Kota

Rapat Paripurna HUT ke-451 Kota Ambon, Wali Kota Paparkan Capaian 17 Program Prioritas

ZonaInfo.id, Ambon – DPRD Kota Ambon menggelar Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-451 Kota Ambon, Jumat (4/9/2026) di Gedung DPRD Kota Ambon.

Setelah rapat dibuka oleh Ketua DPRD Kota Ambon, Mourits L. Tamaela, ia mempersilakan Wali Kota memberikan sambutan.

Dalam sambutan, Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, memaparkan capaian 17 Program Prioritas.

Prioritas pertama, Akses Air Bersih bagi Masyarakat. Perumdam Tirta Yapono telah mengembangkan jaringan perpipaan sepanjang 12.126 meter di 14 lokasi serta membangun 2 sumur dalam (hingga Agustus 2026). Kemudian semester I 2026 mencatat 659 pelanggan baru, sehingga total pelanggan mencapai 14.770, serta Dinas PUPR telah membangun sumur air tanah untuk air baku di 19 lokasi.

Prioritas kedua, Pengolahan Persampahan dan Penataan Lingkungan. Volume sampah yang tertangani mencapai 176,39 ton/hari, dan telah tersedia 27 dump truck, 8 armroll, 20 kontainer, 2 truck compactor, 618 unit wastebin, serta 23 collection point (tempat sampah higienis).

Prioritas ketiga, Penanganan Kemacetan dan Transportasi Publik. Upaya penataan meliputi terminal Mardika A1 & A2, pemeliharaan traffic light, rambu, marka jalan, rekayasa lalu lintas, dan patroli di jalan utama, serta pembebasan lahan warga di seputaran jalan Jenderal Sudirman masih belum menemukan titik terang. Namun, pemkot dan DPRD terus mencari solusi perluasan jalan menuju Karang Panjang.

Prioritas keempat, Perbaikan Infrastruktur dan Fasilitas Publik. Telah dilakukan pemeliharaan berkala pada 17 ruas jalan, pembangunan jalan aspal di 2 lokasi, dan rehabilitasi 6 ruas jalan. Kota Ambon juga meraih peringkat ketiga terbaik Sutami Award dari Pemerintah Pusat beserta insentif Rp20 miliar untuk perbaikan jalan, revitalisasi Pattimura Park, RTP Wainitu, RTP Airsalobar, dan RTP Amahusu, perbaikan 706 unit rumah tidak layak huni, 26 unit rumah korban bencana, serta pembangunan 17 unit rumah baru layak huni.

Prioritas kelima, Penyediaan Lapangan Kerja, UMKM, dan Investasi. Telah dibentuk sebanyak 50 Koperasi Desa Merah Putih (3 telah memiliki gerai: Laha, Wayame, Nusaniwe), penyaluran modal usaha kepada 244 pelaku usaha mikro (176 pelaku usaha dalam proses penilaian tahap kedua) dan bantuan alat perikanan ke 12 kelompok usaha bersama, juga telah dilakukan penerbitan 11.842 Nomor Induk Berusaha (NIB) di tahun 2026 serta Realisasi investasi semester I 2026 mencapai Rp847 miliar (tumbuh 180%).

Prioritas keenam, Layanan Publik melalui Mall Pelayanan Publik (MPP). Telah dilakukan penyerahan fisik gedung MPP dari PT Modern Multiguna dan telah diterima Pemkot. Saat ini sedang dilengkapi peralatan kantor. Target beroperasi penuh pada akhir tahun 2026.

Prioritas ketujuh, Ekosistem Ekonomi Kreatif (Ambon City of Music). Pemkot telah menyelenggarakan 5 event ekonomi kreatif, serta komunitas ekonomi kreatif telah menyelenggarakan 48 event yang melibatkan 116 UMKM.

Prioritas kedelapan, Pelayanan Pendidikan dan Kesehatan Berkualitas. Telah dilakukan pembangunan dan rehabilitasi 34 sekolah, program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah dilayani 34 SPPG untuk 79.553 siswa penerima manfaat, seluruh Puskesmas (21 unit) telah berstatus BLUD serta, Puskesmas rawat inap Hutumuri ditingkatkan menjadi RSUD dan siap diresmikan.

Prioritas kesembilan, Peningkatan Pendapatan Daerah. Pemasangan 370 meter air tanah, 250 unit perekam transaksi online, pekan penagihan PBB, sweeping pajak kendaraan (opsen PKB), serta penagihan piutang pajak bekerja sama dengan Kejaksaan Negeri Ambon. Target realisasi pendapatan daerah mencapai 95%.

Prioritas kesepuluh, program Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jumpa Rakyat (WAJAR) & Layanan Pengaduan. Program WAJAR telah terlaksana 24 kali dan terdata sebanyak 256 pelapor, 335 aduan, serta sebanyak 926 laporan aduan melalui website dan medsos telah ditindaklanjuti.

Prioritas kesebelas, Pengembangan Pariwisata Terintegrasi. Perencanaan ekowisata mangrove, promosi melalui Karisma Event Nusantara, koordinasi pengembangan 3 destinasi utama yakni Wisata Mangrove, Pintu Kota, dan Paralayang.

Prioritas kedua belas, Penataan Birokrasi dan Tata Kelola. Akan dilakukan pelantikan 290 lebih pejabat Eselon III dan IV setelah HUT Kota Ambon, pelantikan Sekda hasil seleksi terbuka, 7 pejabat eselon II, serta 1.910 PPPK. Pelatihan dasar untuk 930 CPNS dan PKN Tingkat II bagi 17 pejabat eselon II, Opini WTP BPK RI, Indeks Reformasi Birokrasi 61,30 (Nilai B), SAKIP B, serta predikat kepatuhan pelayanan publik kualitas tinggi.

Prioritas ketiga belas, Pengembangan Ambon Smart City. Nilai evaluasi Smart City mencapai 3,6 dari skala 4,0. Kemudian pemasangan 57 titik CCTV bekerja sama dengan Lintasarta.

Prioritas keempat belas, Penanggulangan Kemiskinan & Bantuan Sosial. Sebanyak 836 Bansos telah disalurkan ke keluarga miskin, alat bantu untuk 30 penyandang disabilitas, bantuan usaha untuk 30 keluarga miskin, dan 3.098 paket sembako pasar murah, 40.473 keluarga (33,62%) telah terdaftar dalam program digitalisasi bansos.

Prioritas kelima belas, Penguatan Lembaga Keagamaan & Toleransi. Telah dilakukan penyaluran insentif kepada 869 tokoh agama, marbot, penjaga gereja, pura, dan vihara serta pelaksanaan Safari Ramadan dan Safari Natal.

Prioritas keenam belas, Penguatan Pemuda dan Ekonomi Kreatif (Ekraf). Telah dilaksanakan workshop konten digital, Ambon Creativepreneur, dan Manajemen Talenta Nasional, bantuan modal bagi 40 wirausaha muda, peningkatan kapasitas 80 pelaku ekraf, dan expo bagi 70 usaha muda serta pengelolaan RTP Wainitu diserahkan ke komunitas pemuda.

Prioritas ketujuh belas, Fasilitasi Lembaga Adat dan Kemasyarakatan. Telah ditetapkan 26 ormas tertib administrasi beserta pemberian hibah dan pembentukan Forum Anak di 28 desa/negeri, 2 kelurahan, dan 3 kecamatan.

Wali Kota mengatakan, meski berbagai program prioritas menunjukkan capaian menggembirakan, Pemkot secara terbuka mengakui masih ada deretan persoalan krusial yang memerlukan penanganan serius.

Masalah yang sedang dihadapi sekarang seperti Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang masih tergolong tinggi di angka 11,37%, kualitas infrastruktur yang belum memadai, termasuk persoalan jalan rusak dan berlubang yang belum sepenuhnya terbenahi, kebutuhan pemenuhan sarana air bersih dan fasilitas dasar masyarakat yang belum merata di semua titik, optimalisasi sistem pengangkutan dan pengelolaan sampah kota.

Kemudian, tingginya tingkat kerentanan wilayah terhadap bencana alam, ketimpangan distribusi kepadatan penduduk antardesa, negeri, kelurahan, hingga kecamatan, serta angka kemiskinan yang masih berada di atas 4%, yang terus menjadi fokus penanganan utama Pemerintah Kota Ambon.

Wali Kota menyampaikan, peringatan HUT ke-451 harus dimaknai sebagai ajang refleksi dan penguatan komitmen bersama, bukan sekadar seremonial. Pembangunan hingga akhir tahun 2027 diperhadapkan pada tantangan kompleks seperti ketidakpastian ekonomi global, perubahan iklim ekstrem, disrupsi pangan, hingga efisiensi anggaran pusat.

“Oleh sebab itu, Pemerintah Kota Ambon dituntut merancang program adaptif dan responsif melalui reformasi struktural, peningkatan kualitas SDM, penguatan UMKM, kemudahan investasi, serta transformasi digital,” tegasnya.

Namun, ditengah berbagai dinamika, indikator makro Kota Ambon menunjukan tren yang positif. Pertumbuhan Ekonomi Pada kuartal pertama tahun 2026 tumbuh sebesar 6,09%, berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi Nasional dan Provinsi, serta angka inflasi year-on-year per Juli 2026 berhasil dikendalikan pada level 2,9%.

Wali Kota mengatakan masyarakat Kota Ambon pernah mengalami masa-masa sulit seperti bencana, konflik sosial, tekanan ekonomi, serta berbagai perubahan yang menguji ketahanan masyarakat.

“Satu hal yang tidak pernah hilang dari jati diri orang Ambon adalah semangat untuk bangkit, bergandengan tangan, dan bersama-sama membangun kehidupan serta merawat keberlanjutan,” tandasnya.

Hadir, Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, Sekkot, Robby Sapulette, Ketua TP-PKK, Lisa Wattimena, Ketua DWP, Saartje Sapulette, Wakil Ketua I, Gerald Mailoa, Wakil Ketua II, Patrick Moenandar, anggota DPRD Kota Ambon, serta undangan lainnya. (ZI-21)

Tinggalkan Balasan