SDN 29 Ambon Sosialisasi Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun

ZonaInfo.id, Ambon – Sekolah Dasar Negeri (SDN) 29 Ambon menggelar sosialisasi vaksinasi anak usia 6-11, yang berlangsung di sekolah tersebut sekaligus penerimaan laporan pendidikan semester pertama, Sabtu (8/1/2022).

Hadir dalam sosialisasi vaksinasi dimaksud adalah Tim OPD dari Dinas Koperasi dan UMKM Kota Ambon, Staf Kesehatan Puskesmas Karang Panjang, Kepala SDN 29 Ambon, Staf Kelurahan Amanterlu serta para wali orang tua murid.

Kepala Puskesmas Karang Panjang Ambon, Lis Ester dalam sambutannya mengatakan, pemerintah Kota Ambon melalui Dinas Kesehatan sementara ini melaksanakan sosialisasi ke sekolah-sekolah di desa/kelurahan di Kota Ambon.

“Sosialisasi vaksinasi anak usia 6-11 tahun dilaksanakan dengan tujuan mencegah tertularnya Covid-19, dan mencegah sakit berat dan kematian serta mempercepat hardimunity,” katanya.

Oleh karena itu, dirinya berharap, lewat sosialisasi ini para orang tua dapat memberikan kesempatan bagi anak-anaknya untuk vaksin.

Karena dengan vaksin secara langsung kondisi anak dapat dilindungi oleh penyebaran Covid-19, serta anak-anak bisa mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

“Kalau anak-anak di SDN 29 Ambon sudah vaksin dengan tingkat 80 persen, otomatis anak-anak bisa mendapatkan PTM secara terbatas dengan memperhatikan protokol kesehatan,” jelas Lis Ester.

Menurutnya, tanpa vaksin seseorang tidak mempunyai perlindungan dalam tubuh. Untuk menjaga perlindungan itu maka diberikan vaksin Covid-19. Vaksin yang akan diberikan kepada anak-anak adalah sinovac yang memiliki efek sampingnya kecil.

“Saat disuntik vaksin sinovac, maka akan ada kekebalan, dan ketika ada virus Covid-19 dalam tubuh akan beraksi tapi tidak menyebabkan kematian. Kalaupun sakit ringan saja,” paparnya.

Untuk itu, ia menghimbau sebelum anak divaksin, anak-anak dibekali dengan sarapan. Dan sebelum anak divaksin, anak-anak akan diperiksa atau dilakukan skrining.

Kepsek SDN 29 Ambon, Y. Huliselan menyatakan, anak yang belum divaksin tetap mengikuti proses belajar di rumah secara daring.

“Anak yang belum divaksin akan mengikuti sekolah online di rumah masing-masing,” ucapnya.

Sementara, anak-anak yang sudah divaksin akan mengikuti PTM dengan memperhatikan protokol kesehatan. (ZI-17)

%d blogger menyukai ini: