Kota

Groundbreaking Sharon Griya Nusaniwe, Wali Kota Ingatkan Ketersediaan Air Bersih

ZonaInfo.id, Ambon – Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena melakukan groundbreaking perumahan Sharon Griya Nusaniwe, Jumat (14/8/2026), di Lorong Sekkot.

Dalam sambutannya, Wali Kota mengatakan, Pemerintah Pusat sedang berupaya untuk memberikan hunian yang layak kepada masyarakat, khusus yang berpenghasilan rendah dan kurang mampu.

“Pembangunan rumah bersubsidi adalah program dari Pemerintah Pusat, supaya, bisa dihuni oleh masyarakat yang kurang mampu dan yang berpenghasilan rendah,” ujarnya.

Wali Kota menyampaikan, rumah bukan hanya sekedar bangunan fisik, tetapi, dari rumahlah keluarga bisa membangung kehidupan, dan tugas Pemerintah memastikan kualitas hidup masyarakat bisa meningkat.

“Bagaimana kualitas hidup bisa meningkat kalau rumah saja tidak layak, stunting tidak mungkin bisa kita selesaikan, kemiskinan sulit untuk kita selesaikan, dan lain-lain. Karena itu rumah menjadi instrumen penting untuk menjadi tempat hunian baik bagi kehidupan keluarga dalam rangka meningkatkan kualitas hidup keluarga itu sendiri,” tandasnya.

Wali Kota menjelaskan, ada 169 rumah bersubsidi yang akan dibangun oleh PT. Maluku Drop Coredi kawasan Sharon Griya Nusaniwe. Harga 185.000.000 per unit.

“Murah Bapak Ibu. Katong bangun rumah hari ini kalau yang agak besar sedikit, pasti sudah ada di Rp400-Rp600 juta, itu dengan tanahnya. Nah, ini termasuk tanah hanya Rp185 juta per unit, dan skema pembiayaan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) melalui BP Tapera, serta dukungan bank penyalur yang tadi beta bilang: BTN, BNI, Mandiri, dan BRI. Istilahnya Bank Himbara,” ujarnya.

Lanjutnya, skema uang muka mulai dari 1% dan tenor hingga 20 tahun. Ini menjadi peluang yang sangat baik bagi masyarakat Kota Ambon. Jika dilihat dari kondisi Kota Ambon, banyak rumah yang tidak layak huni, masyarakat membangun rumah tidak lagi memikirkan soal kualitas hidup, dikarenakan krisis ekonomi.

Pemerintah Kota terus berupaya setiap tahunnya melakukan perbaikan terhadap rumah yang tidak layak huni, tapi keterbatasan anggaran membuat perbaikan membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikannya.

“Tahun ini mudah-mudahan kita bisa dapat sekitar 400 sampai 500 bantuan semacam perbaikan rumah tidak layak huni atau bedah rumah begitu dari Pemerintah Pusat. Itu berarti kita bisa menolong banyak keluarga di Kota Ambon,” tandasnya.

Wali Kota mengatakan, hanya developer-developer yang mau mengabdi saja yang mau bekerja untuk membangun rumah-rumah bersubsidi. Namun, ia mengingatkan jangan karena harga rumahnya pas-pasan membuat developer tidak mempertimbangkan kualitasnya.

“Saya ingatkan jangan sampai karena harganya pas-pasan lalu kita tidak mempertimbangkan kualitas bangunannya, nanti upaya kita untuk rumah yang layak, yang baik bagi masyarakat itu tidak dapat tercapai,” tandasnya.

Wali Kota mengingatkan soal ketersediaan air bersih. Ia meminta Direktur Perumdam Tirta Yapono, agar bekerja sama dengan developer.

“Direktur Perumdam, nanti tolong kerja sama dengan pihak pengembang, pastikan kalau rumah jadi, air juga masuk. Jangan sampai rumah sudah jadi tapi tidak ada air bersih nanti kita yang setengah mati,” ujarnya.

Wali Kota berharap proses peletakan batu pertama ini hendaknya mengingatkan pada dua hal yakni Pemerintah terus ada dan berupaya untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat, dan semua yang diprogramkan mesti dalam upaya berkolaborasi bekerja bersama, serta ada koordinasi instansi pemerintah, ada peran developer, ada peran bank penyalur, dan ada peran instansi-instansi lain.

Usai menyampaikan sambutan, Wali Kota didampingi Sekkot meletakkan batu pertama, dilanjutkan Direktur PT. Maluku Drop Core, dan Kepala Dinas Perkim Provinsi Maluku, Nurjanah Yunus. (ZI-21)

Tinggalkan Balasan