
Unpatti Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila
ZonaInfo.id, Ambon – Universitas Pattimura menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila ke-80, Senin, (1/6/2026) di Lapangan Upacara Kampus setempat.
Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Pattimura, Prof. Dr. Dominggus Malle, S.Pt., M.Sc., bertindak sebagai pemimpin upacara. Ia membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D.
Yudian Wahyudi mengatakan peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila terus hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, peringatan tahun ini menegaskan bahwa Pancasila tidak hanya relevan dalam menjaga keutuhan bangsa Indonesia yang majemuk, tetapi juga menjadi landasan penting dalam mewujudkan perdamaian dunia yang berkelanjutan.
Pancasila disebut sebagai “bintang penuntun” yang telah membuktikan ketangguhannya dalam menyatukan keberagaman Indonesia yang terdiri atas lebih dari 17.000 pulau dan ratusan kelompok etnik. Di tengah berbagai tantangan global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik, Pancasila tetap menjadi jangkar moral bangsa Indonesia.
Selain itu, Indonesia juga ditegaskan memiliki tanggung jawab konstitusional untuk turut mewujudkan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Pidato tersebut juga menyoroti berbagai kontribusi Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia, antara lain melalui keterlibatan pasukan perdamaian di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), peran dalam mediasi konflik regional, serta komitmen dalam memperjuangkan keadilan bagi bangsa-bangsa yang masih menghadapi berbagai bentuk penindasan.
Kepada generasi muda, disampaikan ajakan untuk menjadikan Pancasila sebagai living ideology atau ideologi yang hidup dalam praktik keseharian. Nilai-nilai Pancasila diharapkan tidak hanya menjadi simbol atau hafalan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam sikap, perilaku, dan tindakan nyata.
Dalam pidato tersebut juga ditegaskan pentingnya setiap kebijakan publik berlandaskan nilai-nilai Pancasila, terutama dalam mewujudkan keadilan sosial, menjamin hak-hak masyarakat, serta mencegah berkembangnya intoleransi dan radikalisme yang dapat mengancam persatuan bangsa.
Yudian Wahyudi mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus memperkuat komitmen kebangsaan, menjaga persatuan dalam keberagaman, serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan demi mewujudkan Indonesia yang maju, damai, dan berkeadilan.
“Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di Republik yang kita cintai,” tandas Prof. Malle mengutip pidato Kepala BPIP.
Upacara perayaan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 tersebut diikuti oleh pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, serta siswa Sekolah Laboratorium Universitas Pattimura, sebagai bentuk komitmen bersama dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan kampus maupun dalam kehidupan bermasyarakat. (ZI-21)
