
SPPG Limumir Kembali Beroperasi, Salur 2.198 Penerima Manfaat
ZonaInfo.id, Ambon – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Limumir, Kecamatan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) kembali beroperasi.
Mitra SPPG Limumir Abdullah Wajo, mengatakan SPPG Limumir kembali beroperasi, setelah sebelumnya berhenti karena libur sekolah, dan saat ini mengalami peningkatan yang cukup siginfikan.
“Setelah libur, kami mulai beroperasi sejak hari Senin 20 Juli 2026, dan mengalami peningkatan penerima manfaat, hal ini dikarenakan adanya penambahan siswa baru, sehingga saat ini SPPG dapur Limumir melayani 2.198 penerima manfaat,” ucap Wajo, Kamis (23/7/2026).
Ia menjelaskan berdasarkan data dapur SPPG Limumir melayani 2.198 penerima manfaat dengan rincian penerima manfaat untuk siswa dan guru (TK/PAUD, SD dan SMP) 1.804, serta posyandu 394 penerima manfaat.
SPPG merupakan unit pelaksana atau infrastruktur dapur pusat yang dibentuk oleh Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memproduksi dan mendistribusikan makanan bergizi gratis. Sehingga SPPG dapur Limumir berkerja sesuai dengan arahan BGN.
Adapun fungsi dan peran utama SPPG Limumir yakni, penyedia makanan bergizi yang berfungsi sebagai dapur umum modern yang mengolah dan menyalurkan makanan dengan gizi seimbang untuk siswa, balita, ibu hamil, serta ibu menyusui.
Selain itu, SPPG Limumir berkomitmen untuk selalu menjaga kualitas dan higienis yang bertujuan untuk memastikan setiap porsi makanan yang didistribusikan memenuhi standar keamanan pangan (higienis dan bernutrisi) untuk mendukung tumbuh kembang anak.
“Kami berkomitmen untuk selalu menjaga Kualitas dan Higiene yang bertujuan untuk memastikan setiap porsi makanan yang didistribusikan memenuhi standar keamanan pangan untuk mendukung tumbuh kembang anak,” ujar Wajo.
Sementara untuk pemberdayaan ekonomi lokal, pihaknya juga melibatkan masyarakat sebagai tenaga kerja (seperti penjamah makanan) dan bekerja sama dengan UMKM atau petani lokal sebagai pemasok bahan baku.
Menurut Wajo, dalam sekali operasi, SPPG Limumir membutuhkan ayam sebanyak 300 Kg, buah seperti semangka dalam satu kali pakai mencapai 200 Kg.
“Untuk sapi sejak lebaran Idul Adha itu mencapai 7 ekor dengan satu kali pakai 200 Kg, belum lagi ikan, buah seperti apel dan pisang, bawang, sayur dan lain-lain,” jelasnya.
Dengan kebutuhan seperti ini, kata Wajo harusnya pemerintah daerah mengontrol harga barang di pasar agar harga tetap terjangkau bagi masyarakat.
Ia juga berharap pemerintah daerah melalui Dinas Perikanan mengaktifkan cold storage ikan di Sesar dan Wakate. (ZI-11)
