Enam Pria Bergantian Perkosa Remaja 16 Tahun di Waiheru

ZonaInfo.id, Ambon – Gadis remaja berusia 16 tahun menjadi korban kebiadaban 6 pria di Kota Ambon. Korban diperkosa secara bergantian.

Kejadian itu terjadi di kawasan Desa Waiheru, Kecamatan Baguala, Kota Ambon pada Kamis (29/9/2022) lalu sekitar pukul 18.30 WIT.

Kasi Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Ipda Moyo Utomo kepada wartawan, Rabu (5/10/2022) menjelaskan awalnya korban dijemput oleh pelaku B.

Saat tiba di Waiheru, B mengajak korban ke sebuah rumah kosong. Dia lalu membawa korban ke dalam kamar.

Saat itu pelaku B melihat pelaku C sementara berbaring di tempat tidur. Pelaku B lalu meminta C untuk keluar dari kamar.

Korban dan pelaku B lalu duduk di tempat tidur sambil bercerita. Pelaku B yang sudah dirasuki nafsu mulai mencumbu korban dengan memeluk dan memegang payudaranya.

Korban meronta. Namun B terus memaksa dan mencumbui korban. Dia lalu menyetubuhi korban.

Moyo mengungkapkan, saat pelaku B keluar dari kamar untuk buang air kecil, dia melihat pelaku C masih ada di luar. Dia lalu berkata kepada C untuk masuk ke kamar.

“Setelah itu pelaku B pulang ke rumahnya untuk mandi,” jelasnya.

Selanjutnya pelaku C masuk ke dalam kamar dan berdiri melihat korban. Korban bertanya kepada C, di mana B ? Namun C langsung menjawab “Mari sudah katong bikin dan korban langsung menjawab seng mau beta seng kenal”.

Pelaku C kemudian mengancam korban untuk menyebarkan video dirinya bersama korban di dalam kamar.

“Kalau seng (tidak) mau, beta sebarkan se (kamu) video. Kalau se seng mau lai beta panggil orang orang par kas (untuk kasih) tahu se dengan beta ada bikin apa di dalam kamar,” jelas Moyo menirukan ucapan pelaku C.

Korban takut dengan ancaman C dan mengikuti apa yang pelaku inginkan.

Usai melampiaskan syahwat, C keluar dari kamar. Selang beberapa menit kemudian datang A.W.

Setelah memperkenalkan diri kepada korban, A.W lalu memeluk korban dari belakang dan meremas payudara korban.

Saat itu korban meronta. Namun pelaku terus memaksa dengan memeluk korban dan mengatakan, “mari sudah, mari sudah”. Usai menyetubuhi korban dengan paksa, A.W keluar dari kamar.

Saat korban hendak memakai celananya, muncul pelaku D dan menyetubuhi korban. Setelah itu dia keluar kamar.

Selang beberapa menit datang pelaku E dan melakukan perbuatan yang sama.

Korban sempat tertidur untuk beberapa saat. Namun saat terbangun korban melihat pelaku F sudah berada di dalam kamar. Dia juga menyetubuhi korban.

Besoknya korban pulang ke rumah, dan langsung memberitahukan apa yang dialaminya kepada orang tuanya.

“Mendengar hal tersebut orang tua korban kemudian mendatangi kantor kepolisian Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease untuk melaporkan perbuatan para pelaku,” kata Moyo.

Atas laporan itu polisi pun bergerak cepat dan menangkap para pelaku yaitu pelaku B (17 thn), C (14 thn), D (15 thn), E (16 thn) F (16 thn) dan pelaku A.W alias A (18 thn) pada Sabtu, 1 Oktober 2022.

Penangkapan dilakukan oleh personil Unit PPA dan Unit Buser Satreskrim yang dipimpin Kanit Buser, Ipda S. Taberima dan Kanit PPA Aipda O. Jambormias. (ZI-10)

%d blogger menyukai ini: