
Mahasiswa Unpatti Ukir Prestasi di Lomba Karya Ilmiah INPEX Masela
ZonaInfo.id, Ambon – Mahasiswa Universitas Pattimura mengukir prestasi akademik dalam ajang lomba karya ilmiah yang diselenggarakan INPEX Masela Ltd.
Penyerahan hadiah bagi pemenang berlangsung, Selasa (3/3/2026) di ruang kerja Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Hubungan Masyarakat dan Alumni Dr. Nur Aida Kubangun, M.Pd.
Para pemenang lomba yakni Juara I: Terenci Layan, Juara II: Yanti Makuku, Juara III: Bintang Drian Pitna, Harapan I: Eunike Lotkery dan Harapan II: Opel Gerson Larmoka.
Kubangun menjelaskan lomba karya ilmiah ini bertujuan memacu dan memotivasi mahasiswa agar mampu menuangkan gagasan ilmiah berbasis persoalan nyata di lingkungan mereka.
Ia menilai, tema yang diangkat, “Sampah Hari Ini, Bencana Masa Depan”, sangat relevan dengan kondisi saat ini, sekaligus menantang mahasiswa untuk menghadirkan solusi inovatif terhadap persoalan pengelolaan sampah.
Kubangun mengatakan karya-karya yang dihasilkan mahasiswa sangat membanggakan, terutama tulisan yang mengangkat konsep daur ulang sampah berbasis sumber daya lokal menjadi produk bernilai guna dan ekonomis. Hal ini sejalan dengan semangat pengembangan potensi daerah melalui pendekatan ilmiah.
Selain menyelenggarakan kompetisi, INPEX juga memberikan dukungan nyata berupa beasiswa kepada sekitar 100 penerima, termasuk mahasiswa dari MBD, serta membuka peluang pengembangan akademik hingga jenjang doktoral bagi dosen. Dukungan moral dan material tersebut sangat membantu dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan universitas.
Kubangun berharap mahasiswa terus termotivasi mengikuti berbagai kegiatan akademik maupun nonakademik yang positif.
Ia juga mengungkapkan kebanggaannya karena pada awal tahun ini mahasiswa Universitas Pattimura berhasil meraih tujuh medali emas di tingkat nasional dan internasional, di luar capaian dalam lomba karya ilmiah dan kompetisi akademik lainnya.
“Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Universitas Pattimura mampu bersaing dan terus berkembang. Kami berharap semangat ini terus dijaga untuk memperkuat budaya ilmiah dan kepedulian terhadap lingkungan,” tandasnya.
Di tempat yang sama, Terenci Layan, mahasiswa peraih juara pertama dalam kompetisi tersebut menyampaikan pelaksanaan lomba dilakukan secara daring melalui tautan yang disediakan panitia, dengan rentang waktu pelaksanaan selama dua hari.
Ia mengungkapkan selama mengikuti perlombaan, dirinya memperoleh pengalaman berharga, terutama dalam memperdalam pemahaman mengenai pengelolaan sampah sebagai persoalan lingkungan yang mendesak. Proses penyusunan karya ilmiah memberikan kesempatan untuk mengkaji permasalahan sampah secara lebih sistematis dan berbasis solusi.
Terenci berharap pengelolaan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab mahasiswa, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. (ZI-21)
