
Pertumbuhan Ekonomi Kota Ambon Lebih Tinggi Nasional, Pendapatan Daerah 2027 Naik
ZonaInfo.id, Ambon – Pertumbuhan ekonomi Kota Ambon pada Kuartal I Tahun 2026 mencatatkan angka 6,09%. Lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional.
Berdasarkan indikator ini, perekonomian Kota Ambon diperkirakan bertumbuh secara moderat di tengah berbagai tekanan ekonomi.
“Hal ini didukung oleh indikator capaian pertumbuhan ekonomi Kota Ambon pada Kuartal I Tahun 2026 yang mencatatkan angka 6,09% lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional maupun Provinsi Maluku,” ujar Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena dalam sambutannya pada rapat paripurna ke-5 masa sidang III, Selasa (18/8/2026) dalam rangka penandatanganan nota kesepakatan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Rancangan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Ambon tahun 2027.
Wali Kota mengatakan untuk menjaga tren positif tersebut, Pemkot Ambon memfokuskan strategi pada penyorotan konsumsi rumah tangga, pemberian kemudahan dan insentif perizinan investasi, efisiensi belanja pemerintah, serta penguatan sektor pariwisata sebagai penopang utama sektor jasa dan perdagangan.
Wali Kota menyampaikan, tahun 2027 juga menandai tahun ketiga pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Ambon Tahun 2025–2030, yang diarahkan pada akselerasi, transformasi digital, dan ekonomi kreatif demi mewujudkan Ambon Berdaya Saing melalui 17 program prioritas.
Berikut adalah rincian Rancangan APBD Kota Ambon Tahun Anggaran 2027 yang tertuang dalam KUA-PPAS:
- Pendapatan Daerah
Pendapatan Daerah Kota Ambon TA 2027 dirancang sebesar Rp1.134.493.167.477,00, mengalami kenaikan sebesar 0,73% dibandingkan target APBD TA 2026 sebesar Rp1.126.191.497.436,00. Rinciannya meliputi: Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp247.556.498.748,00 dan Pendapatan Transfer Rp886.937.470.729,00.
- Belanja Daerah
Belanja Daerah TA 2027 dianggarkan sebesar Rp1.078.743.957.477,00, atau berkurang 16,64% dari anggaran APBD TA 2026 yang sebesar Rp1.294.833.490.024,00.
Komposisi belanja daerah terdiri dari: Belanja Operasi Rp925.704.551.715,00, Belanja Modal Rp54.431.417.172,00, Belanja Tidak Terduga (BTT) Rp7.547.015.690,00 dan Belanja Transfer Rp91.060.971.900,00.
- Pembiayaan Daerah
Pembiayaan Daerah TA 2027 dirancang berkurang sebesar Rp55.750.000.000,00, dengan rincian: Penerimaan Pembiayaan Rp1.100.000.000,00, Pengeluaran Pembiayaan Rp56.850.000.000,00 (terdiri atas Penyertaan Modal sebesar Rp1.250.000.000,00 dan Pembayaran Pokok Utang sebesar Rp55.600.000.000,00).
Dengan struktur tersebut, posisi anggaran daerah dalam KUA-PPAS Kota Ambon TA 2027 berada dalam kondisi berimbang.
Wali Kota mengungkapkan, dalam Rancangan APBD 2027, Pemkot Ambon telah mengalokasikan Anggaran Transfer ke Daerah sebesar Rp735 miliar, meningkat 5,5% dari alokasi tahun 2026.
“Kepastian angka ini telah dikonfirmasi oleh Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Ambon berdasarkan rincian dalam APBN 2027, yang diharapkan memberikan ruang fiskal lebih luas bagi pelaksanaan program-program prioritas daerah,” ujarnya.
Wali Kota menegaskan seluruh ASN harus menyatu dalam satu tim kerja yang utuh dan profesional. Tidak boleh ada lagi kubu-kubuan, faksi, atau kelompok kepentingan politik di dalam tubuh birokrasi Pemkot Ambon.
“Soal ASN dan birokrasi, saya rasa saya sudah sampaikan jelas tidak boleh ada lagi kelompok-kelompok atau faksi-faksi. Bagi yang tidak menerima, silakan keluar dari barisan saya. Pilkada sudah selesai. Beda pilihan itu biasa saat Pilkota, nanti 2030 baru ketemu lagi di panggung berikutnya. Setelah itu, jangan lagi ada kubu-kubuan. Kita harus membangun potensi yang ada jadi bagus,” tandasnya.
Hadir, Sekkot Robby Sapulette, Wakil Wali Kota, Ely Toisutta, Pimpinan OPD, Anggota Dewan, serta undangan lainnya. (ZI-21)
