ZonaInfo.id, SBB – Wakil Gubernur Maluku, Abdulah Vanath mengungkapkan program Pelabuhan Terintegrasi Maluku (Maluku Integrated Port) akan dibangun di Desa Waisarissa, Kecamatan Kairatu Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).
Vanath menyampaikan hal ini saat Safari Ramadan Pemprov Maluku yang digelar di Masjid Nurul Fallah, Desa Waimital, Minggu (16/3/2025).
Ia meminta seluruh elemen masyarakat untuk tidak mengganggu ketertiban dan keamanan wilayah Kabupaten SBB yang akan dijadikan jalur distribusi logistik barang.
Vanath menjelaskan, pelabuhan itu akan menjadi pelabuhan Peti Kemas yang terintegrasi di wilayah timur Indonesia termasuk Papua, sehingga barang tidak perlu masuk ke Surabaya karena semua logistik akan melalui Kabupaten SBB. Dari situ baru didistribusikan.
Untuk pembangunan Maluku Integrated Port dibutuhkan lahan seluas 500 hektar karena selain pelabuhan terintegrasi, di tempat itu juga akan dibangun Industri Perikanan sehingga akan menyerap tenaga kerja lokal yang besar.
“Karena itu anak-anak Seram harus mengamankan proyek ini, karena selama ini, pusat pertumbuhan ekonomi adalah di Ambon, kalau proyek ini dapat direalisasikan, maka selain menyerap tenaga kerja anak-anak Seram, kapal Ferry yang kita akan gunakan adalah Kapal Roro yang kecepatannya lebih tinggi dan kapasitas daya tampungnya lebih besar,” ujar Vanath.
Vanath optimis, dengan dibangunnya Maluku Integrated Port di Waisarissa, Kabupaten SBB akan menjadi daerah yang kaya karena memiliki tambang, juga memiliki pelabuhan terintegrasi yang akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi yang tinggi yang akan menghidupkan banyak orang.
Terkait lahan Maluku Integrated Port yang akan menggunakan lahan bekas PT Jayanti Group di Desa Waisarissa, Vanath mengungkapkan, Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa telah bertemu dengan pemegang izin lahan tersebut, Tomy Winata Pemilik Grup Arthagraha untuk menyerahkan lahan tersebut ke Pemerintah. (ZI-14)