada tahun 2025, target pendapatan bahkan berhasil dicapai lebih cepat dari biasanya.

“Biasanya target tercapai di tanggal 22 atau 23 Desember. Tahun 2025 ini, sudah tercapai pada tanggal 15 Desember,” ujarnya.

Selain kerja internal, Rolex juga menilai meningkatnya kesadaran masyarakat dalam membayar pajak turut berkontribusi terhadap capaian pendapatan daerah.

“Kesadaran masyarakat sekarang semakin baik, apalagi dengan sistem pengawasan yang sudah menggunakan alat elektronik,” tandasnya.

Ia menambahkan, pada akhir tahun 2026, pendapatan daerah diproyeksikan akan terus meningkat seiring dengan penambahan alat pengawasan pajak.

“Tahun lalu sudah terpasang sekitar 370 alat, dan tahun ini ditambah 200 lagi. Ini pasti akan berdampak pada peningkatan pendapatan,” ujarnya.

Menjelang masa pensiunnya di tahun ini, Rolex berharap capaian positif BPPRD dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan di masa mendatang.

“Target harus terus naik, dan harus bisa kita capai. Itu komitmen kami,” pungkasnya. (ZI-21)