Kota

Kegemaran Membaca di Ambon Rendah, Wali Kota Instruksikan Empat Langkah Strategis

ZonaInfo.id, Ambon – Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) di Kota Ambon rendah. Wali Kota, Bodewin M. Wattimena menginstruksikan empat langkah strategis.

Hal ini ditegaskan Wali Kota dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Wali Kota, Ely Toisutta saat membuka lomba bertutur tingkat Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kota Ambon tahun 2026, Senin (20/7/2026), di Kamari Hotel.

Hadir, Pimpinan OPD lingkup Pemkot Ambon, orang tua murid, para juri, serta undangan lainnya.

Wali Kota menyoroti kondisi literasi anak yang kian memprihatinkan di tengah gempuran era digital. Fenomena rendahnya minat baca serta tingginya durasi menonton media sosial pada generasi muda kini telah masuk dalam tahap yang membutuhkan perhatian serius dari seluruh elemen pendidikan.

Wali Kota memaparkan dua fakta krusial yang menjadi potret budaya membaca anak di Indonesia, khususnya di Maluku dan Kota Ambon.

“Fakta pertama yang diangkat adalah catatan dari sastrawan legendaris Taufiq Ismail mengenai “Tragedi Nol Buku”. Berdasarkan studinya, rata-rata lulusan SMA di Indonesia membaca 0 (nol) judul buku. Angka ini tertinggal jauh dari negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura (6 buku), bahkan negara maju seperti Jerman yang mencapai 32 judul buku. Ironisnya, kondisi ini dinilai belum banyak berubah hingga puluhan tahun kemudian,” ungkapnya.

Fakta kedua dijelaskan pada data survei tiga tahunan Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat minat baca anak Indonesia hanya berada di angka 17,66%. Sebaliknya, minat menonton justru melonjak tajam hingga 91,67%. Anak-anak usia 13 hingga 17 tahun dilaporkan menghabiskan waktu rata-rata 4,1 hingga 5,8 jam per hari untuk berselancar di platform digital seperti YouTube, TikTok, Facebook, dan Instagram.

Sebaliknya, durasi membaca orang Indonesia rata-rata hanya 30 sampai 59 menit per hari. Kondisi ini tentu jauh di bawah standar UNESCO yang meminta waktu membaca tiap orang berkisar 4 hingga 6 jam per hari.

Dalam menyikapi kondisi darurat tersebut, Wali Kota mendukung penuh kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang sejak tahun 2025 telah mewajibkan siswa membaca buku dan menulis referensi sebagai pengganti tugas Lembar Kerja Siswa (LKS). Kebijakan ini mewajibkan siswa menuntaskan minimal satu buku dalam seminggu guna mendorong pembelajaran mandiri (deep learning).

Untuk menyukseskan gerakan tersebut, ia menginstruksikan empat langkah strategis bagi seluruh sekolah di Kota Ambon yakni: Gerakan Membaca Masif, mewajibkan siswa membaca minimal satu buku per minggu secara konsisten;  Metode Bertutur dan Menulis, memberikan ruang bagi anak untuk menceritakan kembali isi buku dan menuangkannya dalam bentuk tulisan, seperti ringkasan, resensi, atau karya kreatif; Program Library Day, menerapkan hari khusus perpustakaan (misalnya setiap hari Kamis) untuk meminjam buku dan merangkum kosakata baru; Kolaborasi dengan Dinas Perpustakaan, mengimbau kepala sekolah untuk berkolaborasi aktif demi mendongkrak Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) Kota Ambon.

“Pada penilaian TGM tahun 2025, dari target sampel 246 sekolah di Ambon, hanya 115 sekolah yang mengumpulkan data. Hal ini menyebabkan nilai TGM Kota Ambon tahun 2025 menjadi rendah (59,75) dan IPLM berada di angka 11,74. saya berharap tahun 2026 ini terjadi peningkatan yang signifikan melalui pelaporan data yang lebih tertib,” tandas Wali Kota.

Wali Kota mengatakan, lomba bertutur bukan sekadar ajang kompetisi biasa, melainkan fondasi utama untuk membangun generasi emas. Kemampuan bercerita dinilai mampu melatih anak memahami bacaan, mengolah emosi dan imajinasi, serta membangun kepercayaan diri di depan publik. Selain itu, mendongengkan kisah nusantara dan sejarah kepahlawanan menjadi benteng moral agar kearifan lokal tidak hilang ditelan zaman.

“Investasi terbaik untuk masa depan kota ini bukan sekadar gedung-gedung yang megah, melainkan kecerdasan dan karakter anak-anak kita. Kalian semua yang berani tampil di sini hari ini adalah pemenang,” ujarnya.

Usai menyampaikan sambutan, Wakil Wali Kota resmi membuka kegiatan lomba bertutur tingkat SD/MI tahun 2026 ditandai dengan pemukulan palu. (ZI-21)

Tinggalkan Balasan