Ragam

Unpatti Luncurkan Program Pendidikan Dokter Spesialis

ZonaInfo.id, Ambon – Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura meluncurkan Program Studi Baru Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), Selasa (10/2/2026), di Aula Fakultas setempat.

Peluncuran ditandai dengan pemukulan tifa oleh Rektor Unpatti, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd, dan Sekda Maluku, Sadali Ie, yang didampingi Dekan Fakultas Kedokteran Unpatti, dr. Farah Christina Noya, M.HPEd., Ph.D, dan Plt. Direktur RSUD dr. M. Haulussy Ambon.

PPDS yang dibuka untuk Ilmu Bedah, Obstetri dan Ginekologi, serta Ilmu Penyakit Dalam.

Dekan Fakultas Kedokteran Unpatti, dr. Farah Christina Noya, M.HPEd., Ph.D. dalam laporannya menyampaikan peluncuran ini menjadi tonggak sejarah baru bagi Unpatti dan masyarakat Maluku dalam menjawab tantangan kelangkaan dokter spesialis di wilayah kepulauan.

“Peluncuran tiga program studi ini merupakan manifestasi nyata dari perjuangan kolektif untuk mengatasi keterbatasan dokter spesialis di Maluku,” ujarnya.

Lanjut Noya, percepatan pembukaan PPDS di Unpatti didukung oleh dua pilar kebijakan strategis nasional, yakni kebijakan prioritas Presiden Republik Indonesia dalam percepatan pemenuhan sumber daya manusia kesehatan, serta program LLDIKTI-SAINTEK yang diluncurkan sejak Juli 2025.

Ia menjelaskan, proses transformasi menuju pembukaan program ini dilakukan secara intensif sejak September 2024 hingga Oktober 2025, melalui konsolidasi strategis bersama Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin sebagai mitra pembina.

Pada 27 Oktober 2025, Unpatti telah menyelesaikan dan mengunggah seluruh instrumen borang melalui platform SIAGA LLDIKTI-SAINTEK, dan selanjutnya dilakukan evaluasi lapangan oleh tim penilai pusat pada 13 Januari 2026.

“Setelah dinyatakan memenuhi syarat, penyelenggaraan pendidikan ini didukung oleh kolaborasi erat dengan Fakultas Kedokteran Unhas sebagai mitra utama,” tandasnya.

Noya mengungkapkan, dari sisi sumber daya manusia, Fakultas Kedokteran Unpatti telah memiliki tenaga spesialis di berbagai bidang, termasuk spesialis bedah digestif, bedah vaskuler, serta dokter yang sedang dan akan menjalani pendidikan lanjutan pada tahun 2026.

Untuk Program Penyakit Dalam, lanjutnya, saat ini diterapkan skema pencangkokan dengan Universitas Hasanuddin sebagai perguruan tinggi pengampu utama.

Ia menambahkan, pihaknya menargetkan dalam dua tahun ke depan seluruh program PPDS dapat mengikuti proses akreditasi nasional.

Dalam pelaksanaan pendidikan, RSUD dr. M. Haulussy ditetapkan sebagai rumah sakit utama, dengan jejaring Rumah Sakit dr. Leimena, Rumah Sakit Bhayangkara, dan Rumah Sakit Tingkat II dr. Latumeten.

Fakultas Kedokteran Unpatti bersama Dinas Kesehatan dan para direktur rumah sakit juga telah melakukan pemetaan kebutuhan dokter spesialis di kabupaten/kota se-Maluku.

“Kami memprioritaskan putra-putri daerah, khususnya ASN dari wilayah perbatasan dan kepulauan. Peserta wajib menandatangani pakta integritas untuk kembali mengabdi di daerah asal setelah menyelesaikan pendidikan,” jelasnya.

Sebagai bentuk komitmen, pemerintah daerah kabupaten/kota juga didorong untuk memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi para residen.

Farah berharap adanya dukungan berkelanjutan dari Pemerintah Provinsi Maluku dan seluruh pemangku kepentingan demi menjaga keberlangsungan program pendidikan dokter spesialis di Unpatti.

“Dukungan institusional sangat kami harapkan agar program ini dapat berjalan berkelanjutan dan memberi dampak nyata bagi pelayanan kesehatan di Maluku,” pungkasnya. (ZI-21)

Tinggalkan Balasan