Ragam

Watubun Ajak Kader Jadikan Natal Momentum Refleksi dan Penguatan Nilai Kemanusiaan

ZonaInfo.id, Ambon – Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku, Benhur G. Watubun mengajak seluruh kader dan keluarga besar PDI Perjuangan untuk menjadikan perayaan Natal sebagai momentum refleksi diri, penguatan nilai kemanusiaan, serta konsistensi dalam garis perjuangan politik yang berkeadilan.

Hal tersebut disampaikan Watubun dalam sambutannya pada Natal Keluarga Besar PDI Perjuangan Provinsi Maluku yang berlangsung, Selasa (7/1/2026) malam, di Kediaman Ketua DPRD Provinsi, Karang Panjang.

Hadir, para Wakil Ketua DPRD Provinsi, Ketua DPC PDI-P Kota Ambon, Lucky L. U. Nikijuluw, Sekretaris PDI-P Provinsi Maluku, para Kader, para anggota DPRD Provinsi, rohaniawan, para tokoh masyarakat, serta undangan lainnya.

Watubun yang juga Ketua DPRD Provinsi Maluku ini mengatakan, perayaan Natal tahun ini berlangsung di tengah situasi bangsa dan negara yang tidak mudah, di mana sebagian rakyat masih mengalami duka akibat bencana alam, kelaparan, pelanggaran hak asasi manusia, dan berbagai bentuk ketidakadilan sosial.

“Walaupun bangsa dan negara ini sedang menghadapi duka dan nestapa, hari ini kita bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk berkumpul, berbahagia, dan merayakan Natal dalam suasana kekeluargaan,” ujarnya.

Natal Keluarga Besar PDI Perjuangan bukan hanya dihadiri oleh pengurus partai, tetapi juga seluruh keluarga, saudara, dan kerabat sebagai wujud nyata kebersamaan.

Ia menjelaskan, tema Natal yang diangkat memiliki makna luas, yakni menyelamatkan keluarga, karena banyak keluarga di Indonesia yang tercerai-berai akibat bencana, ketidakadilan, dan persoalan sosial lainnya.

“Natal ini kita rayakan untuk memperkuat spirit kebersamaan dan kepedulian, sekaligus menegaskan bahwa perjuangan kemanusiaan harus berjalan seiring dengan perjuangan politik,” tandasnya.

Watubun menyinggung kesiapan PDI Perjuangan menghadapi agenda politik nasional ke depan, termasuk Pemilu Presiden, Pemilu Legislatif, dan Pemilihan Kepala Daerah pada 2029 hingga 2031.

“Pilpres 2029 adalah keniscayaan yang wajib kita hadapi. Soal jadwal Pilkada dan Pileg kita menunggu keputusan negara, tetapi semangat perjuangan harus dimulai dari sekarang,” tandasnya.

Ia menekankan PDI Perjuangan adalah partai yang terbuka bagi semua golongan, termasuk tokoh-tokoh agama. Kehadiran pendeta dan pastor, menjadi penting sebagai suara moral dan suara kenabian yang memberi refleksi bagi kader partai.

“Mereka tidak kita pengaruhi, justru merekalah yang mempengaruhi kita dari aspek moral agar perspektif kita terbuka untuk kepentingan kebersamaan dan kemanusiaan,” ungkap Watubun.

Ia mengajak seluruh kader untuk menjadikan tahun 2026 sebagai tahun perbuatan baik, setelah melakukan evaluasi terhadap perjalanan hidup dan pengabdian sepanjang tahun 2025.

“Kita tidak hanya bicara politik, tetapi juga bicara kemanusiaan. Karena kita lahir dengan martabat yang sama dan wajib saling menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia,” tandasnya.

Watubun menutup sambutannya dengan mengajak seluruh keluarga besar PDI Perjuangan untuk terus melakukan kebaikan bagi semua insan manusia, serta memastikan bahwa garis perjuangan partai tidak boleh surut dalam kondisi apa pun. (ZI-21)