Ragam

Rektor Ungkap Tiga Fokus Utama Pengembangan Unpatti

ZonaInfo.id, Ambon – Rektor Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd., mengungkapkan tiga (3) fokus utama pengembangan Universitas Pattimura (Unpatti) ke depan.

Hal ini disampaikan Rektor kepada wartawan, usai upacara peringatan Hardiknas ke-67, Sabtu (2/5/2026), di halaman upacara Rektorat Unpatti.

Tiga fokus utama tersebut yakni Riset Berdampak, Inovasi Pembelajaran dan Kolaborasi Pentahelix.

Rektor menjelaskan soal Riset Berdampak. Penelitian tidak lagi sekadar menghasilkan karya ilmiah atau paper di atas kertas, melainkan harus memberikan dampak nyata bagi industri dan menjadi solusi dalam pemecahan masalah masyarakat.

Menyangkut Inovasi Pembelajaran, ruang-ruang belajar didorong menjadi wadah lahirnya ide dan gagasan kreatif yang mampu memberikan solusi terhadap berbagai problematika di tengah masyarakat.

Sedangkan Kolaborasi Pentahelix, pengabdian masyarakat memerlukan sinergi antara akademisi, pemerintah, dunia usaha, industri, dan media guna menjawab tantangan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

Rektor menyinggung harapan Presiden Prabowo agar riset-riset di perguruan tinggi mampu mencetak penerima Nobel yang berkualitas di masa depan.

Lebih lanjut, ia menegaskan perguruan tinggi saat ini harus bertransformasi menjadi pusat ekonomi baru di dalam kampus.

“Pimpinan universitas, mulai dari Rektor hingga jajaran Dekan, tidak boleh hanya fokus pada aspek akademik semata, tetapi harus mampu memberdayakan potensi aset bergerak, aset tetap, hingga sumber daya manusia untuk menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang signifikan bagi daerah dan bangsa,” tandasnya.

Menghadapi disrupsi teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), Unpatti telah mengintegrasikan berbagai sistem layanan digital.

“Transformasi ini mencakup sistem kepegawaian, administrasi keuangan, perencanaan, absensi digital, hingga Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) yang semuanya berbasis pada integrasi sistem,” ujarnya.

Rektor memastikan Unpatti tetap menjadi kampus yang inklusif melalui beberapa kebijakan utama yaitu, UKT Terjangkau, Akses Disabilitas, serta Keamanan dan Anti-Kekerasan.

Menyangkut UKT Terjangkau, hingga saat ini, Unpatti berkomitmen menjaga biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) agar tetap terjangkau dan belum melakukan kenaikan apa pun bagi setiap kalangan.

Soal Akses Disabilitas, penyediaan ruang belajar yang terbuka dan ramah bagi penyandang disabilitas agar dapat menikmati fasilitas pendidikan secara merata.

Terkait Keamanan dan Anti-Kekerasan, Unpatti menerapkan kebijakan komprehensif terhadap segala bentuk kekerasan, baik kekerasan seksual maupun kekerasan verbal, yang mencakup perlindungan bagi mahasiswa, pegawai, hingga pimpinan.

Sementara itu, Wakil Rektor Unpatti Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Nur Aida Kubangun, S.Pd., M.Pd Dalam keterangannya, mengatakan Unpatti memiliki misi besar untuk menjadi universitas berkelas dunia (World Class University). Dengan kekuatan sekitar 2.000 tenaga pendidik dan 34.000 mahasiswa, Unpatti optimis dapat membentuk karakter generasi emas tahun 2045.

“Harapan kami ini bukan hanya mimpi. Semoga dapat diwujudkan melalui tangan-tangan para pendidik di Unpatti guna membentuk generasi berkelas untuk masa depan bangsa,” ujarnya kepada wartawan.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap minat dan bakat mahasiswa, Unpatti untuk pertama kalinya menggelar ajang Pesta Seni Mahasiswa di tingkat universitas. Kegiatan ini dirancang untuk menjaring talenta-talenta terbaik yang akan dipersiapkan menuju ajang yang lebih tinggi.

“Sejauh ini, minat mahasiswa cukup tinggi dengan jumlah pendaftar mencapai seratusan orang. Meski demikian, pihak kampus mencatat adanya variasi minat pada bidang lomba tertentu,” tandasnya.

Kegiatan seni di tingkat kampus ini merupakan langkah awal menuju Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) yang dikoordinasikan oleh Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) Maluku, yang saat ini diketuai oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Unpatti.

Pemenang dari tingkat daerah nantinya akan mewakili Maluku dalam ajang Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) yang akan diselenggarakan di Lampung. Warek III secara khusus meminta perhatian dan dukungan dari Pemerintah Daerah (Pemda) Maluku.

“Kami sangat mengharapkan dukungan dari Pemerintah Daerah. Perlu diingat bahwa mahasiswa yang berangkat ke tingkat nasional nantinya membawa nama daerah Maluku, bukan lagi atas nama perguruan tinggi masing-masing,” ujarnya.

Melalui sinergi antara akademisi dan pemerintah daerah, diharapkan kontingen Maluku dapat meraih prestasi spektakuler di kancah nasional serta membawa harum nama Bumi Raja-Raja. (ZI-21)

Tinggalkan Balasan