
Inspektorat Diminta Periksa Dana BOS SD Negeri 8 Kilmury, Gassam: Ada yang Zalimi Saya
ZonaInfo.id, SBT – Inspektorat Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) diminta memeriksa Dana BOS SD Negeri 8 Kilmury.
Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2017-2025 yang mencapai Rp 1 miliar lebih berbau penyalahgunaan.
Saat itu, SD 8 Kilmury dipimpin Warda Gassam. Kendati tiap tahun diguyur Dana BOS, namun tidak ada perubahan di sekolah.
“Setiap tahun sekolah mendapat Dana BOS Reguler 50 juta, Bos Afirmasi 42 juta, BOS Kinerja 30 juta dan juga dana PIP, tapi sekolah begitu saja, bendera Merah Putih juga terpampang hanya sebagai pelengkap admistrasi,” ungkap sumber di Dinas Pendidikan SBT, Sabtu (3/10/2026).
Bukan saja itu, gaji honor tenaga pendidik sebanyak 5 orang dari tahun 2017 hingga 2024 juga kena potong. Sesuai laporan, mereka dibayar masing-masing Rp500 ribu per bulan. Namun faktanya, mereka menerima bervariasi. Ada yang mendapatkan Rp300 ribu dan ada yang Rp500 ribu per bulan.
Selama 13 tahun menjadi Kepala SD 8 Kilmury, Warda Gassam hanya membeli kebutuhan sekolah dengan Dana BOS yakni 2 Lemari, 1 Warles, 4 Laptop, beberapa buku pedoman guru, serta beberapa buka bacaan untuk siswa.
Kegiatan ektrakurikuler yang harusnya dilakukan, juga tidak pernah berjalan. “Bayangkan, hampir tidak ada kegiatan ekstra di sekolah,” ucap sumber itu.
Ia meminta Inspektorat segera memeriksa dugaan penyalahgunaan Dana BOS di SD 8 Kilmury. “Saya harap Inspektorat memanggil mantan Kepala SD 8 Kilmury untuk diperiksa,” tandasnya.
Sementara itu, mantan Kepala SD 8 Kilmury, Warda Gassam yang dikonfirmasi ZonaInfo.id, melalui telepon WhatsApp, membantah tuduhan tersebut. Ia menegaskan selama dirinya memimpin, Dana BOS digunakan sesuai prosedur.
Gassam menjelaskan sebelum sekolah melakukan pencairan Dana BOS, ia melakukan rapat dengan guru untuk mengajukan program yang akan dituangkan dalam Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (ARKAS).
“Jauh sebelum Dana BOS cair, program sudah dituangkan di ARKAS, bahkan saya rapat dengan guru-guru,” ucapnya.
Gassam mengungkapkan selama dirinya memimpin ia membeli banyak kebutuhan sekolah, dan menjalankan setiap kegiatan. Ia menyebutkan barang-barang yang dibeli yakni mesin genset, lemari 3 buah, kursi sofa, warles 3 buah, kipas angin, starling, dan infocus. Perbaikan sekolah juga dilakukan.
Sejumlah kegiatan juga dilakukan antara lain ilmu Naiwanu dan kegiatan lainnya yang berkaitan dengan sekolah. Setiap kegiatan 17 Agustus juga anggaran digunakan. “Terakhir itu 17 Agustus 2025 anggaran digunakan hampir 11 juta,” jelas Gassam.
Untuk gaji guru honor, kata Gassam, terakhir dibayar masing-masing guru Rp300 ribu, sebelumnya Rp400 ribu, karena anggaran Dana BOS menurun.
“Kegiatan tak terduga juga membutuhkan anggaran. Misalnya setiap tahun ada pergantian guru Indonesia mengajar, yang juga menjadi tanggung jawab sekolah untuk kebutuhan perjalanan mereka ke Undur,” ungkapnya.
Soal adanya informasi terkait dugaan penyalahgunaan Dana BOS, Warda Gassam menilai ada kepentingan tertentu yang sengaja menzalimi dirinya.
“Ini ada yang zalimi saya, sebab ini terjadi setelah saya diganti dari kepala sekolah, padahal sekolah ini saya pimpin mulai dari nol, hati nurani di mana,” tandas Gassam.
Lanjutnya, bendera Merah Putih yang sudah tidak digunakan karena usang dan sudah diganti, masih saja diposting di beranda facebook oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
“Bendera Merah Putih yang sudah sobek dan tidak dipakai yang ada di lemari, itu saja diposting di facebook dengan kata-kata yang sangat menyinggung, padahal ada bendera baru yang sudah dbeli,” tandas Gassam. (ZI-11)
