
Unpatti Lantik 29 Dokter Baru, Pengembangan Dokter Spesial Jadi Langkah Strategis
ZonaInfo.id, Ambon – Sebanyak 29 doker baru lulusan ke-38 periode Mei 2026 Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Pattimura dikukuhkan dan dilantik, Rabu (13/5/2026), di Auditorium Fakultas setempat.
Rektor Universitas Pattimura Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd dalam sambutannya mengatakan selama 16 tahun perjalanan fakultas tersebut, Universitas Pattimura telah menghasilkan lebih dari 700 dokter yang kini mengabdi di berbagai wilayah.
“Sebagai perguruan tinggi di wilayah kepulauan, Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura telah menunjukkan kualitas yang sangat baik. Hasil uji kompetensi dokter juga berada di atas rata-rata nasional,” ungkapnya.
Rektor mengatakan kepercayaan masyarakat terhadap Fakultas Kedokteran terus meningkat. Hal tersebut ditandai dengan dibukanya Program Studi Kedokteran Gigi serta program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) pada beberapa bidang, yakni spesialis bedah, penyakit dalam, dan obstetri-ginekologi.
Menurut Rektor, pengembangan pendidikan dokter spesialis menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Maluku. Untuk itu, Universitas Pattimura terus melakukan koordinasi dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta perguruan tinggi pembina guna mempersiapkan penerimaan calon mahasiswa dokter spesialis.
Rektor mengakui penyelenggaraan pendidikan dokter spesialis memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam proses seleksi dan pemenuhan kebutuhan tenaga medis di daerah. Namun demikian, Universitas Pattimura tetap berkomitmen untuk terus berkembang dan menjaga mutu pendidikan kedokteran.
“Semangat kita membangun pendidikan kedokteran harus terus berjalan maju. Walaupun tantangannya besar, kita tidak boleh berhenti,” tandasnya.
Rektor juga menyoroti masih banyaknya fasilitas kesehatan di Maluku yang belum memiliki tenaga dokter secara memadai. Padahal, Universitas Pattimura telah menghasilkan ratusan lulusan dokter yang siap mengabdi di wilayah kepulauan.
Rektor berharap pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota dapat memberikan dukungan berupa insentif dan fasilitas bagi para dokter muda agar mereka dapat ditempatkan di berbagai daerah terpencil di Maluku. Lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura memiliki kemampuan dan kesiapan untuk bekerja di wilayah kepulauan dengan kondisi geografis yang menantang.
Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath, dalam sambutannya mengatakan pendidikan kedokteran merupakan proses yang tidak mudah dan membutuhkan pengorbanan besar, baik dari mahasiswa maupun keluarga. Karena itu, pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap upaya pengembangan sumber daya manusia kesehatan di Maluku.
Vanath juga menyoroti perkembangan Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura yang semakin diminati masyarakat, tidak hanya dari Maluku tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia. Ia menilai hal tersebut menjadi bukti meningkatnya kualitas pendidikan kedokteran di Universitas Pattimura.
Selain itu, ia menegaskan kebutuhan tenaga dokter di Maluku masih sangat besar, terutama untuk pelayanan kesehatan di puskesmas dan wilayah kepulauan. Namun demikian, pemerintah daerah juga menghadapi tantangan keterbatasan anggaran dalam penyediaan fasilitas dan pembiayaan tenaga kesehatan.
Vanatah mengatakan pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten dan kota terus berupaya mencari solusi agar para dokter muda dapat memperoleh kesempatan bekerja dan mengabdi di berbagai wilayah di Maluku. Ia berharap dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan dapat membantu membuka lebih banyak peluang penempatan tenaga medis di daerah.
“Kebutuhan dokter di Maluku masih tinggi. Kita berharap ada dukungan dan kuota yang lebih besar sehingga dokter-dokter muda ini dapat segera mengabdi di masyarakat,” ujarnya.
Vanath juga menekankan pentingnya menjaga persatuan dan toleransi antarumat beragama di lingkungan pendidikan maupun masyarakat Maluku. Ia menilai keberagaman yang ada di Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura menjadi contoh baik tentang semangat hidup bersama dalam perbedaan.
Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Alumni Fakultas Kedokteran, dr. Irwan, S.P., J.P juga menjelaskan pengembangan pendidikan dokter spesialis merupakan langkah strategis untuk memastikan Provinsi Maluku memiliki pusat pendidikan dokter spesialis yang mandiri dan mampu menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan.
Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura berkomitmen membangun sistem pendidikan profesi yang tetap menjunjung tinggi disiplin dan tanggung jawab medis, namun tetap memberikan rasa aman dan nyaman bagi mahasiswa dalam proses pembelajaran.
Ia menegaskan pendidikan profesi dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura harus terbebas dari praktik power abuse maupun perundungan yang dapat merugikan mahasiswa. Oleh karena itu, pihak fakultas akan terus melakukan pengawasan, evaluasi, dan penguatan terhadap ekosistem pembelajaran agar tetap sehat dan bermartabat.
Prosesi pengambilan sumpah dan pelantikan Dokter Lulusan ke-38 Periode Mei 2026 ditandai dengan penandatanganan Bukti Angkat Sumpah Dokter, penandatanganan Pernyataan Bersedia Ditempatkan di Provinsi Maluku Setelah Internship, Pengalungan Medali dan Penyerahan Ijazah, Penyerahan Plakat Dokter serta Penyerahan Dokter Baru Kepada Organisasi Profesi. (ZI-21)
