Kota

Sapulette Buka Diskusi Publik, “Katong Peduli Ambon Manise Bebas Macet”

ZonaInfo.id, Ambon – Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon, Robby Sapulette, membuka diskusi publik dengan tajuk “Katong Peduli Ambon Manise Bebas Macet”, Selasa (15/9/2026), di Lt. 7 Kantor Gubernur Provinsi Maluku.

Diskusi tersebut diselenggarakan Kantor Distrik Navigasi Provinsi Maluku menjelang Hari Perhubungan Nasional ke-55, 17 September mendatang.

Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena dalam sambutannya yang dibacakan Sapulette, mengatakan kemacetan merupakan persoalan yang tidak bisa diselesaikan oleh satu instansi saja.

“Pemerintah Kota Ambon menyadari bahwa permasalahan kemacetan adalah persoalan yang bersifat multidimensional. Hal ini tidak dapat diselesaikan oleh satu instansi saja. Kita perlu bersinergi dan berkolaborasi nyata antara Pemerintah Kota Ambon, Pemerintah Provinsi Maluku, Kementerian Perhubungan melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah, Kepolisian, operator angkutan umum, akademisi, pelaku usaha, semua pihak terkait, dan di dalamnya juga ada Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah Maluku,” ujarnya.

Wali Kota mengatakan, Kota Ambon sebagai pusat pemerintahan, perekonomian, pendidikan, dan perdagangan, dan aktivitas sosial masyarakat di Provinsi Maluku saat ini terus mengalami peningkatan mobilitas dan pertumbuhan perkotaan. Banyaknya aktivitas yang berjalan berdampak pada meningkatnya kebutuhan pergerakan jasa, barang, atau transportasi.

“Hal tersebut dapat kita rasakan lewat beberapa ruas jalan dan kawasan Kota Ambon yang mengalami atau mulai menghadapi permasalahan lalu lintas berupa kepadatan, kemacetan, khususnya pada waktu-waktu tertentu,” ungkapnya.

Sejalan dengan tema Hari Perhubungan Nasional Tahun 2026 dan tema diskusi publik hari ini “Bacarita, Bakudapa, Bakumpul Gagasan Untuk Transportasi Ambon Yang Lebih Baik”, Wali Kota berharap lewat forum terbuka ini, dapat mengidentifikasi persoalan kemacetan dari berbagai perspektif, serta mendengar aspirasi masyarakat dan pemangku kepentingan untuk merumuskan alternatif solusi yang dapat ditindaklanjuti secara bersama-sama.

“Tujuan kita jelas yaitu, mengurai kemacetan, meningkatkan pelayanan transportasi, dan mewujudkan Ambon yang lebih tertib, aman, dan nyaman,” ujarnya.

“Saya berharap lewat forum diskusi seperti ini, solusi yang akan kita dapatkan dapat menjadi awal dari komitmen bersama untuk membangun sistem transportasi Kota Ambon yang lebih baik,” ujarnya lagi.

Sebelumnya, Kepala Kantor Distrik Navigasi Provinsi Maluku, Jece J. Piris mengatakan, mobilitas masyarakat dan pertumbuhan aktivitas urban di Ambon saat ini memicu peningkatan kebutuhan transportasi. Hal itu berdampak langsung pada munculnya titik-titik kepadatan lalu lintas di sejumlah ruas jalan.

“Masalah kemacetan di Kota Ambon bersifat multidimensional dan tidak bisa diselesaikan oleh satu instansi saja. Diperlukan sinergi nyata antara Pemkot Ambon, Pemprov Maluku, Kementerian Perhubungan, Kepolisian, akademisi, hingga masyarakat,” ujarnya.

Piris mengatakan diskusi publik ini mengupas tiga materi utama, yakni kondisi riil transportasi Ambon, faktor sosial-budaya dan psikologis masyarakat, serta solusi teknis penanganan macet.

Narasumber yang dihadirkan melibatkan pakar dan pemangku kebijakan, diantaranya Dirlantas Polda Maluku, Kombes Pol. Dedy Eka Jaya Helmi, akademisi Universitas Pattimura, Prof. Dr. Ir. Marcus Tukan, serta akademisi Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM), Prof. Dr John Ruhulesin.

Forum ini juga melibatkan unsur DPRD, Organda, pelaku usaha, hingga komunitas pengguna transportasi.

Usai menyampaikan sambutan, Sekkot didampingi Kepala Navigasi Provinsi Maluku, Akademisi UKIM dan Unpatti, serta Dirlantas Polda Maluku, membuka kegiatan ditandai pemukulan tifa.

Hadir Pimpinan OPD lingkup Pemkot Ambon dan Pemprov Maluku, serta undangan lainnya. (ZI-21)

Tinggalkan Balasan