
Air Bersih Masuk Kezia Gunung Nona, Warga Sampaikan Terima Kasih ke Wali Kota
ZonaInfo.id, Ambon – Puluhan tahun warga Kezia Gunung Nona harus menguras uang ratusan ribu setiap bulan untuk membeli air. Kini mereka sudah bisa menikmati layanan air bersih dari Perumdam Tirta Yapono.
Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, meresmikan pelayanan air bersih dari Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Yapono di Kezia Gunung Nona, Sabtu (20/12/2025).
Hadir, Sekkot Robby Sapulette, Direktur Perumdam Tirta Yapono, Pieter Saimima, anggota DPRD Kota Ambon Upululatu Nikijuluw, Dessy Halauw, Pimpinan OPD, serta undangan lainnya.
Dal
am sambutannya, Wali Kota mengatakan air bersih merupakan kebutuhan dasar dan persoalan utama yang sejak lama dihadapi masyarakat Kota Ambon, terutama di daerah ketinggian.
“Selama 23 tahun saya berkecimpung di pemerintahan, persoalan utama yang selalu kita hadapi di Kota Ambon adalah akses air bersih. Tanpa air bersih, kita tidak bisa bicara tentang kesehatan masyarakat yang baik, apalagi pengentasan kemiskinan,” ujarnya.
Ia mengatakan, kondisi warga di wilayah Gunung Nona yang selama puluhan tahun harus berjalan jauh untuk mendapatkan air, bahkan membawa jerigen dari belakang gunung hanya untuk mandi dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Bayangkan, ada warga yang lebih dari 40 tahun belum menikmati air bersih di rumahnya. Bahkan ada yang harus mengeluarkan biaya hingga Rp900 ribu per bulan untuk membuat sumur atau membeli air. Hari ini, mereka akhirnya bisa menikmati air bersih di rumah,” ungkapnya.
Wali Kota menyampaikan dalam kurun waktu delapan bulan kepemimpinannya, Pemerintah Kota Ambon telah membuka akses air bersih bagi sekitar 2.000 warga, dan akan terus ditingkatkan secara bertahap.
“Memang belum semua bisa terlayani, tapi pemerintah terus melakukan perbaikan dan peningkatan. Jika dalam satu tahun bisa melayani 2.000 warga, maka dalam lima tahun bisa mencapai 10.000 warga. Inilah kerja berkelanjutan pemerintah, dari satu periode ke periode berikutnya,” tandasnya.
Atas nama Pemerintah Kota Ambon, Wali Kota juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang selama ini belum menikmati pelayanan air bersih secara optimal.
Ia berharap, dengan terobosan yang dilakukan Perumdam Tirta Yapono, masyarakat juga dapat berpartisipasi aktif, khususnya dengan menyiapkan instalasi jaringan air di rumah masing-masing.
“Kami harapkan warga yang sudah memiliki instalasi segera mendaftar agar pada Januari mendatang semua bisa menikmati air bersih. Silakan pasang dulu, nanti petugas akan mendata dan menghitung biaya sesuai pemakaian,” ujarnya.
Wali Kota mengatakan, perubahan yang terjadi di Kezia Gunung Nona merupakan bukti nyata kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat.
“Air bersih yang hari ini dinikmati masyarakat adalah sumber kehidupan. Kesulitan yang selama ini dirasakan, hari ini berubah menjadi ungkapan syukur,” pungkasnya.
Warga Kezia, kawasan Gunung Nona, Bapak Yan, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Wali Kota Ambon dan Direktur Perumdam Tirta Yapono, Pieter Saimima, atas masuknya layanan air bersih di lingkungan mereka.
Bapak Yan mengungkapkan selama kurang lebih 23 tahun warga Kezia harus bergantung pada pasokan air dari mobil tangki, yang biayanya sangat mahal dan memberatkan masyarakat.
“Selama ini kami menggunakan air dari mobil. Biayanya sangat besar dan sangat memberatkan masyarakat. Untuk satu kali pengantaran saja bisa mencapai Rp200 ribu,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, dengan kebutuhan air minimal satu kali dalam seminggu, satu keluarga bisa mengeluarkan biaya hingga Rp900 ribu per bulan. Kehadiran air bersih PDAM dinilai menjadi jawaban atas kerinduan dan kebutuhan dasar warga selama puluhan tahun.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota dan Direktur PDAM Kota Ambon yang sudah melihat kebutuhan masyarakat di lingkungan Kezia, sehingga hari ini berkenan hadir dan meresmikan peluncuran air bersih di lingkungan kami,” ujarnya.
Ia juga berharap pada awal tahun 2026 meteran air dapat segera dipasang sehingga seluruh warga bisa menikmati layanan air bersih secara maksimal.
Ia
mengungkapkan masih terdapat sejumlah rumah tangga di Kezia yang belum memiliki jaringan atau instalasi PDAM. Oleh karena itu, warga berharap adanya perhatian khusus dari Perumdam Tirta Yapono dan Pemerintah Kota Ambon.
“Kami berharap keluarga-keluarga yang sampai hari ini belum memiliki jaringan dan instalasi PDAM dapat difasilitasi. Jika biaya administrasi pemasangan cukup besar, kami berharap ada kebijakan agar bisa dibayar secara dicicil, khususnya bagi warga dengan kemampuan ekonomi terbatas,” tandasnya.
Wali Kota bersama Anggota Dewan, Upulatu Nikijuluw dan Dessy Hallauw, membuka 3 titik mata air di Kezia.
Sesudah itu, mereka menuju ke lorong Sekkot untuk membuka 4 titik mata air di kawasan tersebut. (ZI-21)
