
Wattimena Buka Seleksi Terbuka, Tiga Agenda Besar Menanti Sekda Terpilih
ZonaInfo.id, Ambon – Wali Kota, Bodewin M. Wattimena, membuka seleksi terbuka pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ambon Tahun 2026, Senin (27/4/2026), di Hotel Manise.
Hadir, Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, Panitia Seleksi, Ketua TP-PKK Kota, Lisa Wattimena, jajaran OPD, Forkopimda serta undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Wali Kota menyebutkan tiga agenda besar yang menjadi tantangan berat bagi Sekda terpilih nantinya, yakni pertama, Perbaikan Pengelolaan Keuangan: Memastikan sistem keuangan daerah berjalan bersih dan bebas dari temuan pemeriksaan (zona hijau). Kedua, Reformasi Birokrasi: Memangkas alur birokrasi yang panjang dan berbelit agar pelayanan berjalan efisien dan lincah. Ketiga, Pendorong Inovasi ASN: Mampu merangsang motivasi dan inovasi di seluruh instansi pemerintah untuk mewujudkan visi pembangunan Ambon yang inklusif, toleran, dan berkelanjutan.
Ia menekankan jabatan Sekda memiliki posisi yang sangat krusial sebagai motor penggerak pemerintahan dan perpanjangan tangan kepala daerah dalam memberikan pelayanan publik.
“Jabatan ini memegang peran penting. Oleh karena itu, harus diisi oleh sosok yang berkompeten, memahami tugas dengan baik, serta memenuhi seluruh syarat sesuai ketentuan perundang-undangan,” tandasnya.
Wali Kota menegaskan komitmennya bersama Wakil Wali Kota untuk menjalankan proses seleksi secara profesional. Dari sekian banyak ASN yang memenuhi syarat, terpilih empat figur terbaik yang saat ini memasuki tahapan seleksi lanjutan.
“Kita menerapkan sistem meritokrasi dalam birokrasi, the right man on the right place. Kami ingin memastikan proses ini berjalan transparan agar mendapatkan hasil yang objektif,” ujarnya.
Menanggapi besarnya atensi publik terhadap seleksi ini, Wali Kota mengapresiasi dukungan masyarakat, namun mengingatkan agar tidak ada pihak-pihak yang mencoba melakukan intervensi.
“Jabatan ini adalah karir ASN. Kalau mau jadi Sekkot, ikuti prosesnya. Tidak perlu membentuk tim-tim pendukung untuk menekan Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK). Jika itu terjadi, itu orang pertama yang justru tidak akan terpilih,” tandas Wali Kota.
Ia menyatakan kepercayaan penuh kepada Panitia Seleksi yang terdiri dari unsur akademisi, tenaga profesional, dan birokrat senior untuk menjalankan tugasnya secara objektif.
“Pansel ini diisi oleh orang-orang hebat dan profesional. Kepada seluruh publik Kota Ambon, mari kita ikuti proses ini dengan bijak. Silakan berikan masukan yang positif dan membangun. Kita tidak mencari orang yang sempurna, tapi kita mencari sosok yang mampu mengemban tugas dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.
Sebelumnya, dalam laporan Ketua Sekretariat Panitia Seleksi, Selly S. P. Kalahatu, menyampaikan kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari 17 program prioritas Pemerintah Kota Ambon, khususnya pada program ke-12, yakni penataan birokrasi yang kapabel, handal, dan bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
Kalahatu megatakan proses seleksi ini mengacu pada hukum yang jelas, yaitu UU Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN, PP Nomor 17 Tahun 2020, serta Peraturan Menpan-RB Nomor 15 Tahun 2019 tentang Pengisian JPT secara terbuka dan kompetitif.
“Tujuannya adalah mempercepat reformasi birokrasi melalui metode asesmen yang objektif dan transparan. Hal ini dilakukan demi memastikan pengembangan karier ASN di lingkungan Pemerintah Kota Ambon berjalan secara adil,” tandasnya.
Tercatat ada empat pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang memenuhi kriteria dan kualifikasi yang dinyatakan lolos seleksi administrasi serta telah mengikuti tahapan seleksi kesehatan. Keempat peserta ini akan mengikuti rangkaian seleksi yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari, mulai 27 hingga 28 April 2026.
Untuk menjamin kualitas dan integritas hasil seleksi, Pemerintah Kota Ambon melibatkan Panitia Seleksi (Pansel) yang terdiri dari tujuh orang, yakni unsur pemerintah, akademisi, dan tenaga profesional yang dipimpin oleh Sekda Maluku Ir. Sadali, Ie, dengan anggota; Prof. Ir. Jusuf Leiwakabessy, Dr. Markus Papilaya, Dr. Abdullah Latuapo, Dr. Abidin Wakano, Dr. Steve G. C. Gaspersz, serta Drs. Jasmono.
Usai memberikan sambutan, Wali Kota didampingi oleh Wakil Wali Kota, beserta panitia seleksi JPTP Sekda Kota Ambon, resmi membuka kegiatan ditandai dengan pemukulan tifa.
Kegiatan tersebut juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube resmi Pemerintah Kota Ambon sebagai bentuk komitmen keterbukaan informasi kepada masyarakat luas.
Empat pejabat yang sementara mengikuti seleksi calon Sekda Kota Ambon yakni Apries B. Gaspersz, S.STP., M.Si, Roberd Sapulette, ST., MT, Steven Dominggus, S.IP., M.Si dan Richard Luhukay, AP. (ZI-21)
