
Unpatti dan Happy Green Island Kerja Sama Pengelolaan Lingkungan
ZonaInfo.id, Ambon – Universitas Pattimura (Unpatti) dan Happy Green Island menandatangani kerja sama pengelolaan lingkungan dan edukasi masyarakat.
Kerja sama ini mencakup bidang pendidikan dan pengembangan keahlian, pertukaran pengetahuan, inovasi, teknologi informasi, penelitian, serta lingkungan.
Penandatanganan kerja sama dilakukan Rektor Unpatti, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd, dan Direktur Happy Green Islands sekaligus Founder Toma Lease, Corneles K. Lafeber, Selasa, (7/4/2026), di Ruang Rapat Rektor.
Happy Green Island adalah sebuah program/organisasi keberlanjutan lingkungan yang fokus membantu komunitas di pulau-pulau kecil, terutama di wilayah Indonesia, untuk mengelola sampah secara lokal, meningkatkan kebersihan lingkungan, dan mempromosikan gaya hidup berkelanjutan.
Organisasi ini bekerja dengan masyarakat setempat, sekolah, dan pemangku kepentingan untuk mendirikan sistem pengelolaan sampah yang bisa dijalankan sendiri (misalnya bank sampah, rute pengumpulan, dan pendidikan kebersihan) sambil menghormati kearifan lokal dan adat setempat.
Dalam sambutannya Rektor mengatakan pentingnya kolaborasi berkelanjutan dalam pengelolaan lingkungan dan edukasi masyarakat melalui kerja sama multipihak.
Rektor menjelaskan selama ini berbagai program telah dijalankan melalui kerja sama dengan kementerian, lembaga pemerintah, serta organisasi non-pemerintah. Program tersebut mencakup pengelolaan sampah di lingkungan kampus, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan lingkungan, hingga kolaborasi dengan berbagai komunitas.
Rektor berharap kerja sama yang dibangun dapat menjadi sistem yang terstruktur, sistematis, dan berkelanjutan, sehingga program yang dijalankan mampu memberikan dampak jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat.
Direktur Happy Green Islands sekaligus Founder Toma Lease Corneles K. Lafeber menjelaskan isu lingkungan, terutama pengelolaan sampah, sangat kompleks dan membutuhkan pendekatan multidisipliner yang melibatkan ekologi, sosial, ekonomi, dan pendidikan.
“Sampah bukan hanya masalah satu fakultas atau satu lembaga, tapi membutuhkan kerja sama lintas sektor,” ujarnya.
Ia berharap melalui kerja sama dengan Universitas Pattimura dan mitra lokal lainnya, proyek Happy Green Islands di Ambon dapat terus berkembang dan memberikan manfaat. (ZI-21)
