
Unpatti Buka Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur Seleksi Mandiri Gelombang II
ZonaInfo.id, Ambon – Universitas Pattimura (Unpatti) membuka penerimaan mahasiswa baru jalur Seleksi Mandiri Gelombang II Tahun Akademik 2026. Kurang lebih 1.100 kursi tersedia.
Wakil Rektor Bidang Akademik Unpatti, Prof. Dr. Dominggus Malle, S.Pt., M.Sc., menjelaskan, keputusan ini diambil untuk mengoptimalkan sisa daya tampung 1.100 lebih kursi kosong setelah pengumuman jalur Seleksi Mandiri Gelombang I berbasis Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).
Malle mengungkapkan, berdasarkan kesepakatan dengan pihak Kementerian, Unpatti mendapat total alokasi daya tampung mahasiswa baru sebanyak 7.041 kursi untuk tahun 2026. Melalui jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP), kuota yang terisi sebanyak 1.475 mahasiswa yang mendaftar ulang. Sementara untuk jalur Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT), tercatat ada 1.855 mahasiswa yang telah menyelesaikan proses pendaftaran ulang dan pembayaran.
“Dari total kuota 7.041, baru terisi kurang lebih 3.711 melalui SNBP dan SNBT. Artinya, kita masih memiliki sisa sekitar 3.430 kursi yang dialokasikan untuk dipenuhi melalui jalur Mandiri,” jelas Malle kepada wartawan saat konferensi pers, Rabu (8/7/2026), di Gedung Rektorat Unpatti.
Lanjutnya, pada seleksi Mandiri Utama (Gelombang I), jumlah pendaftar hanya mencapai 3.152 mahasiswa. Dari jumlah tersebut, peserta yang dinyatakan lulus dan diumumkan secara daring pada pukul 19.00 WIT berjumlah 2.041 orang.
“Dengan demikian, masih ada lebih dari 1.100 kursi yang kosong. Karena masih ada ruang itulah, kami membuka seleksi Mandiri Gelombang II,” ujar Malle.
Malle menjelaskan jalur seleksi Mandiri Gelombang II memiliki skema khusus dan hanya dibuka untuk program studi (prodi) tertentu. Kebijakan pimpinan universitas dan fakultas menetapkan, prodi yang tingkat keterisian kuotanya telah mencapai 85% hingga 100% dari jalur-jalur sebelumnya, tidak akan dibuka lagi.
“Prodi yang sudah penuh seperti Pendidikan Dokter, Kedokteran Gigi, Farmasi, Ilmu Hukum, Teknik Perminyakan, K3, dan Gizi, dipastikan tidak dibuka pada Mandiri Gelombang II ini,” ujarnya.
Pembukaan mandiri gelombang II difokuskan pada prodi-prodi yang persentase kelulusannya masih di bawah 50%.
“Hal ini penting dilakukan secara akademik karena minimnya jumlah mahasiswa baru akan berdampak langsung pada beban akreditasi serta membengkaknya biaya operasional prodi yang terpaksa harus disubsidi silang oleh prodi lain,” tandas Malle.
Ia mengajak para calon mahasiswa untuk mengubah pola pikir (mindset) agar tidak hanya menumpuk pada pilihan prodi tertentu. Unpatti mendorong para lulusan untuk memanfaatkan prodi potensial lain yang memiliki jaminan masa depan, seperti program studi di Fakultas Pertanian dan Fakultas Perikanan.
“Kita ini daerah kepulauan dengan potensi terbesar di sektor perikanan dan lautan, serta prioritas pangan yang tinggi saat ini. Kuliah di pertanian berskala modern tidak berarti menjadi petani tradisional, begitu pula di perikanan. Ke depan, anak-anak daerah harus menjadi penerus yang mengelola potensi tersebut,” tegasnya.
Mengingat aturan ketat dari kementerian, pelaksanaan seleksi Mandiri Gelombang II ini akan berjalan dalam waktu yang relatif singkat. Batas akhir pelaporan kuota penerimaan mahasiswa baru di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) jatuh pada 31 Juli 2026.
“Prosesnya kami perpendek karena setelah 31 Juli, PTN tidak diperkenankan lagi menerima mahasiswa baru. Pembatasan ini juga sekaligus memberikan kesempatan bagi teman-teman di perguruan tinggi swasta,” ungkapnya.
Ujian akan dipusatkan di 5 lokasi yakni Kampus Utama Unpatti (sebagai pusat UTBK), Kepulauan Aru, Maluku Barat Daya (MBD), Tual, dan Tanimbar.
“Pihak Unpatti menyampaikan permohonan maaf atas tertundanya pelaksanaan UTBK Mandiri Gelombang I di Tual selama tiga hari akibat gangguan jaringan internet yang dipicu cuaca ekstrem angin dan hujan. Kampus berharap cuaca pada Gelombang II ini akan bersahabat,” ujar Malle.
Mengantisipasi munculnya komplain atau isu miring pasca-pengumuman, Malle memastikan Universitas Pattimura tetap mengutamakan kualitas (merit system) dalam menyaring mahasiswa.
“Kami menegaskan tidak ada hal-hal seperti itu (kelulusan berbayar). Jika ada yang menemukan praktik tersebut, itu dilakukan oleh oknum. Tolong sampaikan bukti yang jelas kepada kami agar bisa segera ditindaklanjuti secara tegas,” tandasnya.
Sebagai langkah jangka panjang, Rektor Unpatti telah mengarahkan jajaran akademik untuk menganalisis data lulusan SMA/SMK di Maluku guna memetakan animo pendidikan tinggi, jangkauan bagi anak-anak di daerah pelosok, serta faktor ekonomi keluarga.
Unpatti juga tengah merubah struktur kurikulum agar lebih adaptif dengan pendekatan modern, seperti pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) serta memperbanyak kegiatan magang praktikal di lapangan agar lebih menarik minat mahasiswa baru.
Berikut agenda resmi Seleksi Mandiri Gelombang II Unpatti:
– Pendaftaran: 10 – 14 Juli 2026.
– Pelaksanaan UTBK Mandiri II: 15 – 18 Juli 2026.
– Penetapan & Pengumuman Hasil: 19 – 20 Juli 2026.
– Jumlah Program Studi (Prodi) yang dibuka: 50 Prodi. (ZI-21)
