
Wali Kota Ambon: Lawan Rentenir, Berdayakan UMKM
ZonaInfo.id, Ambon – Rentenir menjadi tantangan terbesar di pasar-pasar tradisional. Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena menegaskan rentenir harus dilawan, dan berdayakan UMKM.
Wali Kota menyampaikan hal ini saat menghadiri Rapat Pleno Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Ambon Tahun 2026, di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku, Karang Panjang, Selasa (14/4/2026).
Rapat yang mengusung tema “Akses Keuangan Merata: Masyarakat Sejahtera” ini menjadi momentum strategis bagi Pemerintah Kota Ambon dan seluruh pemangku kepentingan untuk menyinkronkan target inklusi keuangan dengan kesejahteraan masyarakat nyata.
Wali Kota menekankan tantangan besar di pasar-pasar tradisional, yakni dominasi rentenir dan praktik premanisme yang menghambat pertumbuhan ekonomi pedagang kecil.
“Kita harus lawan praktik rentenir di pasar. Salah satu penyebab sulitnya kita mengendalikan inflasi adalah kegagalan dalam mengelola pasar yang masih dikuasai oleh ‘pemain’ tertentu. Jika akses keuangan dari perbankan masuk dengan baik, pedagang kita akan merdeka secara ekonomi,” ujarnya.
Ia juga meminta pihak perbankan, khususnya Bank Maluku, untuk tidak hanya fokus pada kredit konsumtif bagi pegawai, tetapi lebih agresif menyalurkan kredit produktif bagi pelaku UMKM.
Meski situasi global sedang bergejolak, namun perkembangan ekonomi Kota Ambon positif. Wali Kota mengungkapkan Pertumbuhan Ekonomi berada di angka 4,87%, tetap tumbuh positif meski di bawah target RPJMD; Angka Kemiskinan menurun signifikan dari 5,13% menjadi 4,34% pada tahun 2025; Inflasi sangat terkendali di angka 3,18% (Maret 2026), meski sempat fluktuatif akibat kenaikan tarif transportasi udara dan listrik.
“Orang sejahtera itu bukan hanya bisa makan, tapi punya tabungan dan investasi. Inilah tugas TPAKD, memastikan akses keuangan sampai ke lapisan bawah melalui literasi dan inklusi,” tandasnya.
Rapat pleno ini juga menjadi momen perkenalan bagi Harmain Biladi, Kepala OJK Provinsi Maluku yang baru saja menjabat. Dalam arahannya, Biladi menekankan pentingnya mencapai target nasional inklusi keuangan sebesar 98% pada tahun 2045.
Ia juga memaparkan beberapa program unggulan TPAKD 2026 yang akan dipacu, yakni Digitalisasi UMKM. Mendorong penggunaan QRIS di pusat kuliner (seperti kuliner Rujak Natsepa) dan pasar; Literasi Sejak Dini. Penyusunan modul ajar literasi keuangan untuk tingkat SMP dan penguatan program Kejar (Satu Rekening Satu Pelajar); Perlindungan Pekerja Rentan. Penguatan program “BETA” (Bersama Terlindungi) melalui jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan, dan Business Matching. Mempertemukan lembaga jasa keuangan secara langsung dengan kelompok UMKM dan komunitas kreatif.
Biladi mengharapkan, TPAKD Kota Ambon tidak hanya bekerja rutin tetapi juga bisa meraih penghargaan di tingkat nasional.
“Kami ingin TPAKD Kota Ambon tidak hanya bekerja secara rutin, tapi bisa meraih penghargaan di tingkat nasional melalui langkah-langkah konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat,” pungkasnya.
Hadir Sekkot Ambon, Robby Sapulette, jajaran pimpinan OPD, serta perwakilan lembaga jasa keuangan di Kota Ambon. (ZI-21)
