Ragam

Upacara Hari Pattimura ke-209, Gubernur: Maluku Tidak Boleh Hanya Menjadi Penonton

ZonaInfo.id, Ambon – Pemprov Maluku dan Pemkot Ambon menggelar ucapara Peringatan Hari Pattimura ke-209, Senin (18/5/2026), di Pattimura Park.

Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena mewakili Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa memimpin upacara.

Hadir, Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, Sekda Maluku, Sadali Ie, Penjabat Sekkot Ambon, Robby Sapulette, Ketua TP-PKK Maluku, Maya Lewerissa, Forkopimda Kota dan Provinsi, jajaran OPD Kota dan Provinsi, para raja, serta undangan lainnya.

Sebelum sambutan, Raja Batu Merah, Ali Hatala menyerahkan obor kepada Wali Kota untuk membakar obor induk di depan patung Pattimura. Usai obor dibakar, Wali Kota didampingi Wakil Gubernur meletakkan karangan bunga untuk mengenang jasa Kapitan Pattimura.

Gubernur dalam sambutannya yang dibacakan Wali Kota, menegaskan, Indonesia tidak akan terwujud tanpa Maluku yang maju. Maluku tidak boleh menjadi penonton, justru harus bergerak maju.

“Perlu kita catat bersama, Indonesia Emas tidak akan pernah terwujud tanpa Maluku yang maju. Kita harus memastikan Maluku tidak boleh hanya menjadi penonton atau tertinggal dalam arus besar pembangunan nasional. Maluku harus bangkit, bergerak maju, dan bertransformasi menjadi daerah kepulauan yang kuat, mandiri, sejahtera, dan bermartabat,” ujarnya.

Gubernur mengungkapkan dua ratus sembilan tahun lalu, Kapitan Pattimura memimpin perlawanan rakyat Maluku melawan penjajahan. Ia menunjukan rakyat Maluku memiliki harga diri.

“Dengan keberanian, keteguhan, dan cinta yang mendalam kepada tanah air, beliau menunjukkan kepada dunia bahwa rakyat Maluku memiliki harga diri, martabat, dan semangat juang yang tidak pernah dapat ditaklukkan,” tandasnya.

Gubernur menegaskan Kapitan Pattimura tidak berjuang untuk kepentingan dirinya sendiri tetapi untuk masa depan rakyatnya.

“Beliau berjuang demi masa depan rakyatnya, rela berkorban nyawa agar generasi Maluku yang akan datang yaitu kita yang berada di tempat ini dapat hidup lebih baik, merdeka, dan bermartabat,” tandasnya.

Gubernur menegaskan lagi, jika hingga hari ini masyarakat Maluku mudah terpecah karena perbedaan, itu artinya masyarakat belum meneladani Pattimura.

“Kalau hari ini kita masih mudah terpecah karena perbedaan, berarti kita belum sepenuhnya meneladani Pattimura. Kalau hari ini kita masih malas bekerja dan takut bersaing, berarti api perjuangan itu belum benar-benar menyala dalam diri kita. Kalau hari ini kita masih membiarkan kemiskinan, ketimpangan, dan keterbelakangan terus terjadi di tanah ini, maka perjuangan besar itu belum selesai,” ujarnya.

Gubernur mengatakan tema peringatan tahun ini: “Teladani Perjuangan Pattimura, Wujudkan Maluku yang Gemilang Menuju Indonesia Emas 2045” bukanlah sekadar rangkaian kata tanpa makna. Tema ini adalah sebuah panggilan sejarah, sebuah pesan perjuangan lintas generasi yang menjadi kompas moral bagi seluruh rakyat Maluku untuk melanjutkan api perjuangan para leluhur di zaman modern ini.

Jika dahulu Kapitan Pattimura melawan penjajahan secara fisik dengan menggunakan parang, salawaku, serta keberanian yang membaja; maka hari ini, medan pertempuran telah berubah.

“Hari ini kita harus memegang senjata baru, kita harus melawan kebodohan dengan pendidikan, kemiskinan dengan kerja keras,  keterbelakangan dengan inovasi, perpecahan dengan semangat persaudaraan, dan ketidakadilan dengan keberpihakan yang nyata kepada rakyat,” tandas Gubernur

Saat ini, Indonesia sedang bergerak maju menuju satu tonggak sejarah besar, yaitu Indonesia Emas 2045 sebuah cita-cita besar bangsa dalam memasuki usia satu abad kemerdekaan kita.

“Kita memiliki beberapa Agenda Strategis Nasional di depan mata, mulai dari pengembangan Kilang Gas Alam Blok Masela, pembangunan Maluku Integrated Port, hingga perjuangan RUU Daerah Kepulauan yang sementara berproses di DPR-RI dan DPD-RI,” ungkap Gubernur.

Semua agenda besar ini, kata Gubernur, membutuhkan kerja keras, kerja cerdas, dan kerja bersama dari seluruh elemen masyarakat. Semua potensi yang ada di daerah ini harus menyatu menjadi satu kekuatan pembangunan yang dahsyat.

Gubernur mengajak untuk menjadikan momentum ini memperkuat tekad, komitmen, dan persatuan masyarakat Maluku.

“Mari kita jadikan Peringatan Hari Pahlawan Nasional Kapitan Pattimura tahun ini sebagai momentum emas untuk memperkuat kembali tekad, komitmen, dan persatuan kita. Jangan pernah merasa kecil menjadi orang Maluku, justru kita harus bangga menjadi orang Maluku,” tandasnya. (ZI-21)

Tinggalkan Balasan