Ragam

Orasi Ilmiah di Unpatti, Jusuf Kalla Dorong Wisudawan Berani Ciptakan Lapangan Kerja

ZonaInfo.id, Ambon – Mantan Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Dr. (H.C.) Drs. H. Mohammad Jusuf Kalla, menyampaikan orasi ilmiah pada Rapat Senat Terbuka Luar Biasa Universitas Pattimura (Unpatti) dalam rangka Wisuda Periode Oktober 2026, Senin (2/11/2026), di Auditorium Kampus setempat.

Dalam orasinya, Jusuf Kalla mengatakan ilmu pengetahuan berkembang secara terus-menerus, sehingga sistem pendidikan harus mampu mendahului perkembangan tersebut.

“Berdasarkan kunjungan saya ke negara-negara maju seperti Cina, Amerika Serikat, dan Taiwan, saya mencatat bahwa kemajuan suatu bangsa sangat bergantung pada investasi yang kuat pada pendidikan dan riset. Negara-negara tersebut, berkembang karena pendidikan dan riset. Mereka mendahului zamannya, dan hanyalah dengan riset dan pendidikan kita dapat survive di dunia ini pada masa depan.

Ia mengungkapkan, dunia saat ini dihadapkan pada berbagai krisis global, mulai dari konflik geopolitik antarnegara, ancaman krisis pangan, hingga tantangan ekonomi yang dirasakan masyarakat luas.

“Berbagai persoalan global ini menuntut kesiapan mental, persatuan, serta kerja keras dari seluruh elemen bangsa,” tandasnya.

Jusuf Kalla mengajak untuk mengenang kembali posisi strategis Maluku dalam sejarah dunia. Ia menceritakan bagaimana bangsa-bangsa Eropa seperti Belanda, Inggris, Spanyol, dan Portugal dulunya berlomba-lomba datang ke Maluku demi mencari rempah-rempah. Bahkan, sejarah mencatat peristiwa pertukaran Pulau Run di Banda dengan Manhattan di Amerika Serikat oleh kekuatan kolonial pada masa lampau.

“Maluku sempat melewati masa-masa kelam, mulai dari gejolak di masa lalu, krisis ekonomi, hingga konflik sosial yang pernah terjadi. Oleh karena itu, pengalaman pahit tersebut perlu dijadikan pembelajaran berharga untuk memperkuat persatuan dan kesatuan,” ujarnya.

Jusuf Kalla juga menyinggung potensi kekayaan alam modern Maluku seperti Blok Masela, ia mengingatkan, pengelolaan sumber daya berteknologi tinggi tidak akan memberikan hasil optimal tanpa adanya pelatihan, riset, dan kemauan keras.

“Jika masyarakat lokal tidak siap, maka kemajuan hanya akan menjadi penonton atas kekayaan alam yang dibawa keluar daerah,” tandasnya.

Kepada para wisudawan yang baru dilantik, Jusuf Kalla berpesan agar memandang wisuda bukan sebagai langkah akhir, melainkan gerbang awal untuk membuka dunia nyata.

“Para lulusan harus didorong untuk tidak hanya mencari pekerjaan di pemerintahan yang kian terbatas, tetapi berani menjadi pengusaha dan menciptakan lapangan kerja,” tegasnya.

Jusuf Kalla menegaskan kemajuan suatu negara atau daerah tidak semata-mata bergantung pada kelimpahan sumber daya alamnya, melainkan pada kualitas semangat manusia, keadilan hukum, serta integritas pemerintahannya.

Sampaikan Tiga Pesan

Sebelumnya, Gubernur Maluku dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Ir. Sadali Ie, M.Si., I.P.U., menyampaikan tiga pesan kepada para wisudawan, yang akan melangkah menghadapi tantangan masa depan, yakni satu, lulusan sebagai Solusi dan Inovator: Para lulusan diharapkan dapat menjadi pemimpin masa depan yang menghadirkan solusi, inovasi, serta mampu menyalakan semangat di tengah masyarakat.

Dua, Adaptif terhadap Perubahan Zaman: Mengingat dunia terus berubah, para lulusan harus senantiasa memperbarui pengetahuan, menyemangati kompetensi, serta membangun kemampuan beradaptasi terhadap dinamika zaman.

Tiga, Integritas dan Nilai “Orang Basudara”: Maluku tidak hanya membutuhkan generasi yang cerdas, tetapi yang lebih utama adalah generasi yang jujur, bertanggung jawab, menghargai keberagaman, serta senantiasa menjaga nilai-nilai dan semangat “orang basudara”.

Gubernur juga meminta para wisudawan tidak pernah melupakan tanah kelahiran. “Tanah Maluku membutuhkan pikiran, keahlian, dan karya nyata mereka setelah menyelesaikan studi,” ujarnya.

Gubernur menegaskan masa depan Maluku tidak hanya bergantung pada kekayaan alam yang melimpah, melainkan ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya, yakni individu yang mampu mengelola pengetahuan, menciptakan inovasi, serta menghadirkan perubahan positif bagi daerah. (ZI-21)

Tinggalkan Balasan