Kota

BAZNAS Berikan Alat Bantu Bagi Penyandang Disabilitas, Wali Kota: Terima Kasih Atas Transparansi Kelola ZIS

ZonaInfo.id, Ambon – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon memberikan alat bantu berupa kursi roda dan tongkat bagi penyandang disabilitas di Kota Ambon.

Penyerahan dilakukan oleh Sekkot, Robby Sapulette kepada 1 orang perwakilan penyandang disabilitas, di sela-sela apel pagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Ambon, Senin (21/9/2026), di Halaman Balai Kota.

Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon, yang membacakan sambutan Wali Kota menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifli Fakaubun, beserta seluruh jajaran atas dedikasi dan transparansi dalam mengelola Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS).

“Pagi hari ini, diserahkan sejumlah kursi roda dan tongkat oleh BAZNAS kepada warga kota. Terima kasih kepada Pak Zul bersama seluruh jajaran. Inilah hasil dari bantuan yang diberikan kepada BAZNAS, hasilnya nyata seperti yang kita lihat hari ini,” ujarnya.

Wali Kota menegaskan BAZNAS memiliki peran strategis sebagai lembaga pengelola dana umat yang sifatnya transit, untuk disalurkan kembali kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

“Oleh sebab itu, jangan jemu-jemu memberikan bantuan kepada BAZNAS, karena bantuan itu sifatnya transit dan akan diserahkan kepada masyarakat yang membutuhkan,” tandasnya.

Wali Kota juga berharap sinergi antara Pemkot Ambon dan BAZNAS dapat terus ditingkatkan, termasuk rencana pengadaan fasilitas layanan kesehatan masyarakat ke depan.

“Kami berharap sungguh dengan perjuangan BAZNAS, mungkin di tahun ini atau tahun depan kita diberikan juga sebuah mobil ambulans bagi Pemerintah Kota Ambon. Sekali lagi, atas nama pemerintah kota, kami menyampaikan banyak terima kasih atas bantuannya bagi warga Kota Ambon,” tandasnya.

Kepala Dinas Sosial Kota Ambon, Wendy Pelupessy menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diberikan BAZNAS.

“Kami bersyukur dengan adanya bantuan ini, pihak swasta maupun BAZNAS bisa memberikan bantuan kepada masyarakat yang memang membutuhkan. Bantuan-bantuan yang selama ini kami salurkan dengan baik menjadi bukti transparan, sehingga ketika kami mengajukan permohonan CSR, pihak swasta dan BAZNAS menyikapinya dengan sangat baik,” ujarnya kepada wartawan.

Pelupessy menjelaskan, setiap awal tahun pekerja dari Dinsos turun langsung ke lapangan untuk melakukan pendataan dan menerima permohonan dari masyarakat terkait kebutuhan alat bantu. Pendataan ini dilakukan secara ketat sebagai bentuk pertanggungjawaban dan transparansi anggaran saat diaudit.

Penyaluran bantuan yang bersumber dari APBN maupun APBD diwajibkan menyasar warga yang masuk dalam kategori desil 1 hingga desil 4. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan masih banyak warga disabilitas di luar kategori desil tersebut yang sangat membutuhkan ulur tangan.

“Dengan adanya CSR dan bantuan BAZNAS ini, kita bisa membantu warga disabilitas yang membutuhkan tetapi belum ter-cover dalam desil 1 sampai desil 4. Nanti teman-teman Peksos akan melakukan asesmen di lapangan. Jika betul-betul membutuhkan, bantuan ini akan diberikan karena sifatnya bantuan CSR yang tidak terikat pertanggungjawaban APBN atau APBD,” ujar Pelupessy.

Untuk tahap ini, sebanyak 12 unit alat bantu disiapkan dari skema bantuan non-pemerintah. Jumlah ini akan ditambah melalui alokasi APBD Kota Ambon sebanyak 18 unit, sehingga total alat bantu yang disiapkan pada tahun ini mencapai 30 unit.

Pemerintah Kota Ambon berkomitmen untuk terus meningkatkan jumlah alokasi bantuan setiap tahun agar seluruh warga Kota Ambon yang membutuhkan fasilitas alat bantu dapat terlayani secara merata.

“Kita harapkan semua warga Kota Ambon yang membutuhkan bantuan pasti kita usahakan untuk bisa mendapatkan, karena pemerintah hadir untuk masyarakat,” tandas Pelupessy. (ZI-21)

Tinggalkan Balasan