Kota

Wali Kota Serahkan Rancangan KUA PPAS Kota Ambon 2027 ke DPRD

ZonaInfo.id, Ambon – Wali Kota, Bodewin M. Wattimena menyerahkan Rancangan Kebijakan Umum APBD (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Kota Ambon Tahun Anggaran 2027 kepada DPRD Kota Ambon.

Penyerahan KUA PPAS 2027, disertai pengajuan Rancangan Peraturan Daerah kumulatif terbuka dalam Pembentukan Peraturan Daerah Kota Ambon Tahun 2026, yang berlangsung dalam rapat paripurna, Rabu (29/7/2026), di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Ambon.

Sidang dipimpin Ketua DPRD, Mourits Tamaela. Hadir Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, Sekkot, Robby Sapulette, Wakil Ketua I, Gerald Mailoa, dan Pimpinan OPD.

Wali Kota dalam sambutannya menyampaikan perekonomian Kota Ambon pada tahun 2027 akan tumbuh secara moderat. Walaupun menghadapi beberapa tekanan, kondisi tersebut didukung keyakinan bahwa perekonomian daerah akan ditopang oleh pertumbuhan ekonomi nasional yang diproyeksikan tumbuh lebih kuat pada tahun 2027.

Kondisi ini turut dikonfirmasi oleh kinerja ekonomi nasional tahun 2026 yang menunjukkan capaian moderat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia, realisasi pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan I tahun 2026 tercatat sebesar 5,61% (year-on-year). Laju pertumbuhan tersebut ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang tetap solid, peningkatan investasi, dukungan sektor swasta, serta akselerasi belanja negara seiring berjalannya program-program prioritas pemerintah.

Wali Kota mengungkapkan dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Ambon Tahun 2025–2030, target pertumbuhan ekonomi Kota Ambon tahun 2027 ditetapkan sebesar 5,27%.

“Sementara itu, outlook ekonomi makro Kota Ambon tahun 2025 tercatat cukup positif dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,23%, laju inflasi daerah sebesar 4,23%, angka kemiskinan sebesar 4,34%, serta Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 11,37%. Kendati demikian, perekonomian daerah diperkirakan masih akan menghadapi sejumlah tantangan yang dapat menahan akselerasi pertumbuhan,” ujarnya.

Guna mencapai target pertumbuhan tersebut, Pemkot Ambon menekankan pentingnya mendorong konsumsi rumah tangga sebagai kunci utama, memberikan kemudahan dan insentif perizinan untuk memicu investasi, meningkatkan realisasi belanja pemerintah, serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan UMKM.

Wali Kota mengatakan pembangunan daerah Kota Ambon tahun 2027 merupakan pelaksanaan tahun ketiga RPJMD Kota Ambon Tahun 2025–2030. Secara bertahap, arah pembangunan ditujukan untuk akselerasi, transformasi digital, dan pengembangan ekonomi kreatif menuju Ambon yang berdaya saing.

Secara teknis, arah kebijakan pembangunan tahun 2027 telah dijabarkan ke dalam 17 program prioritas yang menjadi acuan penyusunan program pembangunan pada setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Untuk mendukung pelaksanaan pembangunan serta agenda prioritas Kepala Daerah tahun 2027, rancangan postur APBD Kota Ambon Tahun Anggaran 2027 disampaikan dengan rincian sebagai berikut:

  1. Pendapatan Daerah

Pendapatan Daerah pada KUA-PPAS TA 2027 dianggarkan sebesar Rp1.134.493.967.477,00. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 0,73% dibandingkan target pendapatan pada APBD TA 2026 sebesar Rp1.126.251.497.436,00.

– Pendapatan Asli Daerah (PAD): Ditargetkan sebesar Rp247.556.496.748,00. Pemkot Ambon menyoroti pentingnya peningkatan PAD untuk memperluas ruang fiskal daerah, di mana saat ini kontribusi PAD terhadap total pendapatan daerah berada di kisaran 21%, dan diharapkan dapat ditingkatkan secara bertahap mencapai 30%–40%.

– Pendapatan Transfer: Dianggarkan sebesar Rp886.937.470.729,00. Proyeksi ini masih mengacu pada asumsi realisasi dana transfer tahun berjalan (TA 2026) sesuai ketentuan pedoman penyusunan APBD sebelum Peraturan Presiden tentang Transfer Keuangan Daerah diterbitkan.

  1. Belanja Daerah

Belanja Daerah pada KUA-PPAS TA 2027 dianggarkan sebesar Rp1.078.743.967.477,00, berkurang sebesar 16,64% dibandingkan alokasi belanja pada APBD TA 2026 sebesar Rp1.292.833.490.024,00. Rincian komponen belanja meliputi:

– Belanja Operasi: Rp924.636.038.887,00

– Belanja Modal: Rp55.500.000.000,00

– Belanja Tidak Terduga (BTT): Rp7.547.161.690,00

– Belanja Transfer (Bantuan Keuangan Desa): Rp91.060.771.900,00

  1. Pembiayaan Daerah

Pembiayaan Daerah pada TA 2027 dianggarkan netto sebesar minus Rp55.750.000.000,00, dengan rincian:

– Penerimaan Pembiayaan: Rp1.100.000.000,00

– Pengeluaran Pembiayaan: Rp56.850.000.000,00 (mencakup Penyertaan Modal Daerah sebesar Rp1.250.000.000,00 dan Pembayaran Pokok Utang Jatuh Tempo sebesar Rp55.600.000.000,00).

Lanjut Wali Kota, dengan komposisi pendapatan, belanja, serta pembiayaan daerah tersebut, posisi Rancangan KUA-PPAS APBD Kota Ambon Tahun Anggaran 2027 berada dalam kondisi berimbang.

“Sejalan dengan kebijakan anggaran tersebut, Pemkot Ambon bersama DPRD berkomitmen untuk mengawal pencapaian indikator dan asumsi makro pembangunan Kota Ambon pada tahun 2027 mendatang demi kesejahteraan masyarakat Kota Ambon,” ujar Wali Kota.

Usai memberikan sambutan Wali Kota menandatangani nota kesepakatan dengan Ketua DPRD yang disaksikan Wakil Wali Kota dan Wakil Ketua I DPRD, dilanjutkan dengan penyerahan rancangan APBD tahun 2027 dari Wali Kota kepada Ketua DPRD. (ZI-21)

Tinggalkan Balasan