Pencarian 25 ABK KM Hentri Tambah Lagi 3 Hari

ZonaInfo.ID, Ambon – Operasi pencarian 25 ABK KM Hentri yang dihentikan sementara, akhirnya diputuskan untuk dilanjutkan lagi oleh Basarnas selama tiga hari.

Sebelumnya penghentian sementara pencarian dilakukan untuk tim Basarnas melakukan evaluasi dan pertemuan dengan keluarga korban, sebab selama tujuh hari operasi pencarian para korban belum ditemukan.

“Sempat dihentikan sementara, namun untuk pelaksanaan Ops SAR masih berlanjut selama tiga hari ke depan,” kata Kepala Kantor Basarnas Ambon, Mustari, Rabu (15/9/2021).

Lanjut Mustari, karena perpanjangan waktu operasi maka rapat evaluasi dengan pihak keluarga korban serta unsur potensi SAR ditunda.

“Rapat evalusasi masih belum. Informasi lanjut mengenai perpanjangan Ops SAR KM Hentri akan segera diteruskan,” ujarnya.

Seperti diberitakan, hingga hari ketujuh pencarian 25 ABK KM Hentri belum membuahkan hasil. Tim gabungan Basarnas memutuskan untuk menghentikan sementara pencarian para korban.

Kepala Basarnas Ambon, Mustari menjelaskan, pencarian hari ketujuh pada Selasa (14/9/2021) dilakukan tim dengan KN SR 235 Abimanyu. Namun tidak membuahkan hasil.

“Sampai hari ketujuh hasilnya nihil,” ujar Mustari dalam rilis, Rabu (15/9/2021).

Tim Rescue KN SR 235 Abimanyu melakukan pencarian di Perairan Pulau Ambon dan Perairan Laut Banda. Penyisiran dan pencarian dilakukan sejauh -+32 NM dan Heading 270,53° arah barat sesuai data SAR MAPS.

Selama beberapa jam pencarian, kata Mustari, hasilnya nihil. Karena itu, operasi pencarian sementara dihentikan. “Pencarian dihentikan sementara,” tandasnya.

Mustari menambahkan, pihaknya akan melakukan rapat evaluasi bersama perwakilan keluarga korban tentang penambahan waktu operasi atau pemantauan dan mapel.

Untuk diketahui, KM Hentri  dilaporkan terbakar di tengah laut antara Pulau Molu, Kepulauan Tanimbar dan Pulau Tanimbar, Kabupaten Maluku Tenggara.

Sebanyak 32  ABK berusaha menyelamatkan diri dengan cara melompat ke laut. Dua orang ABK tewas terjebak di dalam kapal, 5 orang ABK berhasil selamat, dan 25 orang lainnya dinyatakan hilang.

Kapal penangkap cumi ini berangkat dari Pelabuhan Muara Angke Jakarta hendak menuju Merauke, Provinsi Papua pada 15 Agustus 2021.

Sesampai di perairan Kepulauan Tanimbar sekitar 50 Mil antara Perairan Kepulauan Tanimbar dan Pulau Tanimbar, Kabupaten Maluku Tenggara  kapal diterjang gelombang setinggi 3 meter sehingga mengalami guncangan hebat dan muncul asap hitam tebal dan kobaran api dari dalam kapal. (ZI-15)

%d blogger menyukai ini: