
Penjabat Wali Kota Ambon Bentuk Tim Pemantau, ASN Jangan Terlibat Politik Praktis
ZonaInfo.id, Ambon – Penjabat Wali Kota Ambon, Dominggus N. Kaya membentuk tim memantau Aparatur Sipil Negara (ASN).
Kaya mengingatkan ASN lingkup Pemkot Ambon, baik yang berstatus PNS, PPPK, maupun Honorer, tidak terlibat politik praktis dalam Pilkada.
“ASN tidak boleh berpolitik praktis. ASN dilarang mendukung pasangan calon tertentu, dengan memberi dukungan fasilitasi untuk dilakukan kampanye, memberi tekanan pihak tertentu, itu juga dilarang,” tandas Kaya saat Sosialisasi Netralitas ASN Dalam Pemilukada Tahun 2024 yang digelar, Kamis (10/10/24) di Ballroom MCM, Tantui.
Sosialisasi ini diikuti para Pimpinan OPD, Kepala Sekolah, Kepala Puskesmas, para Guru, dan staf.
Selain Penjabat Wali Kota, sosialisasi Netralitas ASN Tahun 2024 juga menghadirkan Pemateri, Kepala Kejaksaan Ambon, Adhryansah, Pasi Intel Kodim 1504, Mayor Inf. Richard Sapurry, Kasat Binmas Polresta Ambon dan PP. Lease AKP. Hendri Laimeheriwa, Ketua KPU Kota Ambon Kamarudin Mahmud, dan Komisioner Bawaslu Kota Ambon, Reinaldo Pattiasina.
Sementara Penjabat Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon, Roby Sapulette sebagai moderator.
Kaya menegaskan dalam bekerja, seorang ASN punya kewenangan tertentu sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing. Sehingga, jangan sampai pada saat pelaksanaan tugas dan kewenangannya, ASN justru mengarahkan pihak tertentu atau orang yang mendapatkan pelayanan agar memilih salah satu paslon.
“Kalau sampai kedapatan, apalagi ada laporan yang masuk dari masyarakat dan dibuktikan oleh Bawaslu, maka Bawaslu dapat memberikan rekomendasi kepada BKN, KemenPan-RB, dan Kemendagri untuk memberikan sanksi kepada ASN yang melanggar tersebut melalui Gubernur, Wali Kota atau Bupati selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK), dan harus ditindaklanjuti, jika tidak, maka justru PPK yang akan kena sanksi,” tandasnya.
Ia berharap, ASN di Kota Ambon tetap berada dalam habitatnya yakni bekerja dan berkinerja.
“Habitat kita sebagai ASN adalah bekerja dan berkinerja, bukan politik praktis, itu bukan habitat kita,” tandasnya. (ZI-21)
