Mahasiswa Batabual Minta Maaf Kepada DPRD dan Pemkab Buru

ZonaInfo.id, Namlea – Usai melakukan aksi di gedung DPRD Kabupaten Buru hingga menimbulkan kerusakan pada jendela kantor DPRD beberapa waktu lalu, Ketua Pergerakan Mahasiswa Kecamatan Batabual, Jufri Yadi Batdjedelik bersama Korlapnya Imamin Makatita dengan sejumlah mahasiswa lainnya menyampaikan permintaan maaf kepada DPRD dan Pemkab Buru atas kekhilafan yang dilakukan beberapa waktu lalu itu.

“Kedatangan kami hari ini guna meminta maaf atas sikap dan aksi yang dilakukan beberapa waktu lalu di depan gedung DPRD sehingga menimbulkan kerusakan pada fasilitas DPRD Buru yakni pecahnya beberapa kaca jendela kantor rakyat itu,” jelas Yadi dan rekannya imamin Makatita, saat berada di DPRD Kabupaten Buru, Senin (31/1/2022).

Selain meminta maaf, Yadi mengatakan, kedatangan mereka juga bermaksud untuk berdiskusi dan meminta solusi terkait keresahan masyarakat Batabual.

Keresahan dimaksud yakni, jalan yang tidak kunjung direalisasikan, angkutan laut yang tidak memadai dan selalu menjadi langganan korban jika cuaca tidak bersahabat serta listrik PLN yang tidak dinikmati masyarakat.

Menjawab keresahan masyarakat melalui para pemuda itu, Ketua DPRD Kabupaten Buru, M. Rum Soplastuny mengatakan, pihaknya sudah menerima para pemuda mahasiswa Batabual dan sama-sama berdiskusi. Kata Rum, pihaknya akan mengawal dan sama-sama berjuang untuk direalisasikannya jalan lintas Batabual.

Rum yang juga merupakan Ketua DPRD Buru dari wilayah Dapil II mengatakan, mereka akan bersama-sama dengan mahasiswa Batabual mengawal dan berjuang bersama dalam mencapai apa yang dimaksud dengan keresahan masyarakat itu.

Dirinya juga mengatakan, pihaknya akan menerima saran dan masukan maupun kritikan dalam bentuk apapun selama tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan demi Kabupaten Buru yang sejahtera.

Pantauan media ini para mahasiswa yang datang untuk melakukan hearing Dengan DPRD Kabupaten Buru itu kurang lebih 10 orang. Mereka datang untuk meminta DPRD agar bisa bersama-sama dengan mereka melihat keresahan masyarakat Batabual.

Diskusi yang berlangsung selama kurang lebih 4 jam itu meninggalkan kepuasan bagi para mahasiswa. Dan para mahasiswa juga mengucapkan terima kasih atas waktu yang susah disediakan buat mereka. Setelah pukul 17.30 WIT, para mahasiswa kemudian berpamitan pulang. (ZI-18)

%d blogger menyukai ini: