Wali Kota Sebut PD Salah Satu Opsi Kelola Pasar Mardika

ZonaInfo.id, Ambon – Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy menyambut baik arahan Gubernur Maluku, Murad Ismail agar dilakukan MoU antara Pemprov Maluku dan Pemkot Ambon untuk nantinya mengelola Pasar Mardika.

Wali Kota menyebut salah satu opsi untuk mengelola pasar tradisional modern itu adalah dengan membentuk Perusahaan Daerah (PD), dimana Pasar Mardika nantinya tidak langsung berada di bawah Dinas Perindustrian dan Perdagangan, tetapi di bawah PD.

“Kalau nantinya bentuk pengelolaannya dalam PD maka kita harus sepakati apakah Pemkot itu sewa tanah atau dari penarikan retribusinya, semua akan tertuang di MoU,” kata Wali Kota usai peletakan batu pertama Revitalisasi Pasar Mardika, Kamis (27/1/2022).

Wali Kota mengatakan, dalam rencana tersebut, dirinya telah meminta Kepala Dinas Perindag dan Kepala Bagian Hukum untuk berkonsultasi ke Kementerian.

“Memang ada kesulitan, karena ini aset milik Pemprov tapi yang kelola adalah Pemkot. Oleh karena itu, perlu ada diskusi untuk mendapat titik temu, itu yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat,” ujarnya.

Wali Kota berharap sebelum Revitalisasi Pasar Mardika selesai, PD telah terbentuk untuk pengelolaan pasar yang lebih baik kedepan.

“Sebelum pasar ini jadi, diharapkan PD sudah ada sehingga dapat kelola pasar ini dan pasar-pasar lain yang ada,” ungkapnya.

Menurutnya, arahahan Gubernur untuk dilakukan MoU antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku dan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon perlu dilaksanakan untuk memperjelas pengelolaan Pasar Mardika.

“Tanah ini milik Provinsi, gedung pasar yang lama juga milik Provinsi Maluku, sehingga Gubernur menginginkan pengelolan pasar harus jelas,” ujar Wali Kota.

Wali Kota memberikan apresiasi kepada Gubernur yang punya peranan penting dalam proses Revitalisasi Pasar Mardika hingga dilaksanakan groundbreaking pembangunan.

Ia mengungkapkan, dalam situasi kritis pengusulan revitalisasi pasar, Gubernur Maluku berhasil melobi pemerintah pusat, sehingga proyek pasar dengan anggaran jumbo ini disetujui.

“Saya memberikan apresiasi kepada Gubernur Maluku karena proses pengusulan pasar cukup lama dan kita pernah alami kondisi yang betul-betul kritis. Jadi peranan beliau saya akui sangat signifikan untuk perwujudan ini,” tandasnya. (ZI-17)

%d blogger menyukai ini: