Penambangan Gunung Botak Tetap Jalan, Mahasiswa Demo: Tangkap Haji Markus Cs

ZonaInfo.id, Namlea – Sejumlah mahasiswa melakukan aksi demo. Mereka mengkritik Kapolres Buru, AKBP Egia Febry Kusumawiatmaja yang tidak becus menghentikan aktivitas ilegal di tambang emas Gunung Botak.

Para mahasiswa yang menamakan diri Maraju itu melakukan aksi demo, Kamis (24/11/2022) di depan gedung DPRD Buru.

Wartawan media ini melaporkan, pendemo mengungkapkan pasca penertiban pada 15 November lalu, kini aktivitas penambangan ilegal di Gunung Botak berjalan lagi seperti biasanya.

Mereka menyebut, tambang ilegal Gunung Botak tetap beroperasi, karena para cukong tambang masih leluasa beroperasi di sana.

Ada dua nama yang disebut tidak tersentuh hukum, yaitu Haji Komar dan Haji Markus.

DPRD diminta hearing dengan Kapolres untuk mempertanyakan tambang ilegal yang masih terus beroperasi.

Selain itu, mereka juga menuntut aparat penegak hukum menangkap Haji Markus dkk. Ia dinilai kebal hukum, karena diduga punya beking.

Pasca penutupan dua pekan lalu, aktivitas tong milik Haji Markus di Desa Dava, Kecamatan Waelata, tetap bergeliat memproses emas.

Bahkan kabarnya, sejumlah aktivitas rendaman di Gunung Botak yang masih beroperasi juga punya Haji Markus.

Satu sumber terpercaya menyebutkan, Haji Markus mengerahkan sejumlah kaki tangannya di kawasan Gunung Botak untuk mengoperasikan usaha tambang ilegal tersebut.

Kata sumber ini, ia diduga  bekerjasama dengan IH, karena melalui perantaraan Iskandar modal miliaran rupiah dari saku para bandar tambang ilegal  tetap mengalir di Gunung Botak.

Melalui perantaraan IH juga diduga kuat para penambang YS dkk mendapat suntikan modal usaha, sehingga mereka tetap bergelut di Gunung Botak.

Presiden LIRA Maluku, Jan Sariwating meminta kepolisian agar menangkap para cukong tambang ilegal di Gunung Botak, Haji Markus dan kawan-kawan.

Jan mengaku pesimis Gunung Botak bersih dari aktifitas PETI bila para cukong tambang seperti Haji Markus, dan Iskandar Hafidz dkk tidak segera ditangkap.

“Jangan hanya Lukman Lataka dari PT SSS yang diproses hukum. Haji Markus, Iskandar Hafidz dan kawan-kawan juga harus ditangkap,” tandasnya.

Jan mengaku sudah membicarakan masalah para cukong tambang di Gunung Botak dengan DPP LIRA di Jakarta.

Kesimpulannya, aktivitas PETI di Gunung Botak kian marak dan terus berlangsung, karena para cukong tambang masih terus bercokol di sana dan menyalurkan modal bagi para pekerja tambang.

Jan Sariwating ikut mengkritik Kapolres Buru, AKBP Egia Febry Kusumawiatmaja yang selama kepemimpinannya aktivitas PETI kembali marak di Gunung Botak.

“Sudah sering dilakukan penertiban oleh Kapolres. Tapi penambang kembali masuk akibat sumber utama para cukong tambang tidak pernah disentuh dengan tindakan hukum yang tegas, sehingga ada kesan dilakukan pembiaran atau diduga ada yang melindungi para oknum ini, dan Kapolres tidak mampu menyentuh mereka,” tandas Jan.

Lemahnya Kapolres dalam menindak para cukong membuat Presiden Lira Maluku menyeruhkan kepada Kapolda agar segera mencopot Kapolres Buru.

Bila Kapolres tidak segera dicopot, lanjut Jan, maka DPP Lira di Jakarta akan turun tangan melaporkan kasus di tambang ilegal Gunung Botak kepada Kapolri dan Menkopolhuman. (ZI-10)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: