DPRD Ancam Rekomendasikan Pecat Direktur Rumah Sakit Namlea

ZonaInfo.id, Namlea – Ketua DPRD Kabupaten Buru, M. Rum Soplestuny mengancam akan mengeluarkan rekomendasi kepada pemerintah daerah untuk mencopot Helmy Khoharjo dari jabatan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Namlea.

Ancaman ini disampaikan, saat Soplestuny menerima massa aksi OKP Cipayung Plus Kabupaten Buru berunjuk rasa, di Kantor DPRD Buru, pada Rabu (7/9/2022).

Koordinator Lapangan (Korlap), OKP Cipayung Plus Buru, Nasrun Buton mengatakan, kelangkaan obat di RSUD Namlea ini membuat masyarakat susah dalam menerima pelayanan kesehatan.

“Karena masyarakat harus diinstruksikan oleh petugas di rumah sakit untuk membeli obat di apotik-apotik di luar rumah sakit, karena stok obat kosong, ini terlalu kurang ajar ini,” tandas Nasrun.

Menurut dia, masyarakat yang masuk rumah sakit dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan harus membeli obat-obatan di luar dari apotik yang ada di rumah sakit tersebut.

“Bukan itu saja, tapi mengenai kesehatan ini masyarakat yang kemudian mendapatkan jaminan BPJS yang masuk rumah sakit pun tidak difasilitasi obat-obatan disana, kurang ajar ini Direktur RSUD Namlea,” kata dia.

Dia meminta untuk DPRD Kabupaten Buru merekomendasikan agar Direktur RSUD Namlea dapat diganti dari jabatannya. “Karena masalah ini dirasakan seluruh masyarakat Kabupaten Buru yang masuk ke rumah sakit,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Buru, M Rum Soplestuny mengatakan pihaknya akan merekomendasikan untuk pergantian Direktur RSUD Namlea, kalau sudah ada sumber daya manusia yang mumpuni di bidangnya.

“Saya yakin kalau kita punya SDM karena Direktur Rumah Sakit harus dokter mungkin kita rekomendasikan itu, kita akan minta untuk Penjabat Bupati bahwa Direktur Rumah Sakit ini segera diganti, biar perlu kita buat statement di media,” ujar dia.

Menurutnya, masalah di RSUD Namlea bukan saja kelangkaan obat-obatan yang terjadi. Namun, masih ada yang lain. Tetapi Direktur RSUD Namlea kurang kooperatif dengan DPRD Kabupaten Buru.

“Karena bukan saja masalah kelangkaan obat, tapi masalah sopan dan kurang kooperatifnya. Olehnya itu, kita akan tindak lanjut apa yang disampaikan adik-adik mahasiswa,” tandas Rum. (ZI-18)

%d blogger menyukai ini: