
Pencanangan Dies Natalis ke-22 Pascasarjana Unpatti, Memperkuat Kolaborasi, Mendorong Inovasi
ZonaInfo.id, Ambon – Pascasarjana Universitas Pattimura menggelar pencanangan Dies Natalis ke-22, Rabu (15/7/2026) di pelataran Gedung Pascasarjana.
Pencanangan ditandai dengan pemukulan tifa dan pelepasan balon udara oleh Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Universitas Pattimura, Prof. Dr. Pieter Kakisina, S.Pd., M.Si. dan Direktur Pascasarjana, yang dirangkai dengan peluncuran program English Day Every Thursday.
Kegiatan diawali dengan jalan santai, senam sehat, dan pemeriksaan kesehatan.
Rangkaian kegiatan lainnya akan berlanjut hingga puncak perayaan Dies Natalis ke-22 pada 4 Agustus 2026.
Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Universitas Pattimura, Prof. Dr. Pieter Kakisina, S.Pd., M.Si., dalam sambutannya menegaskan Program Pascasarjana Universitas Pattimura memiliki peran strategis sebagai pusat pengembangan sumber daya akademik yang mampu mendorong terwujudnya perguruan tinggi yang berdampak bagi masyarakat.
Pencapaian tersebut merupakan hasil kerja keras para pendiri, pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi membangun Pascasarjana sejak awal berdirinya hingga berkembang seperti saat ini.
Kakisina mengapresiasi dedikasi para pendahulu yang telah meletakkan fondasi pengembangan Pascasarjana di tengah berbagai keterbatasan. Berkat komitmen tersebut, Pascasarjana Universitas Pattimura terus berkembang dengan bertambahnya program studi jenjang magister maupun doktor yang semakin memperkuat kapasitas akademik universitas.
“Pascasarjana telah menunjukkan perkembangan yang sangat baik. Kehadiran berbagai program studi magister dan doktor menjadi kekuatan penting dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia serta pengembangan Universitas Pattimura secara keseluruhan,” ujarnya.
Kakisina juga menekankan pentingnya tata kelola keuangan yang akuntabel dan sesuai regulasi.
Ia mengingatkan seluruh pimpinan unit agar setiap proses pengelolaan anggaran, termasuk pembayaran honorarium, dilakukan secara cermat dengan mengacu pada ketentuan yang berlaku sehingga dapat dipertanggungjawabkan dalam setiap proses audit.
Kakisina menegaskan penyusunan regulasi internal, termasuk Peraturan Rektor mengenai Standar Biaya Masukan (SBM), menjadi landasan penting untuk mendukung tertib administrasi keuangan sekaligus memberikan kepastian hukum dalam pelaksanaan berbagai kegiatan akademik di lingkungan Universitas Pattimura.
Ia mengungkapkan perguruan tinggi saat ini dihadapkan pada dinamika kebijakan pengelolaan keuangan negara yang menuntut setiap institusi mampu beradaptasi melalui penyesuaian perencanaan dan pengelolaan anggaran secara efektif dan efisien.
Kakisina juga mengungkapkan arah kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui program Dikti Saintek Berdampak yang menekankan bahwa seluruh aktivitas perguruan tinggi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Implementasi kebijakan tersebut tidak hanya diukur dari capaian akademik semata, tetapi juga dari dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan yang dihasilkan melalui pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta kebijakan pengembangan institusi.
Kakisina berharap Dies Natalis ke-22 Pascasarjana Universitas Pattimura menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi, meningkatkan kualitas tata kelola akademik dan kelembagaan, serta mendorong lahirnya inovasi, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang selaras dengan visi Dikti Saintek Berdampak sehingga Pascasarjana terus menjadi motor penggerak kemajuan Universitas Pattimura di tingkat regional, nasional, maupun internasional.
Di kesempatan yang sama, Direktur Pascasarjana Universitas Pattimura, Prof. Dr. Richard Luhulima, S.T., M.T., menjelaskan pada peringatan tahun ini Pascasarjana Universitas Pattimura mengusung tema “Pascasarjana Unpatti sebagai Penggerak Inovasi Kolaboratif Menuju Indonesia Emas 2045 yang Berkelanjutan dan Berdampak.”
Lanjut Luhulima, tema tersebut mencerminkan komitmen Pascasarjana untuk menghasilkan inovasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi pembangunan masyarakat, daerah, dan bangsa.
Ia mengatakan penguatan kolaborasi menjadi kunci dalam menghadapi tantangan global. Pascasarjana perlu membangun sinergi yang semakin luas dengan fakultas, lembaga, pemerintah, dunia usaha, industri, maupun berbagai mitra strategis guna meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Luhulima mengajak seluruh dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, alumni, dan mitra kerja untuk terus menjaga semangat kebersamaan dalam membangun Pascasarjana Universitas Pattimura agar semakin adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat. (ZI-21)
