Kota

Wali Kota Ambon: Peringatan HAN Ingatkan Pemangku Kepentingan Jadikan Anak Prioritas

ZonaInfo.id, Ambon – Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena menghadiri peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42, Kamis (23/7/2026), di Swiss Bell Hotel. Ia menegaskan peringatan HAN mengingatkan para pemangku kepentingan untuk menjadikan anak-anak sebagai prioritas.

Hadir, Wakil Ketua I DPRD Kota Ambon, Gerald Mailoa, Ketua TP-PKK Kota, Lisa Wattimena, Kepala Kantor BKKBN Provinsi Maluku, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota, serta undangan lainnya.

Sebelum Wali Kota menyampaikan sambutan, ia melantik Forum Anak Kota Ambon (FAKOTA) sebagai wadah partisipasi dan menyampaikan aspirasi anak-anak di Kota Ambon.

Pelantikan berdasarkan SK Wali Kota Nomor 575 tahun 2026 tentang pembentukan Forum Anak.

Dalam sambutannya Wali Kota mengatakan, cara orang tua memperlakukan anak dapat menentukan masa depan bangsa Indonesia.

“Cara kita memperlakukan anak-anak kita hari ini, itu yang akan menentukan masa depan bangsa Indonesia, Maluku, dan Kota Ambon ke depan. Anak-anak adalah investasi yang mesti kita perlakukannya dengan baik, supaya mereka siap, mereka dibentuk dengan baik, pada waktunya mereka akan menjadi generasi penerus kita-kita yang hari ini sementara menduduki jabatan-jabatan ini,” ujarnya.

Peringatan HAN dapat mengingatkan para pemangku kepentingan agar menjadikan anak-anak sebagai prioritas.

“Peringatan Hari Anak Nasional selalu mengingatkan kita semua, teristimewa para pemangku kepentingan yang berhubungan dengan kemampuan kapasitas kita untuk mengambil keputusan kebijakan, supaya menjadikan anak-anak sebagai salah satu prioritas dalam pengambilan keputusan atau kebijakan,” tandasnya.

Wali Kota mengatakan, pada waktunya nanti anak-anak yang akan menggantikan para pemangku kepentingan, jika salah mengambil langkah maka anak-anak tidak bisa melakukan yang terbaik.

“Pada waktunya kita akan hilang semua dari peredaran, dan anak-anak inilah yang akan menggantikan kita. Jadi kalau kita salah dalam meletakkan dasar-dasar untuk membina, membimbing mereka, maka kalau ke depan, ya, mereka juga tidak dapat untuk melakukan yang terbaik, maka salahnya bukan di mereka, salahnya ada di kita,” tandasnya.

Ia mengungkapkan, jika masyarakat mencermati kondisi anak-anak saat ini, 62 persen anak Indonesia adalah korban kekerasan fisik maupun verbal.

“Kalau kita coba mencermati bagaimana kondisi anak-anak Indonesia saat ini, itu sering keluar di iklan televisi dari Kementerian Pendidikan kalau tidak salah. 62% anak Indonesia korban kekerasan, bukan saja kekerasan fisik tapi juga kekerasan verbal,” ujar Wali Kota.

Mengusung tema “Sayangi Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, Wali Kota mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat komitmen perlindungan anak.

Pemerintah Kota Ambon juga telah menerapkan berbagai kebijakan ketat, seperti pembatasan penjualan rokok dan miras di sekitar radius sekolah, penataan orientasi iklan rokok, hingga larangan media promosi rokok di fasilitas umum/restoran. Langkah ini diambil guna meminimalisasi paparan zat adiktif, narkoba, serta pergaulan bebas pada generasi muda.

“Mari kita tingkatkan sinergi dan komitmen bersama demi memastikan hak-hak anak di Kota Ambon terpenuhi dan mereka tumbuh di lingkungan yang aman,” ujar Wali Kota. (ZI-21)

Tinggalkan Balasan