
Rektor Unpatti Pimpin Upacara Hardiknas, Mendikdasmen Tetapkan 5 Strategi Utama Transformasi Pendidikan Bermutu
ZonaInfo.id, Ambon – Rektor Unpatti Universitas Pattimura (Unpatti), Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy M.Pd., memimpin upacara memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-67, Sabtu (2/5/2026).
Upacara berlangsung di lapangan upacara Rektorat Unpatti. Hadir para Wakil Rektor, para Dekan dan Wakil Dekan, para dosen dan pegawai Unpatti, para mahasiswa, serta undangan lainnya.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., dalam pidatonya yang dibacakan Rektor menetapkan lima (5) strategi utama transformasi pendidikan bermutu., yaitu:
- Revitalisasi Fisik dan Digitalisasi
Pemerintah fokus pada kenyamanan lingkungan belajar. Hingga 2025, sebanyak 16.167 satuan pendidikan telah direvitalisasi. Selain itu, program digitalisasi melalui Papan Interaktif Digital (PID) telah menjangkau lebih dari 288.000 sekolah untuk mendukung metode pembelajaran modern.
- Kesejahteraan dan Kompetensi Guru
Guru diposisikan sebagai agen peradaban. Pemerintah memberikan beasiswa Rp3.000.000 per semester bagi guru yang belum S1, dengan target 150.000 guru pada tahun 2026. Menariknya, nominal tunjangan sertifikasi kini telah dinaikkan dan ditransfer langsung setiap bulan guna menjamin ketenangan tugas para pendidik.
- Budaya ASRI dan Penguatan Karakter
Sekolah didorong menjadi “rumah kedua” melalui budaya ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah). Program pendukung seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), “Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”, hingga pramuka diintegrasikan untuk membangun karakter dan mencegah perundungan di lingkungan sekolah.
- Literasi, STEM, dan Tes Kemampuan Akademik (TKA)
Untuk mengukur mutu, pemerintah memperkuat gerakan literasi, numerasi, dan STEM. Penerapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) kini menjadi alat evaluasi individu maupun lembaga, sekaligus menjadi salah satu syarat melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi.
- Akses Pendidikan Inklusif dan Berkeadilan
Pemerintah memastikan tidak ada anak yang tertinggal karena faktor ekonomi atau fisik. Layanan sekolah satu atap, pembelajaran jarak jauh, dan peningkatan fasilitas untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) melalui sekolah inklusi terus diperluas.
Mendikdasmen menegaskan pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, melainkan proses menumbuhkembangkan fitrah manusia sesuai nilai-nilai Ki Hajar Dewantara, yakni asah, asih, dan asuh. Hal ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk membangun SDM unggul menuju Indonesia Maju.
“Jika hendak memajukan bangsa, perbaiki pendidikan. Jika hendak memperbaiki pendidikan, perbaikilah mulai dari dalam kelas,” ujarnya.
Mendikdasmen mengatakan, peringatan Hardiknas adalah momentum untuk melakukan refleksi, meneguhkan, dan menghidupkan spirit pendidikan nasional.
“Pada hakikatnya pendidikan adalah proses yang dilaksanakan secara tulus, penuh kasih dan sayang untuk memanusiakan manusia,” tandasnya.
Ia menekankan pentingnya prinsip 3M dalam menjalankan kebijakan ini, yakni Mindset (pola pikir) yang maju, Mental yang kuat, dan Misi yang lurus.
“Tanpa ketiganya, kebijakan hanya akan menjadi formalitas angka kuantitatif. Mari kita perkuat kerja sama mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua,” ujarnya.
Usai membacakan pidato Mendikdasmen, Rektor bersama Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Nur Aida Kubangun, S.Pd., M.Pd serta Ketua Panitia, Dr. Ir. Laura Siahainenia,M.Si, membuka kegiatan pekan seni mahasiswa ditandai dengan pemukulan totobuang.
Setelah itu, Kubangun menyerahkan maskot pekan seni mahasiswa kepada Rektor. (ZI-21)
