
Wisudakan 1.713 Lulusan, Rektor Paparkan Tiga Pilar Transformasi Unpatti
ZonaInfo.id, Ambon – Universitas Pattimura (Unpatti) mewisudakan 1.713 lulusan dalam Rapat Senat Terbuka Luar Biasa periode Oktober 2026, Senin (2/11/2026), di Auditorium Kampus setempat.
Rektor Unpatti, Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd., memaparkan tiga pilar utama dalam transformasi Unpatti guna menjawab dinamika perubahan global yang cepat.
“Yang pertama mengoptimalkan kualitas lulusan yang terserap di dunia kerja, pengalaman mahasiswa di luar kampus, hingga hilirisasi hasil kerja dosen bagi masyarakat dan industri (impactful higher education), kemudian pemutakhiran kurikulum berbasis outcome-based education, penguatan ekosistem riset kolaborasi, serta integrasi teknologi digital di setiap lini pembelajaran, dan memperkuat jejaring internasional, meningkatkan publikasi ilmiah bereputasi global, serta menerapkan tata kelola kampus yang transparan dan akuntabel,” jelas Rektor dalam sambutannya.
Rektor mengungkapkan total 1.713 lulusan yang diwisudakan terdiri dari: 1.621 lulusan program sarjana (termasuk 56 lulusan PSDKU Aru dan 51 lulusan PSDKU MBD),70 lulusan program magister, 6 lulusan program doktor, 1 lulusan pendidikan profesi guru, dan 15 lulusan pendidikan profesi dokter.
Dari data kelulusan periode Oktober 2026, rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) lulusan tercatat di angka 3,44 dengan rata-rata lama studi selama 4,0 tahun.
“Tolak ukur perguruan tinggi saat ini bukan hanya seberapa banyak mahasiswanya yang lulus, melainkan seberapa besar dampak nyata yang dihasilkan bagi masyarakat, bangsa, dan dunia global,” tandasnya.
Lanjut Rektor, hari ini gelar akademik resmi disematkan pada pundak para wisudawan. Gelar tersebut merupakan bukti perjuangan, ketekunan, dan pengorbanan yang telah dilewati bersama para dosen serta orang tua.
Sebelumnya, Ketua Senat Unpatti Prof. Dr. Tonny D. Pariela, M.A., saat membuka Rapat Senat Terbuka Luar Biasa berpesan agar para lulusan sebagai komunitas terpelajar mampu menginternalisasikan nilai-nilai luhur bangsa.
Para wisudawan telah dibekali dengan tiga kekuatan utama untuk menghadapi berbagai potensi ancaman global di bidang sosial, budaya, ekonomi, politik, hukum, hingga pertahanan dan keamanan, tiga poin tersebut yaitu, Kecerdasan Intelektual, Kecerdasan Spiritual (Homo Religiosus), serta Kecerdasan Sosial.
Pariela mengatakan, wisuda periode Oktober 2026 yang dilaksanakan pada hari ini, mempunyai makna nasionalis yang strategis dan resonansi kebangsaan yang kuat.
“Beberapa waktu yang lalu, sepanjang bulan Oktober, kita telah memperingati tiga tonggak peristiwa bersejarah yang penting, dimulai dari peringatan Hari Kesaktian Pancasila (1 Oktober), diikuti oleh peringatan HUT TNI (5 Oktober), dan diakhiri dengan peringatan Sumpah Pemuda (28 Oktober),” tandasnya.
Lanjut Pariela, dalam perspektif nasionalisme kebangsaan Indonesia, ketiga peristiwa bersejarah tersebut mempunyai kontribusi yang sangat signifikan, tidak hanya dalam meletakkan landasan yang kuat bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara Indonesia, tetapi melampaui itu juga menjadi kekuatan pembentuk jiwa nasionalis dan kompas moral bagi seluruh rakyat Indonesia, termasuk bagi para wisudawan.
Sebagai komunitas terpelajar, orang-orang yang hari ini sah mendapatkan pengakuan akademik, diharapkan dapat mengadopsi dan beradaptasi, merenungkan dan mempraktikkan nilai-nilai luhur nasionalisme kebangsaan Indonesia melalui proses institusionalisasi, bahkan internalisasi.
“Dunia dewasa ini bergerak cepat dan berubah sangat besar, dunia berkembang dalam ketidakpastian, namun sesungguhnya memberi pula peluang-peluang yang bisa digunakan untuk memperbaiki dan/atau meningkatkan kualitas hidup manusia,” ujarnya.
Hadir Wakil Presiden Republik Indonesia ke-10 dan ke-12 sekaligus tokoh perdamaian, Dr. (H.C.) Drs. H. Mohammad Jusuf Kalla, Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, Sekda Provinsi Maluku, Sadali Ie, Ketua DPRD Provinsi Maluku, Benhur G. Watubun, Forkopimda Provinsi Maluku, Rohaniawan, serta undangan lainnya. (ZI-21)
