Kota

240 CPNS Pemkot Ambon Ikut Latsar

ZonaInfo.id, Ambon – Sebanyak 240 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) lingkup Pemkot Ambon mengikuti pelatihan dasar (Latsar).

Jumlah ini terdiri dari CPNS Golongan III Angkatan 21-25 sebanyak 200 orang dan Golongan II Angkatan 12 sebanyak 40 orang. Perempuan sebanyak 153, dan Laki-laki 87 orang.

Upacara pembukaan berlangsung, Selasa (15/9/2026), di gedung BPSDM Provinsi Maluku, Rumah Tiga.

Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, yang mewakili Wali Kota, dalam arahannya mengingatkan para peserta Latsar manfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk menyerap ilmu dari para widyaiswara.

“Saya berpesan kepada seluruh peserta Latsar selama satu minggu kedepan manfaatkan waktu yang singkat namun sangat berharga ini sebaik-baiknya. Serap ilmu sebanyak-banyaknya dari para widyaiswara, bangun jejaring dan kekompakan sesama peserta, jaga kesehatan, serta tunjukkan sikap dan perilaku teladan. Ingatlah bahwa wajah masa depan birokrasi Pemerintah Kota Ambon ada di pundak Saudara-Saudari sekalian,” tandasnya.

Toisutta menegaskan di tengah dinamika zaman dan tuntutan birokrasi yang semakin modern, seorang ASN tidak lagi bisa bekerja dengan cara-cara lama.

“Saudara dituntut bertransformasi menjadi birokrat yang lincah, adaptif, dan berorientasi hasil. Oleh karena itu, pegang teguh nilai-nilai dasar ASN yang menjadi kompas kerja kita bersama, yaitu berakhlak, berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, serta kolaboratif,” tandasnya.

Lanjutnya, Latsar CPNS bukan hanya sekadar prasyarat administratif untuk diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) sepenuhnya, tetapi merupakan tempat pembentukan kawah candradimuka integritas, disiplin, kompetensi, dan karakter dasar sebagai pelayan masyarakat.

Selain menanamkan nilai berakhlak, seluruh rangkaian Latsar ini harus menjadi wadah memperkuat jiwa bela negara.

“Bagi seorang ASN, membela negara tidak lagi harus memegang senjata di medan pertempuran, tetapi diwujudkan melalui Kedisiplinan tinggi, kesadaran untuk menjaga persatuan, profesionalisme dalam bekerja, serta dedikasi nyata melayani warga Kota Ambon tanpa pilih kasih,” ujarnya.

Toisutta menitipkan para peserta Latsar kepada para mentor dan panitia agar dibimbing menjadi kader birokrasi yang bermoral.

“Kepada para mentor, pelatih, dan panitia, saya titipkan para CPNS ini selama 1 minggu ke depan untuk dibimbing, didik, dan dibentuk menjadi kader-kader birokrasi yang handal dan bermoral,” tandasnya.

Sementara itu, dalam arahan Gubernur yang disampaikan Asisten III Setda Provinsi Maluku, Dominggus N. Kaya, mengatakan masyarakat saat ini tidak hanya membutuhkan pemerintah yang sekadar bekerja, tetapi pemerintah yang hadir, cepat, responsif, transparan, serta mampu memberikan solusi.

“Birokrasi masa depan selayaknya diisi oleh aparatur yang mencipta sejarah baru. Kita membutuhkan ASN yang berintegritas, kompeten, adaptif, inovatif, memiliki kepedulian, dan yang paling penting lagi, memiliki hati untuk melayani,” tandasnya.

Gubernur mengingatkan, Latsar bukan sekadar forum untuk mempelajari regulasi dan prosedur tata pemerintahan, melainkan ruang untuk membentuk karakter.

“Pengetahuan dan keterampilan bisa dilatih, tetapi integritas harus dibangun dari dalam diri sendiri,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menitipkan empat pesan penting kepada seluruh peserta Latsar:

  1. Jadilah ASN yang Berintegritas: Jangan menganggap kecil sebuah kejujuran, karena integritas sering diuji melalui keputusan-keputusan kecil yang tidak diketahui orang lain.
  2. Terus Belajar dan Berinovasi: Jangan berhenti belajar setelah menjadi PNS. ASN dituntut adaptif dan solutif, bukan hanya bertanya soal aturan yang membolehkan, tetapi mencari jalan keluar yang sesuai koridor hukum untuk melayani masyarakat.
  3. Melayani dengan Hati: Jangan menganggap masyarakat hanya sebagai berkas atau nomor antrean. Di balik setiap dokumen, ada manusia dan keluarga yang menggantungkan harapannya pada pelayanan publik.
  4. Jaga Nama Baik ASN dan Institusi: Jaga perilaku, ucapan, dan tindakan sebagai bagian dari Pemerintah Kota Ambon serta hindari menyalahgunakan kewenangan untuk kepentingan pribadi.

Gubernur mengajak para peserta untuk mengimplementasikan nilai dan modal sosial kemasyarakatan di Maluku.

“Sebagai orang Maluku, kita memiliki modal sosial yang sangat besar, yaitu semangat Pela Gandong. Bekerjalah dengan kebersamaan, hormati perbedaan, dan bangun kolaborasi. Birokrasi yang kuat bukanlah yang bekerja sendiri-sendiri, melainkan yang bersatu dan menghadirkan solusi,” tandasnya.

Gubernur meminta peserta tidak mengejar Latsar hanya demi selembar sertifikat formalitas, melainkan sungguh-sungguh membentuk diri menjadi ASN yang kompeten, berintegritas, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Usai menyampaikan arahan, Asisten III didampingi Wakil Wali Kota dan Ketua Panitia Penyelenggara membuka kegiatan ditandai dengan pemukulan tifa.

Selanjutnya, Wakil Wali Kota dan Asisten III Setda menyematkan ID Card kepada 2 orang perwakilan peserta Latsar. (ZI-21)

Tinggalkan Balasan