
PGSD FKIP Unpatti Bawa Isu Kearifan Lokal Maluku di Kasetsart University Thailand
ZonaInfo.id, Ambon – Program Studi PGSD FKIP Universitas Pattimura membawa isu kearifan lokal Maluku di Kasetsart University Thailand.
Kolaborasi internasional dan penguatan mutu pendidikan dasar melalui kegiatan “HDPGSDI Goes to Thailand 2026” yang dilaksanakan pada 3–6 Agustus 2026 itu, melibatkan dua dosen PGSD FKIP, yaitu Prof. Dr. Marleny Leasa, M.Pd. dan Dr. Nessy Pattimukay, M.Pd.
Kedua dosen Universitas Pattimura berkolaborasi dengan 25 dosen lainnya dari 13 perguruan tinggi di Indonesia. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan SDGs 4 (Quality Education) melalui pengembangan kapasitas pendidik, pertukaran pengetahuan, inovasi pembelajaran, dan penguatan jejaring kolaborasi internasional.
Rangkaian kegiatan akademik meliputi visiting lecturer di Kasetsart University, Kamphaeng Saen Campus, serta community service di Kasetsart University Laboratory School. Kedua kegiatan tersebut sekaligus dimanfaatkan sebagai sarana benchmarking melalui observasi, pertukaran pengetahuan, identifikasi praktik baik, dan pembelajaran terhadap praktik pendidikan di Kasetsart University dan Kasetsart University Laboratory School.
Dalam perspektif SDG 4, kegiatan benchmarking internasional ini penting karena memberikan kesempatan kepada dosen untuk mempelajari praktik pendidikan yang inovatif dan relevan, kemudian merefleksikan serta mengadaptasinya sesuai dengan kebutuhan pendidikan dasar di Indonesia termasuk di Universitas Pattimura, khususnya dalam pengembangan pembelajaran yang berkualitas dan berpusat pada peserta didik.
Pada kegiatan visiting lecturer, dilaksanakan seminar pendidikan dengan tema “AI for Learner Development” yang disampaikan oleh Dr. Theerasak Soykeeree dari Faculty of Education and Development Sciences bersama beberapa dosen dari Himpunan Dosen PGSD Indonesia.
Penguatan wawasan mengenai kecerdasan artifisial dalam pengembangan peserta didik memberikan kontribusi terhadap peningkatan kapasitas akademik dosen dan pemahaman mengenai pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Hal ini sejalan dengan roh SDGs 4 yang mendorong tersedianya pendidikan yang berkualitas, relevan, dan responsif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Momentum penting terjadi saat kunjungan ke Kasetsart University, ketika delegasi HDPGSDI disambut oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Internasional, Asst. Prof. Dr. Tassanee Jantiya, bersama sejumlah dosen Faculty of Education and Development Sciences.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Implementation Agreement (IA) dan foto bersama sebagai bentuk komitmen kerja sama akademik lintas negara. Kerja sama tersebut memiliki nilai strategis dalam mendukung SDG 4 karena membangun kemitraan internasional yang dapat menjadi landasan bagi pertukaran pengetahuan, pengembangan kapasitas dosen, penelitian kolaboratif, mobilitas akademik, serta pengembangan inovasi pembelajaran. Melalui kerja sama ini, Universitas Pattimura secara khusus dan HDPGSDI secara umum memperkuat posisi sebagai mitra strategis dalam pengembangan pendidikan dasar berbasis riset, teknologi, dan jejaring internasional.
Rangkaian kegiatan strategis lainnya adalah community service di Kasetsart University Laboratory School yang diawali dengan penyambutan rombongan oleh direktur sekolah dan para staf. Penyerahan plakat Universitas Pattimura dan foto bersama menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan persahabatan dan kerja sama akademik antara PGSD FKIP Universitas Pattimura dan Kasetsart University Laboratory School.
Kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan observasi dan guest teaching di tiga kelas. Dalam kegiatan tersebut, Prof. Dr. Marleny Leasa, M.Pd. mengajar di kelas 4 dengan topik “Save the Ecosystem with SASI”, sedangkan Dr. Nessy Pattimukay, M.Pd. mengajarkan topik “Maluku Culture”.
Pembelajaran yang dilaksanakan secara interaktif, aktif, dan menyenangkan menunjukkan penerapan prinsip pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Materi “Save the Ecosystem with SASI” mendukung pembangunan berkelanjutan, karena mengintegrasikan isu pelestarian ekosistem dengan kearifan lokal Maluku melalui praktik sasi.
Integrasi tersebut menunjukkan bahwa pendidikan berkualitas dapat menghubungkan pengetahuan lokal dengan isu global mengenai keberlanjutan lingkungan. Sementara itu, materi “Maluku Culture” memperkenalkan budaya Maluku kepada peserta didik di Thailand dan sekaligus menjadi wahana pembelajaran lintas budaya.
Hal ini memperkuat dimensi pendidikan yang menghargai keragaman budaya, identitas lokal, dan perspektif global. Dengan demikian, kegiatan HDPGSDI Goes to Thailand 2026 yang diikuti oleh dosen PGSD Universitas Pattimura tidak hanya merupakan kegiatan mobilitas dan kerja sama akademik internasional, tetapi juga menjadi bentuk nyata implementasi SDG 4: Quality Education.
Dalam konteks Universitas Pattimura, pengalaman dan praktik yang diperoleh melalui kegiatan ini memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut dalam pembelajaran di PGSD, pengembangan kapasitas guru sekolah dasar, penelitian kolaboratif, serta penguatan kerja sama dengan institusi pendidikan internasional. Dengan demikian, dampak kegiatan tidak berhenti pada pelaksanaan program, tetapi dapat ditransformasikan menjadi pengetahuan, inovasi, dan praktik pendidikan yang berkelanjutan untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan dasar di Maluku dan Indonesia. (ZI-21)
